Nama Guru : Ayu Dwi Apriliana, S.Pd.
Mata Pelajaran : Biologi
Kelas : XII 3
Pertemuan :5
Capaian Pembelajaran
Pada akhir fase F, peserta didik memiliki kemampuan mendeskripsikan struktur sel serta bioproses yang terjadi, seperti transpor membran dan pembelahan sel; menganalisis keterkaitan struktur organ pada sistem organ dengan fungsinya serta kelainan at au gangguan yang muncul pada sistem organ tersebut; memahami fungsi enzim dan mengenal proses metabolisme yang terjadi dalam tubuh; serta memiliki kemampuan menerapkan konsep pewarisan sifat, pertumbuhan dan perkembangan, mengevaluasi gaga san baru mengenai evolusi, dan inovasi teknologi biologi.
Tujuan Pembelajaran.
1. Peserta didik mampu mengetahui keria enzim Amylase dalam hidrolisis pati dan faktor-faktor yang mempengaruhi aktivitas / kerja enzim a Amylas
Materi :Uji Enzim Amylase
Metode : Praktik
Strategi : praktik
Langkah-langkah Pembelajaran :
1. Langkah 1 Perisiapan Alat dan Bahan beserta Pengambilan Sampel Air Liur
Hal pertama yang harus dilakukan ketika akan melakukan uji terhadap enzim amilase adalah Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan dalam percobaan. Sebelum mengambi sampel air liur, maka siapkan 3 buah tabung reaksi. Setelah itu, sampel air liur yang mengandung amilase dimasukkan kedalam tabung reaksi I dan tabung reaksi 2. Untuk tabung reaksi 3, sampel air lir yang telah dimasukan ke tabung reaksi kemudian dipanaskan diatas lampu bunsen. Pemanasan menggunakan tabung reaksi yang dijepit agar tidak menghantarka panas ke tangan.
2. ALangkah 2. Penambahan Larutan HCL Pada Tabung Reaksi 2
Ketika semua sampel pada masing-masing tabung reaksi sudah siap, maka dilakuka pengambilan larutan HCI. Pengambilan larutan HCI sebanyak 10 tetes menggunakan pipet tetes dan dimasukkkan kedalam sampel 2 atau tabung reaksi dua. Dalam memasukkan larutan H harus berhati-hati jangan sampai terkena kulit.
3. Langkah 3. Penghalusan Nasi dan Penambahannya Pada Sampel
Nasi sebagai sumber karbohidrat digunakan dalam percobaan ini. Nasi ditumbuk dalar lumpuh dan dihaluskan menggunakan alu sampai halus. Tambahkan aquadest agar nas menjadi seperti bubur dan tidak menggumpal. Setelah nasi halus, nasi dimasukkan kedalat masing-masing sampel pada tabung reaksi. Sampel pertama pada tabung reaksi 1 berisikan ai liur dan nasi; Sampel kedua pada tabung reaksi 2 berisikan air liur ditambah larutan HCI tetes dan ditambah nasi; Sedangkan sampel ketiga pada tabung reaksi 3 berisikan air liur yan sudah terlebih dahulu dipanaskan dan ditambbahkan nasi.
4. Langkah 4. Penambahan Reagen Benedict Pada Sampel
Penambahan benedict dilakukan untuk uji glukosa. Masing-masing sampel diberikan pereak: atau reagen benedict sebanyak 10 tetes. Pengambilan dan pemindahan reagen dilakuka dengan menggunakan pipet tetes. Kemudian setelah ditambahakan reagen benedist, masing masing sampel dihomogenkan dengan cara mengocoknya.
5. Langkah 5. Pemanasan Pada Masing-masing Sampel
Setelah larutan pada masing-masing sampel homogen, maka nyalakanlah lampu bunsen da: panaskan masing-masing sampel diatas api bunsen samapi mendidih. Lihatlah perubahan apa yang terjadi pada masing-masing sampel. Untuk larutan yang mengandung glukosa akan: berwarna merah bata setelah proses pemanasan tersebut.
PRAKTIKUM UJI ENZIM AMILASE
A. Tujuan
Peserta didik diharapkan mampu mengetahui kerja enzim a-Amylase dalam hidrolisis pati dan faktor-faktor yang mempengaruhi aktivitas / kerja enzim a Amylas
B. METODE
Dalam pelaksanaan praktikum Uji Enzim Amilase dapat dilakukan dengan menggunaka: analisis kualitatif Benedict. Uji Benedict dilakukan untuk mendeteksi adanya gula pereduks tapi bahan pereduksi lainnya juga dapat memberikan hasil positif.
C. Waktu dan Tempat
Praktikum dilaksanakan secara virtual pada hari Senin-Selasa dikelas XII F A 1-4 , 1 bertempat dinlaboratorium.
D. Alat dan Bahan
Alat dan Bahan yang digunakan pada percobaan Uji Enzim Amilase adalah sebagai berikut=
1) Alat
a) Tabung Reaksi
Tabung reaksi merupakan tabung kecil dengan bagian bawah cembung terbuat dari kac dan berukuran seperti jari tangan atau bahkan lebih besar. Tabung reaksi digunaka untuk mencampurkan, melarutkan, menampung, mereaksikan dan atau memanaska bahan kimia cair maupun padat. Pada percobaan ini, tabung reaksi digunakan untu mencampurkan atau meraksikan larutan peraksi dengan larutan sampel hingga menjac larutan yang homogen.
Ukuran
:70-200 mm
Bahan dasar : kaca borosilikat
b) Rak Tabung Reaksi
Rak tabung adalah alat penyimpanan tabung reaksi dengan lubang yang berjajarar
Pada bagian dasarnya terdapat lekukan cekung hingga tabung dapat berdiri stabil. Pad percobaan ini didigunakan sebagai sandaran tabung reaksi ketika diberikan laruta kedalamnya dan tempt tabung reaksi sebelum dipanaskan pada penangas air.
Ukuran
: 12 lubang berdiamer 18 mm
Bahan dasar : kayu
c) Lampu Bunsen
Lampu bunsen adala lampu berbahan bakar bunsen yang digunakan untuk sterilisas panas dan mempertahankan sterilisasi. Api yang menyala dapat membuat aliran udar karena oksigen dikonsumsi dari bawah dan diharapkan kontaminan ikut terbakar dalar pola aliran udara tersebut.
Ukuran
: 150 mL
Bahan dasar
: Kaca dengan spiritus
d) Penjepit
Digunakan untuk menjepit tabung reaksi pada sat pemanasan larutan denga: menggunakan tempat tabung reaksi.
Bahan dasar : Kayu
e) Pipet Tetes
Pipet tetes merupakan alat ukur berupa gelas dilengkapi karet penedot yang digunaka untuk memindahkan larutan dalam volume yang kecil atau tidak perlu diperhatikan Alat ini memiliki beberapa jenis dengan bentuk, fungi dan tingkat ketelitian yang berbeda. Pipet tetes yang digunakan dalam percobaan ini digunakan untuk memidahka larutan sampel dan larutan pereaksi dalam jumlah kecil atau beberapa tetes saja.
Ukuran
: 0,1-10 mL
Bahan dasar : kaca borosilikat atau plastik dengan penyedot berbahan karet
f) Korek Api
Korek api (kadang disebut juga geretan, pematik, macis, atau mancis) adala sebuah alat untuk menyalakan api secara terkendali.
g) Lumpang dan Alu
Kegunaannya adalah untuk menghaluskan bahan-bahan organik dan anorganik sebelur dilakukan perlakuan pada percobaan di laboratorium.
Ukuran
: 50 mm - 100mm
Bahan dasar : Porselen
h) Botol Semprot
Botol Semprot biasanya digunakan untuk menyimpan aquadest dan digunakan untul mencuci ataupun membilas bahan-bahan yang tidak larut dalam air. Selain it digunakan juga untuk mencuci atau menetralkan peralatan-peralatan yang aka digunakan ataupun digunakan untuk mencairkan bahan bahan. Cara menggunakan menekan botol maka aguades akan keluar.
i) Ragen Botol
Botol ini dirancang mempunyai mulut lebar untuk memudahkan dalam pengambilan pereaksi dari dalamnya digunakan pipet tetes, pipet volume, ataupun pipet ukur, tetar dapat juga menggunakan peralatan yang lain. Dan sering diletakkan pada rak mej praktikum
2) Bahan
a) Reagen Benedict
Reagen Benedict merupakan reagen yang dapat membuktikan adanya zat yan mengandung glukosa dan turunannya. Reagen Benedict dapat mendeteksi adanya gul pereduksi, tapi bahan pereduksi lainnya juga dapat memberikan hasil positif. Gul pereduksi mencakup monosakarida dan beberapa disakarida, termasuk laktosa da maltosa. Pada praktikum digunakan sebanyak 10 tetes pada setiap sampel dalam tabun reaksi.
b) Nasi
Nasi adalah beras yang telah direbus (dan ditanak). Proses perebusan beras dikenal jug sebagai 'tim'. Penanakan diperlukan untuk membangkitkan aroma nasi da membuatnya lebih lunak tetapi tetap terjaga konsistensinya.
c) Larutan HCI
Larutan asam klorida tau yang biasa dikenal dengan larutan HCI dalam air adala cairan kimia yang sangat korosif dan berbau menyengat. HCI termasuk bahan kimi berbahaya atau B3. HCI adalah asam kuat dan merupakan komponen utama dalar asam lambung. Pada praktikum larutan HCI digunakan pada sampel 2 sebanyak 1' tetes.
d) Air Liur
Air liur adalah cairan di mulut yang melarutkan beberapa makanan yang dikunyah da: bertindak sebagai pelumas, memfasilitasi perjalanan melalui bagian selanjutnya da saluran pencernaan. Air liur juga mengandung enzim pencerna pati yang disebi amilase (ptyalin).
e) Aquadest
Aquadest merupakan air hasil penyulingan yang bebas dari zat-zat pengotor sehingg sifatnya murni dalam laboratorium. Dalam percobaan digunakan sebagai pelar nasinagar tidak menggumpal.
E. Prosedur Kerja
1. Langkah 1 Perisiapan Alat dan Bahan beserta Pengambilan Sampel Air Liur
Hal pertama yang harus dilakukan ketika akan melakukan uji terhadap enzim amilase adalah Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan dalam percobaan. Sebelum mengambi sampel air liur, maka siapkan 3 buah tabung reaksi. Setelah itu, sampel air liur yang mengandung amilase dimasukkan kedalam tabung reaksi I dan tabung reaksi 2. Untuk tabung reaksi 3, sampel air lir yang telah dimasukan ke tabung reaksi kemudian dipanaskan diatas lampu bunsen. Pemanasan menggunakan tabung reaksi yang dijepit agar tidak menghantarka panas ke tangan.
2. ALangkah 2. Penambahan Larutan HCL Pada Tabung Reaksi 2
Ketika semua sampel pada masing-masing tabung reaksi sudah siap, maka dilakuka pengambilan larutan HCI. Pengambilan larutan HCI sebanyak 10 tetes menggunakan pipet tetes dan dimasukkkan kedalam sampel 2 atau tabung reaksi dua. Dalam memasukkan larutan H harus berhati-hati jangan sampai terkena kulit.
3. Langkah 3. Penghalusan Nasi dan Penambahannya Pada Sampel
Nasi sebagai sumber karbohidrat digunakan dalam percobaan ini. Nasi ditumbuk dalar lumpuh dan dihaluskan menggunakan alu sampai halus. Tambahkan aquadest agar nas menjadi seperti bubur dan tidak menggumpal. Setelah nasi halus, nasi dimasukkan kedalat masing-masing sampel pada tabung reaksi. Sampel pertama pada tabung reaksi 1 berisikan ai liur dan nasi; Sampel kedua pada tabung reaksi 2 berisikan air liur ditambah larutan HCI tetes dan ditambah nasi; Sedangkan sampel ketiga pada tabung reaksi 3 berisikan air liur yan sudah terlebih dahulu dipanaskan dan ditambbahkan nasi.
4. Langkah 4. Penambahan Reagen Benedict Pada Sampel
Penambahan benedict dilakukan untuk uji glukosa. Masing-masing sampel diberikan pereak: atau reagen benedict sebanyak 10 tetes. Pengambilan dan pemindahan reagen dilakuka dengan menggunakan pipet tetes. Kemudian setelah ditambahakan reagen benedist, masing masing sampel dihomogenkan dengan cara mengocoknya.
5. Langkah 5. Pemanasan Pada Masing-masing Sampel
Setelah larutan pada masing-masing sampel homogen, maka nyalakanlah lampu bunsen da: panaskan masing-masing sampel diatas api bunsen samapi mendidih. Lihatlah perubahan apa yang terjadi pada masing-masing sampel. Untuk larutan yang mengandung glukosa akan: berwarna merah bata setelah proses pemanasan tersebut
Mata Pelajaran : Biologi
Kelas : XII 3
Pertemuan :5
Capaian Pembelajaran
Pada akhir fase F, peserta didik memiliki kemampuan mendeskripsikan struktur sel serta bioproses yang terjadi, seperti transpor membran dan pembelahan sel; menganalisis keterkaitan struktur organ pada sistem organ dengan fungsinya serta kelainan at au gangguan yang muncul pada sistem organ tersebut; memahami fungsi enzim dan mengenal proses metabolisme yang terjadi dalam tubuh; serta memiliki kemampuan menerapkan konsep pewarisan sifat, pertumbuhan dan perkembangan, mengevaluasi gaga san baru mengenai evolusi, dan inovasi teknologi biologi.
Tujuan Pembelajaran. 1. Peserta didik mampu mengetahui keria enzim Amylase dalam hidrolisis pati dan faktor-faktor yang mempengaruhi aktivitas / kerja enzim a Amylas
1. Langkah 1 Perisiapan Alat dan Bahan beserta Pengambilan Sampel Air Liur Hal pertama yang harus dilakukan ketika akan melakukan uji terhadap enzim amilase adalah Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan dalam percobaan. Sebelum mengambi sampel air liur, maka siapkan 3 buah tabung reaksi. Setelah itu, sampel air liur yang mengandung amilase dimasukkan kedalam tabung reaksi I dan tabung reaksi 2. Untuk tabung reaksi 3, sampel air lir yang telah dimasukan ke tabung reaksi kemudian dipanaskan diatas lampu bunsen. Pemanasan menggunakan tabung reaksi yang dijepit agar tidak menghantarka panas ke tangan. 2. ALangkah 2. Penambahan Larutan HCL Pada Tabung Reaksi 2 Ketika semua sampel pada masing-masing tabung reaksi sudah siap, maka dilakuka pengambilan larutan HCI. Pengambilan larutan HCI sebanyak 10 tetes menggunakan pipet tetes dan dimasukkkan kedalam sampel 2 atau tabung reaksi dua. Dalam memasukkan larutan H harus berhati-hati jangan sampai terkena kulit. 3. Langkah 3. Penghalusan Nasi dan Penambahannya Pada Sampel Nasi sebagai sumber karbohidrat digunakan dalam percobaan ini. Nasi ditumbuk dalar lumpuh dan dihaluskan menggunakan alu sampai halus. Tambahkan aquadest agar nas menjadi seperti bubur dan tidak menggumpal. Setelah nasi halus, nasi dimasukkan kedalat masing-masing sampel pada tabung reaksi. Sampel pertama pada tabung reaksi 1 berisikan ai liur dan nasi; Sampel kedua pada tabung reaksi 2 berisikan air liur ditambah larutan HCI tetes dan ditambah nasi; Sedangkan sampel ketiga pada tabung reaksi 3 berisikan air liur yan sudah terlebih dahulu dipanaskan dan ditambbahkan nasi. 4. Langkah 4. Penambahan Reagen Benedict Pada Sampel Penambahan benedict dilakukan untuk uji glukosa. Masing-masing sampel diberikan pereak: atau reagen benedict sebanyak 10 tetes. Pengambilan dan pemindahan reagen dilakuka dengan menggunakan pipet tetes. Kemudian setelah ditambahakan reagen benedist, masing masing sampel dihomogenkan dengan cara mengocoknya. 5. Langkah 5. Pemanasan Pada Masing-masing Sampel Setelah larutan pada masing-masing sampel homogen, maka nyalakanlah lampu bunsen da: panaskan masing-masing sampel diatas api bunsen samapi mendidih. Lihatlah perubahan apa yang terjadi pada masing-masing sampel. Untuk larutan yang mengandung glukosa akan: berwarna merah bata setelah proses pemanasan tersebut. PRAKTIKUM UJI ENZIM AMILASE A. Tujuan Peserta didik diharapkan mampu mengetahui kerja enzim a-Amylase dalam hidrolisis pati dan faktor-faktor yang mempengaruhi aktivitas / kerja enzim a Amylas B. METODE Dalam pelaksanaan praktikum Uji Enzim Amilase dapat dilakukan dengan menggunaka: analisis kualitatif Benedict. Uji Benedict dilakukan untuk mendeteksi adanya gula pereduks tapi bahan pereduksi lainnya juga dapat memberikan hasil positif. C. Waktu dan Tempat Praktikum dilaksanakan secara virtual pada hari Senin-Selasa dikelas XII F A 1-4 , 1 bertempat dinlaboratorium. D. Alat dan Bahan Alat dan Bahan yang digunakan pada percobaan Uji Enzim Amilase adalah sebagai berikut= 1) Alat a) Tabung Reaksi Tabung reaksi merupakan tabung kecil dengan bagian bawah cembung terbuat dari kac dan berukuran seperti jari tangan atau bahkan lebih besar. Tabung reaksi digunaka untuk mencampurkan, melarutkan, menampung, mereaksikan dan atau memanaska bahan kimia cair maupun padat. Pada percobaan ini, tabung reaksi digunakan untu mencampurkan atau meraksikan larutan peraksi dengan larutan sampel hingga menjac larutan yang homogen. Ukuran :70-200 mm Bahan dasar : kaca borosilikat b) Rak Tabung Reaksi Rak tabung adalah alat penyimpanan tabung reaksi dengan lubang yang berjajarar Pada bagian dasarnya terdapat lekukan cekung hingga tabung dapat berdiri stabil. Pad percobaan ini didigunakan sebagai sandaran tabung reaksi ketika diberikan laruta kedalamnya dan tempt tabung reaksi sebelum dipanaskan pada penangas air. Ukuran : 12 lubang berdiamer 18 mm Bahan dasar : kayu c) Lampu Bunsen Lampu bunsen adala lampu berbahan bakar bunsen yang digunakan untuk sterilisas panas dan mempertahankan sterilisasi. Api yang menyala dapat membuat aliran udar karena oksigen dikonsumsi dari bawah dan diharapkan kontaminan ikut terbakar dalar pola aliran udara tersebut. Ukuran : 150 mL Bahan dasar : Kaca dengan spiritus d) Penjepit Digunakan untuk menjepit tabung reaksi pada sat pemanasan larutan denga: menggunakan tempat tabung reaksi. Bahan dasar : Kayu e) Pipet Tetes Pipet tetes merupakan alat ukur berupa gelas dilengkapi karet penedot yang digunaka untuk memindahkan larutan dalam volume yang kecil atau tidak perlu diperhatikan Alat ini memiliki beberapa jenis dengan bentuk, fungi dan tingkat ketelitian yang berbeda. Pipet tetes yang digunakan dalam percobaan ini digunakan untuk memidahka larutan sampel dan larutan pereaksi dalam jumlah kecil atau beberapa tetes saja. Ukuran : 0,1-10 mL Bahan dasar : kaca borosilikat atau plastik dengan penyedot berbahan karet f) Korek Api Korek api (kadang disebut juga geretan, pematik, macis, atau mancis) adala sebuah alat untuk menyalakan api secara terkendali. g) Lumpang dan Alu Kegunaannya adalah untuk menghaluskan bahan-bahan organik dan anorganik sebelur dilakukan perlakuan pada percobaan di laboratorium. Ukuran : 50 mm - 100mm Bahan dasar : Porselen h) Botol Semprot Botol Semprot biasanya digunakan untuk menyimpan aquadest dan digunakan untul mencuci ataupun membilas bahan-bahan yang tidak larut dalam air. Selain it digunakan juga untuk mencuci atau menetralkan peralatan-peralatan yang aka digunakan ataupun digunakan untuk mencairkan bahan bahan. Cara menggunakan menekan botol maka aguades akan keluar. i) Ragen Botol Botol ini dirancang mempunyai mulut lebar untuk memudahkan dalam pengambilan pereaksi dari dalamnya digunakan pipet tetes, pipet volume, ataupun pipet ukur, tetar dapat juga menggunakan peralatan yang lain. Dan sering diletakkan pada rak mej praktikum 2) Bahan a) Reagen Benedict Reagen Benedict merupakan reagen yang dapat membuktikan adanya zat yan mengandung glukosa dan turunannya. Reagen Benedict dapat mendeteksi adanya gul pereduksi, tapi bahan pereduksi lainnya juga dapat memberikan hasil positif. Gul pereduksi mencakup monosakarida dan beberapa disakarida, termasuk laktosa da maltosa. Pada praktikum digunakan sebanyak 10 tetes pada setiap sampel dalam tabun reaksi. b) Nasi Nasi adalah beras yang telah direbus (dan ditanak). Proses perebusan beras dikenal jug sebagai 'tim'. Penanakan diperlukan untuk membangkitkan aroma nasi da membuatnya lebih lunak tetapi tetap terjaga konsistensinya. c) Larutan HCI Larutan asam klorida tau yang biasa dikenal dengan larutan HCI dalam air adala cairan kimia yang sangat korosif dan berbau menyengat. HCI termasuk bahan kimi berbahaya atau B3. HCI adalah asam kuat dan merupakan komponen utama dalar asam lambung. Pada praktikum larutan HCI digunakan pada sampel 2 sebanyak 1' tetes. d) Air Liur Air liur adalah cairan di mulut yang melarutkan beberapa makanan yang dikunyah da: bertindak sebagai pelumas, memfasilitasi perjalanan melalui bagian selanjutnya da saluran pencernaan. Air liur juga mengandung enzim pencerna pati yang disebi amilase (ptyalin). e) Aquadest Aquadest merupakan air hasil penyulingan yang bebas dari zat-zat pengotor sehingg sifatnya murni dalam laboratorium. Dalam percobaan digunakan sebagai pelar nasinagar tidak menggumpal. E. Prosedur Kerja 1. Langkah 1 Perisiapan Alat dan Bahan beserta Pengambilan Sampel Air Liur Hal pertama yang harus dilakukan ketika akan melakukan uji terhadap enzim amilase adalah Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan dalam percobaan. Sebelum mengambi sampel air liur, maka siapkan 3 buah tabung reaksi. Setelah itu, sampel air liur yang mengandung amilase dimasukkan kedalam tabung reaksi I dan tabung reaksi 2. Untuk tabung reaksi 3, sampel air lir yang telah dimasukan ke tabung reaksi kemudian dipanaskan diatas lampu bunsen. Pemanasan menggunakan tabung reaksi yang dijepit agar tidak menghantarka panas ke tangan. 2. ALangkah 2. Penambahan Larutan HCL Pada Tabung Reaksi 2 Ketika semua sampel pada masing-masing tabung reaksi sudah siap, maka dilakuka pengambilan larutan HCI. Pengambilan larutan HCI sebanyak 10 tetes menggunakan pipet tetes dan dimasukkkan kedalam sampel 2 atau tabung reaksi dua. Dalam memasukkan larutan H harus berhati-hati jangan sampai terkena kulit. 3. Langkah 3. Penghalusan Nasi dan Penambahannya Pada Sampel Nasi sebagai sumber karbohidrat digunakan dalam percobaan ini. Nasi ditumbuk dalar lumpuh dan dihaluskan menggunakan alu sampai halus. Tambahkan aquadest agar nas menjadi seperti bubur dan tidak menggumpal. Setelah nasi halus, nasi dimasukkan kedalat masing-masing sampel pada tabung reaksi. Sampel pertama pada tabung reaksi 1 berisikan ai liur dan nasi; Sampel kedua pada tabung reaksi 2 berisikan air liur ditambah larutan HCI tetes dan ditambah nasi; Sedangkan sampel ketiga pada tabung reaksi 3 berisikan air liur yan sudah terlebih dahulu dipanaskan dan ditambbahkan nasi. 4. Langkah 4. Penambahan Reagen Benedict Pada Sampel Penambahan benedict dilakukan untuk uji glukosa. Masing-masing sampel diberikan pereak: atau reagen benedict sebanyak 10 tetes. Pengambilan dan pemindahan reagen dilakuka dengan menggunakan pipet tetes. Kemudian setelah ditambahakan reagen benedist, masing masing sampel dihomogenkan dengan cara mengocoknya. 5. Langkah 5. Pemanasan Pada Masing-masing Sampel Setelah larutan pada masing-masing sampel homogen, maka nyalakanlah lampu bunsen da: panaskan masing-masing sampel diatas api bunsen samapi mendidih. Lihatlah perubahan apa yang terjadi pada masing-masing sampel. Untuk larutan yang mengandung glukosa akan: berwarna merah bata setelah proses pemanasan tersebut |
Komentar