CARA KERJA PRAKTIK UJI ENZIM AMILASE

  Nama Guru          : Ayu Dwi Apriliana, S.Pd.

Mata Pelajaran     : Biologi

Kelas                      : XII  4

Pertemuan             :4

Capaian Pembelajaran

Pada akhir fase F, peserta didik memiliki kemampuan mendeskripsikan struktur sel serta bioproses yang terjadi, seperti transpor membran dan pembelahan sel; menganalisis keterkaitan struktur organ pada sistem organ dengan fungsinya serta kelainan at au gangguan yang muncul pada sistem organ tersebut; memahami fungsi enzim dan mengenal proses metabolisme yang terjadi dalam tubuh; serta memiliki kemampuan menerapkan konsep pewarisan sifat, pertumbuhan dan perkembangan, mengevaluasi gaga san baru mengenai evolusi, dan inovasi teknologi biologi.

 

Tujuan Pembelajaran.

1. Peserta didik  mampu mengetahui keria enzim Amylase dalam hidrolisis pati dan faktor-faktor yang mempengaruhi aktivitas / kerja enzim a Amylas



Materi :Uji Enzim Amylase

Metode : Praktik

Strategi : praktik


Langkah-langkah Pembelajaran :

1. Langkah 1 Perisiapan Alat dan Bahan beserta Pengambilan Sampel Air Liur

Hal pertama yang harus dilakukan ketika akan melakukan uji terhadap enzim amilase adalah Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan dalam percobaan. Sebelum mengambi sampel air liur, maka siapkan 3 buah tabung reaksi. Setelah itu, sampel air liur yang mengandung amilase dimasukkan kedalam tabung reaksi I dan tabung reaksi 2. Untuk tabung reaksi 3, sampel air lir yang telah dimasukan ke tabung reaksi kemudian dipanaskan diatas lampu bunsen. Pemanasan menggunakan tabung reaksi yang dijepit agar tidak menghantarka panas ke tangan.

2. ALangkah 2. Penambahan Larutan HCL Pada Tabung Reaksi 2

Ketika semua sampel pada masing-masing tabung reaksi sudah siap, maka dilakuka pengambilan larutan HCI. Pengambilan larutan HCI sebanyak 10 tetes menggunakan pipet tetes dan dimasukkkan kedalam sampel 2 atau tabung reaksi dua. Dalam memasukkan larutan H harus berhati-hati jangan sampai terkena kulit.

3. Langkah 3. Penghalusan Nasi dan Penambahannya Pada Sampel

Nasi sebagai sumber karbohidrat digunakan dalam percobaan ini. Nasi ditumbuk dalar lumpuh dan dihaluskan menggunakan alu sampai halus. Tambahkan aquadest agar nas menjadi seperti bubur dan tidak menggumpal. Setelah nasi halus, nasi dimasukkan kedalat masing-masing sampel pada tabung reaksi. Sampel pertama pada tabung reaksi 1 berisikan ai liur dan nasi; Sampel kedua pada tabung reaksi 2 berisikan air liur ditambah larutan HCI tetes dan ditambah nasi; Sedangkan sampel ketiga pada tabung reaksi 3 berisikan air liur yan sudah terlebih dahulu dipanaskan dan ditambbahkan nasi.

4. Langkah 4. Penambahan Reagen Benedict Pada Sampel

Penambahan benedict dilakukan untuk uji glukosa. Masing-masing sampel diberikan pereak: atau reagen benedict sebanyak 10 tetes. Pengambilan dan pemindahan reagen dilakuka dengan menggunakan pipet tetes. Kemudian setelah ditambahakan reagen benedist, masing masing sampel dihomogenkan dengan cara mengocoknya.

5. Langkah 5. Pemanasan Pada Masing-masing Sampel

Setelah larutan pada masing-masing sampel homogen, maka nyalakanlah lampu bunsen da: panaskan masing-masing sampel diatas api bunsen samapi mendidih. Lihatlah perubahan apa yang terjadi pada masing-masing sampel. Untuk larutan yang mengandung glukosa akan: berwarna merah bata setelah proses pemanasan tersebut.

PRAKTIKUM UJI ENZIM AMILASE

A. Tujuan

Peserta didik diharapkan mampu mengetahui kerja enzim a-Amylase dalam hidrolisis pati dan faktor-faktor yang mempengaruhi aktivitas / kerja enzim a Amylas

B. METODE

Dalam pelaksanaan praktikum Uji Enzim Amilase dapat dilakukan dengan menggunakan: analisis kualitatif Benedict. Uji Benedict dilakukan untuk mendeteksi adanya gula pereduksi tapi bahan pereduksi lainnya juga dapat memberikan hasil positif.

C. Waktu dan Tempat

Praktikum dilaksanakan secara virtual pada hari Senin-Jumat dikelas XII F A 1-4 ,  bertempat di laboratorium IPA SMA Al Azhar 3 Bandar Lampung

D. Alat dan Bahan

Alat dan Bahan yang digunakan pada percobaan Uji Enzim Amilase adalah sebagai berikut=

1) Alat

a) Tabung Reaksi

Tabung reaksi merupakan tabung kecil dengan bagian bawah cembung terbuat dari kaca dan berukuran seperti jari tangan atau bahkan lebih besar. Tabung reaksi digunakan untuk mencampurkan, melarutkan, menampung, mereaksikan atau memanaskan bahan kimia cair maupun padat. Pada percobaan ini, tabung reaksi digunakan untuk mencampurkan atau meraksikan larutan peraksi dengan larutan sampel hingga menjadi larutan yang homogen.

Ukuran

:70-200 mm

Bahan dasar : kaca borosilikat

b) Rak Tabung Reaksi

Rak tabung adalah alat penyimpanan tabung reaksi dengan lubang yang berjajar

Pada bagian dasarnya terdapat lekukan cekung hingga tabung dapat berdiri stabil. Pada percobaan ini didigunakan sebagai sandaran tabung reaksi ketika diberikan larutan kedalamnya dan tempt tabung reaksi sebelum dipanaskan pada penangas air.

Ukuran

: 12 lubang berdiamer 18 mm

Bahan dasar : kayu

c) Lampu Bunsen

Lampu bunsen adalah lampu berbahan bakar bunsen yang digunakan untuk sterilisas panas dan mempertahankan sterilisasi. Api yang menyala dapat membuat aliran udara karena oksigen dikonsumsi dari bawah dan diharapkan kontaminan ikut terbakar dalam pola aliran udara tersebut.

Ukuran

: 150 mL

Bahan dasar

: Kaca dengan spiritus

d) Penjepit

Digunakan untuk menjepit tabung reaksi pada sat pemanasan larutan dengan: menggunakan tempat tabung reaksi.

Bahan dasar : Kayu

e) Pipet Tetes

Pipet tetes merupakan alat ukur berupa gelas dilengkapi karet penedot yang digunakan untuk memindahkan larutan dalam volume yang kecil atau tidak perlu diperhatikan Alat ini memiliki beberapa jenis dengan bentuk, fungi dan tingkat ketelitian yang berbeda. Pipet tetes yang digunakan dalam percobaan ini digunakan untuk memindahkan larutan sampel dan larutan pereaksi dalam jumlah kecil atau beberapa tetes saja.

Ukuran

: 0,1-10 mL

Bahan dasar : kaca borosilikat atau plastik dengan penyedot berbahan karet

f) Korek Api

Korek api (kadang disebut juga geretan, pematik, macis, atau mancis) adala sebuah alat untuk menyalakan api secara terkendali.

 

g) Lumpang dan Alu

Kegunaannya adalah untuk menghaluskan bahan-bahan organik dan anorganik sebelur dilakukan perlakuan pada percobaan di laboratorium.

Ukuran

: 50 mm - 100mm

Bahan dasar : Porselen

h) Botol Semprot

Botol Semprot biasanya digunakan untuk menyimpan aquadest dan digunakan untul mencuci ataupun membilas bahan-bahan yang tidak larut dalam air. Selain it digunakan juga untuk mencuci atau menetralkan peralatan-peralatan yang aka digunakan ataupun digunakan untuk mencairkan bahan bahan. Cara menggunakan menekan botol maka aguades akan keluar.

i) Ragen Botol

Botol ini dirancang mempunyai mulut lebar untuk memudahkan dalam pengambilan pereaksi dari dalamnya digunakan pipet tetes, pipet volume, ataupun pipet ukur, tetar dapat juga menggunakan peralatan yang lain. Dan sering diletakkan pada rak mej praktikum

2) Bahan

a) Reagen Benedict

Reagen Benedict merupakan reagen yang dapat membuktikan adanya zat yan mengandung glukosa dan turunannya. Reagen Benedict dapat mendeteksi adanya gul pereduksi, tapi bahan pereduksi lainnya juga dapat memberikan hasil positif. Gul pereduksi mencakup monosakarida dan beberapa disakarida, termasuk laktosa da maltosa. Pada praktikum digunakan sebanyak 10 tetes pada setiap sampel dalam tabun reaksi.

b) Nasi

Nasi adalah beras yang telah direbus (dan ditanak). Proses perebusan beras dikenal jug sebagai 'tim'. Penanakan diperlukan untuk membangkitkan aroma nasi da membuatnya lebih lunak tetapi tetap terjaga konsistensinya.

c) Larutan HCI

Larutan asam klorida tau yang biasa dikenal dengan larutan HCI dalam air adala cairan kimia yang sangat korosif dan berbau menyengat. HCI termasuk bahan kimi berbahaya atau B3. HCI adalah asam kuat dan merupakan komponen utama dalar asam lambung. Pada praktikum larutan HCI digunakan pada sampel 2 sebanyak 1' tetes.

 

d) Air Liur

Air liur adalah cairan di mulut yang melarutkan beberapa makanan yang dikunyah da: bertindak sebagai pelumas, memfasilitasi perjalanan melalui bagian selanjutnya da saluran pencernaan. Air liur juga mengandung enzim pencerna pati yang disebi amilase (ptyalin).

 

e) Aquadest

Aquadest merupakan air hasil penyulingan yang bebas dari zat-zat pengotor sehingg sifatnya murni dalam laboratorium. Dalam percobaan digunakan sebagai pelar nasinagar tidak menggumpal.

E. Prosedur Kerja

1. Langkah 1 Perisiapan Alat dan Bahan beserta Pengambilan Sampel Air Liur

Hal pertama yang harus dilakukan ketika akan melakukan uji terhadap enzim amilase adalah Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan dalam percobaan. Sebelum mengambi sampel air liur, maka siapkan 3 buah tabung reaksi. Setelah itu, sampel air liur yang mengandung amilase dimasukkan kedalam tabung reaksi I dan tabung reaksi 2. Untuk tabung reaksi 3, sampel air lir yang telah dimasukan ke tabung reaksi kemudian dipanaskan diatas lampu bunsen. Pemanasan menggunakan tabung reaksi yang dijepit agar tidak menghantarka panas ke tangan.

2. ALangkah 2. Penambahan Larutan HCL Pada Tabung Reaksi 2

Ketika semua sampel pada masing-masing tabung reaksi sudah siap, maka dilakuka pengambilan larutan HCI. Pengambilan larutan HCI sebanyak 10 tetes menggunakan pipet tetes dan dimasukkkan kedalam sampel 2 atau tabung reaksi dua. Dalam memasukkan larutan H harus berhati-hati jangan sampai terkena kulit.

3. Langkah 3. Penghalusan Nasi dan Penambahannya Pada Sampel

Nasi sebagai sumber karbohidrat digunakan dalam percobaan ini. Nasi ditumbuk dalar lumpuh dan dihaluskan menggunakan alu sampai halus. Tambahkan aquadest agar nas menjadi seperti bubur dan tidak menggumpal. Setelah nasi halus, nasi dimasukkan kedalat masing-masing sampel pada tabung reaksi. Sampel pertama pada tabung reaksi 1 berisikan ai liur dan nasi; Sampel kedua pada tabung reaksi 2 berisikan air liur ditambah larutan HCI tetes dan ditambah nasi; Sedangkan sampel ketiga pada tabung reaksi 3 berisikan air liur yan sudah terlebih dahulu dipanaskan dan ditambbahkan nasi.

4. Langkah 4. Penambahan Reagen Benedict Pada Sampel

Penambahan benedict dilakukan untuk uji glukosa. Masing-masing sampel diberikan pereak: atau reagen benedict sebanyak 10 tetes. Pengambilan dan pemindahan reagen dilakuka dengan menggunakan pipet tetes. Kemudian setelah ditambahakan reagen benedist, masing masing sampel dihomogenkan dengan cara mengocoknya.

5. Langkah 5. Pemanasan Pada Masing-masing Sampel

Setelah larutan pada masing-masing sampel homogen, maka nyalakanlah lampu bunsen da: panaskan masing-masing sampel diatas api bunsen samapi mendidih. Lihatlah perubahan apa yang terjadi pada masing-masing sampel. Untuk larutan yang mengandung glukosa akan:

berwarna merah bata setelah proses pemanasan tersebut


Komentar