Sistem Pertahanan Tubuh
Nama Guru : Ayu Dwi Apriliana, S.Pd.
Mata Pelajaran : Biologi
Kelas : XI 6,4dan 5
Pertemuan :2
Capaian Pembelajaran
Pada akhir fase F, peserta didik memiliki kemampuan mendeskripsikan bioproses yang terjadi dalam sel, dan menganalisis keterkaitan struktur organ pada sistem organ dengan fungsinya serta kelainan atau gangguan yang muncul pada sistem organ tersebut. Selanjutnya peserta didik memiliki kemampuan menerapkan konsep pewarisan sifat, pertumbuhan dan perkembangan dalam kehidupan sehari-hari dan mengevaluasi gagasan baru mengenai evolusi. Konsep-kosep yang dipelajari diterapkan untuk memecahkan masalah kehidupan yang diselesaikan dengan keterampilan proses secara mandiri hingga menciptakan ide atau produk untuk mengatasi permasalah tersebut. Melalui keterampilan proses juga dibangun sikap ilmiah dan profil pelajar pancasila khususnya mandiri, bernalar kritis, kreatif dan bergotong royong.
Tujuan Pembelajaran Peserta Didik dapat memahami apa itu sistem pertahanan tubuh serta kekebalan terhadap penyakit
1. Peserta didik memberi salam, berdoa, (menyanyikan lagu Mars Al Azhar dan Lagu Indoneisa Raya pada jam ke 1) 2. Guru mengecek kehadiran peserta didik dan memberi motivasi 3. Guru menyampaikan tujuan dan manfaat pembelajaran tentang topik yang akan diajarkan 4. Guru menanyakan materi yang telah dipelajari siswa sebelumnya pada pertemuan sebelumnya 5. Guru memberikan beberapa soal mengenai gambar pada materi 6. Guru memberikan penjelasan tentang materi 7. Guru menanyakan soal yang sulit di fahami 8. Guru dan siswa berdiskusi mengerjakan soal 9. Siswa menarik kesimpulan dari materi yang sudah dipelajari 10. Untuk penguatan siswa diminta mengerjakan latihan Sistem Pertahanan Tubuh Terhadap PenyakitSistem pertahanan tubuh terbagi menjadi sistem pertahanan eksternal dan internal. Kedua sistem tersebut bersifat bawaan dan selalu bersiap siaga mengantisipasi munculnya potensi penyakit yang aktif ketika terjadi infeksi atau tidak terjadi infeksi. 1. Pertahanan Ekternal NonspesifikPertahanan eksternal mencegah patogen masuk ke dalam jaringan tubuh sehingga dapat mengurangi risiko terjadinya gangguan kesehatan lebih jauh. Bentuk pertahanan ini dapat berupa pertahanan:
2. Pertahanan Internal Spesifik (Antigen-Antibodi)Sistem pertahanan internal spesifik ditandai dengan pengenalan terhadap patogen spesifik oleh sejumlah tipe sel darah putih (leukosit). Leukosit akan mengenali partikel khas dari patogen yang disebut antigen. Antigen dapat berupa protein, glikoprotein, lipid, polisakarida, dan berbagai zat yang dihasilkan patogen. Leukosit akan membedakan mana komponen yang aman, serta mana komponen asing yang berpotensi membahayakan tubuh hingga perlu dihancurkan. Respon imun yang bersifat bawaan akan berlaku umum untuk semua tipe antigen. Sedangkan, respon imun adaptif memberikan respon yang lebih spesifik dengan pembentukan antibodi untuk setiap antigen yang dikenali. 3. Respon Imun dan Pengenalan TubuhSetiap sel manusia memiliki molekul pengenal di permukaan membrannya yang sering disebut sebagai antigen permukaan sel. Walaupun tidak menstimulasi antibodi dalam tubuh sendiri, molekul ini akan melakukannya jika memasuki tubuh orang lain. Artinya, respon imun akan muncul akibat hadirnya sel dengan antigen permukaan yang asing. Mekanisme ini dapat dijelaskan pada proses transfusi darah serta donor organ antar manusia. 4. Komponen Sistem Pertahanan TubuhLeukosit yang berperan dalam sistem kekebalan tubuh dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu:
\ |
Komentar