Tes Sumatif Sistem Gerak

 Sistem Gerak (Struktur Otot)

Nama Guru            : Ayu Dwi Apriliana, S.Pd.

Mata Pelajaran     : Biologi

Kelas                      : XI 5, 2 dan 3

Pertemuan             :4

Capaian Pembelajaran




Pada akhir fase F, peserta didik memiliki kemampuan mendeskripsikan bioproses yang terjadi dalam sel, dan menganalisis keterkaitan struktur organ pada sistem organ dengan fungsinya serta kelainan atau gangguan yang muncul pada sistem organ tersebut. Selanjutnya peserta didik memiliki kemampuan menerapkan konsep pewarisan sifat, pertumbuhan dan perkembangan dalam kehidupan sehari-hari dan mengevaluasi gagasan baru mengenai evolusi. Konsep-kosep yang dipelajari diterapkan untuk memecahkan masalah kehidupan yang diselesaikan dengan keterampilan proses secara mandiri hingga menciptakan ide atau produk untuk mengatasi permasalah tersebut. Melalui keterampilan proses juga dibangun sikap ilmiah dan profil pelajar pancasila khususnya mandiri, bernalar kritis, kreatif dan bergotong royong. 

 

Tujuan Pembelajaran


1. Menjelaskan fungsi Otot.

2. Menjelaskan struktur Otot.


Materi : Struktur Otot

Metode : Cooperative/Learning

 Strategi : Diskusi/Tanya Jawab

Langkah-langkah Pembelajaran :

1.   Peserta didik memberi salam, berdoa, (menyanyikan lagu Mars Al Azhar dan Lagu Indoneisa Raya pada jam ke 1)

2.   Guru mengecek kehadiran peserta didik dan memberi motivasi

3.  Guru menyampaikan tujuan dan manfaat pembelajaran tentang topik yang akan diajarkan

4. Guru menanyakan materi yang telah dipelajari siswa sebelumnya pada pertemuan sebelumnya

5.   Guru memberikan beberapa soal mengenai gambar pada  struktur otot

6.     Guru memberikan pembahasan soal Mengenai gambar pada  struktur otot

7.      Guru menanyakan soal yang sulit difahami

8.      Guru dan siswa berdiskusi mengerjakan soal yang sulit dikerjakan dan difahami

9.      Siswa menarik kesimpulan

     -Mengenai bagian bagian yang terdapat  pada struktur otot

             -Menganalisis dan mengamati Gambar (Menghafal)

10.  Untuk penguatan siswa diminta mengerjakan latihan latihan soal essay Mengenai gambar pada struktur otot


MATERI

1.      Pengertian & Klasifikasi Otot Manusia 

 

Otot merupakan sebuah jaringan dalam tubuh manusia dan hewan yang memiliki fungsi sebagai penggerak aktif yang menggerakkan tulang yang dilekatinya. Bila kamu sedang beraktivitas, otot akan memendek, atau keadaan ini bisa juga disebut kontraksi. Sedangkan kalau kamu sedang istirahat, otot akan memanjang atau kembali ke ukuran semua, yang disebut juga dengan relaksasi.

Otot diklasifikasikan jadi 3 jenis, yakni otot lurik atau otot rangka (skeletal muscle), otot polos atau otot halus (smooth muscle), dan otot jantung (cardiac muscle). Lantas, apa perbedaan tiga otot ini?

§  Otot rangka

Otot rangka te beratnya mencapai 40% dari total berat tubuh. Gerakan fisik seperti menulis, bicara, berjalan, dan berlari itu ternyata hasil kerja otot rangka, Quipperian. Jaringan otot rangka ini biasanya ada di rmasuk dalam alat gerak aktif. Otot ini melekat pada tulang penyusun rangka tubuh dan dua tulang sepanjang persendian tubuh.

§  Otot polos

Otot ini bisa ditemukan dalam pembuluh darah, sistem reproduksi, saluran pencernaan, saluran udara, dan bagian dalam mata. Otot ini bekerja dengan pengaturan dari sistem saraf tak sadar. Otot polos hanya punya satu inti tunggal dan sel-selnya terbentuk dari gelendong dengan dua ujung meruncing.

§  Otot jantung

Jaringan otot yang satu ini bekerja secara otomatis setiap saat tanpa perlu kamu perintahkan. Fungsinya yakni membuat jantung terus memompa darah ke seluruh tubuh. Pergerakan otot jantung tidak dipengaruhi sinyal saraf pusat tetapi bisa dipengaruhi interaksi saraf simpatetik atau parasimpatetik sehingga memperlambat atau mempercepat laju denyut jantung.

2.      Cara Kerja Otot Manusia

 

Tahu enggak sih kalau sistem otot manusia itu terdiri dari sekitar 650 otot berbeda yang masing-masing punya jaringan otot yang berbeda-beda pula, lho. Otot sendiri terbentuk dari sel-sel khusus yang kita kenal sebagai serabut otot dan melekat pada tulang atau organ dalam serta pembuluh darah.

Tiap jenis otot punya fungsi masing-masing, tapi yang paling utama ialah menciptakan gerakan. Jadi, kamu bisa berjalan dan berlari itu karena ada kombinasi kontraksi antara sendi, tulang, dan otot rangka, Quipperian. Keren banget, kan? Tak hanya bikin kamu bisa jalan dan lari, kontraksi otot pun ikut mengatur postur tubuhmu, stabilitas sendi, serta produksi panas tubuh.

Hampir semua gerakan yang ada di badan kamu adalah hasil kontraksi otot, kecuali gerakan sel darah putih, gerakan silia di saluran napas, dan gerakan sel sperma. 

Cara kerja otot-otot ini ialah dengan memperpendek panjangnya, menarik tendon (pita elastis kuat dari jaringan ikat), serta menggerakkan tulang-tulang jadi lebih dekat. 

3.      Bagian yang Berperan dalam Kerja Otot

 

Berikut ini adalah bagian-bagian otot yang berperan dalam kinerja otot. Yuk, kepoin di bawah!

1.      Miofibril: sel-sel otot yang berbentuk silindris panjang, tersusun dari aktin dan miosin.

2.      Sarkomer: unit struktural dan fungsional terkecil dari kontraksi otot pada miofibril, terdiri dari pita A, pita I, dan zona H.

3.      Aktin: filamen tipis penyusun miofibril, terdapat sisi aktif dan sisi pengikatan.

4.      Miosin: filamen tebal penyusun miofibril, terdapat penonjolan yang disebut kepala miosin.

5.      Tropomiosin: sebuah protein aktin pengikat yang mengatur kontraksi otot.

6.      Troponin: protein kompleks yang melekat pada tropomiosin.

7.       

4.      Mekanisme Kerja Otot


·         Apa itu mekanisme kerja otot?

Mekanisme kerja otot merupakan cara kerja otot dalam menggerakan alat gerak pada tubuh, seperti tangan dan kaki, serta organ-organ lainnya di dalam tubuh. Mekanismenya, otot dalam tubuh akan berkontraksi apabila mendapatkan rangsangan.

Proses kontraksi otot didahului dengan datangnya impuls saraf. Kemudian, ribuan filamen aktin disusun sejajar satu sama lain di sepanjang sel otot, yang diselingi dengan filamen yang lebih tebal, yang terbentuk dari protein (miosin). Kontraksi sel otot pun lalu terjadi, akibat filamen aktin dan miosin yang saling meluncur melewati bagian-bagian lain, yang selanjutnya dapat memperpendek sel otot untuk berkontraksi.

Dalam sel otot, filamen aktin umumnya terletak sejajar dengan filamen miosin tebal. Miosin akan bertindak sebagai molekul motor dengan bantuan lengan yang “menggerakan” kedua jenis filamen itu untuk saling melewati bagian yang lainnya. Kerja sama dari banyaknya filamen yang meluncur seperti ini lah yang membuat seluruh sel otot dapat memendek, sehingga otot dapat melakukan kontraksi.

·         Bagaimana cara kerja otot?

Seperti yang telah dijelaskan tadi, otot bekerja dengan cara berkontraksi ketika mendapat sebuah rangsangan. Kontraksi otot biasanya ditandai dengan otot yang memendek, menegang, dan menggembung pada bagian tengahnya.

Otot akan melakukan kontraksi karena adanya pengaruh dari zat asetilkolin yang peka terhadap rangsangan. Asetikolin tersebut kemudian akan membebaskan ion kalsium → ion kalsium menyebabkan protein otot (aktin + miosin) membentuk aktomiosin → otot menjadi memendek = otot berkontraksi. Sebaliknya, ketika ion kalsium masuk ke plasma sel → aktomiosin pecah menjadi aktin + miosin lagi → otot menjadi lemas = otot relaksasi.

Adanya kontraksi otot lah yang kemudian menyebabkan tulang tertarik, sehingga terjadi gerakan. Bila otot tidak lagi berkontraksi, maka ion kalsium akan kembali ke dalam plasma sel, sehingga menyebabkan lepasnya pelekatan aktin dan myosin, dan otot dapat kembali memanjang, mengendur, dan melemas ke ukuran semula atau disebut juga dengan relaksasi. Untuk melakukan relaksasi, otot juga perlu bantuan gerakan otot-otot lain yang memiliki sifat kerja berlawanan, yaitu otot antagonis dan otot sinergis.

·         Bagaimana sifat kerja otot?

 

a.      Kerja otot berlawanan (antagonis)

Sifat kerja otot yang antagonis ini adalah dua otot yang kerjanya berlawanan, yaitu ketika satu otot berkontraksi, maka otot yang lainnya melakukan relaksasi. Salah satu contoh otot antagonis adalah otot lengan atas, yang terdiri dari otot bisep dan otot trisep.

Arah gerak kerja otot antagonis lainnya, yaitu:

1.      abduktor (gerak menjauhkan) dan adduktor (gerak mendekatkan tungkai dari sumbu tubuh).

2.      depresor (gerak gerak ke arah bawah) dan elevator ( gerak ke arah atas)

3.      supinator (gerak menengadah) dan pronator (gerak menelungkup).

 

b.      Kerja otot bersamaan (sinergis)

Sifat kerja otot yang sinergis adalah dua otot yang bekerja secara bersamaan. Salah satu contoh kerja otot sinergis terjadi pada dua otot pronator yang terletak pada lengan bawah, yaitu otot pronator teres dan otot pronator kuadratus. Kedua otot itu akan bekerja sama untuk menggerakkan telapak tangan agar bergerak menelungkup dan menengadah.

·         Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi mekanisme kerja otot?

Faktor yang mempengaruhi mekanisme kerja otot agar dapat berlangsung, yaitu karena melibatkan ion kalsium (Ca2+), protein regulator tropomiosin, dan protein troponin yang mengontrol posisi tropomiosin pada filamen halus.

Selain itu, berbagai faktor lainnya, seperti jumlah protein, jenis protein, dan waktu konsumsi protein, berperan dalam penguatan dan pembentukan otot-otot tubuh. Tak hanya itu, kebiasaan makan dan tingkat aktivitas, komposisi tubuh, serta usia dan jenis kelamin juga merupakan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi mekanisme kerja otot untuk penguatan dan pembentukan otot.

Menurut Suharno, adapun faktor-faktor penentu kekuatan otot seseorang terdiri dari:

1.      Besar kecilnya potongan melintang (overlapping) filamen aktin dan miosin.

2.      Jumlah fibril otot yang ikut bekerja dalam melawan beban yang emban. Semakin banyak fibril otot yang bekerja, maka kekuatan kontraksi otot juga bertambah besar.

3.      Tergantung dari besar kecilnya rangka tubuh. Semakin besar tulang rangka seseorang, maka semakin besar kekuatan ototnya.

4.      Innervasi otot, baik pusat maupun perifer.

5.      Keadaan zat kimia dalam otot (glikogen dan ATP).

6.      Keadaan tonus otot saat istirahat. Jika tonus otot keika istirahat semakin rendah, maka kekuatan otot tersebut pada saat bekerja akan semakin besar.

7.      Umur dan jenis kelamin. Kedua hal ini tentunya menentukan baik tidaknya kekuatan otot.

 

·         Mekanisme kerja otot biseps dan triseps

Otot bisep dan otot trisep merupakan dua otot yang bekerja secara antagonis, dan terdapat pada lengan atas. Otot bisep terletak di lengan atas bagian depan, dan otot trisep berada pada lengan atas bagian belakang.

Mekanisme kerja kedua otot ini, yaitu dengan bekerja secara berlawanan. Saat otot bisep berkontraksi, maka otot trisep akan melakukan relaksasi, sehingga lengan bawah dapat tertarik ke atas. Sebaliknya, bila otot trisep yang berkontraksi, maka otot bisep yang akan relaksasi, sehingga lengan bawah kembali lurus.

Dalam melakukan gerakan tersebut, otot bisep merupakan otot fleksor (otot yang dapat melakukan gerak membengkokkan) dan otot trisep merupakan otot ekstensor (untuk meluruskan).

·         Tahapan mekanisme kerja otot

Tahapan mekanisme kerja otot dapat dijelaskan melalui teori sliding filament (filamen yang bergeser) yang ditemukan oleh Hansen dan Huxly pada tahun 1955 dalam otot lurik. Hansen dan Huxly menjelaskan, bahwa saat otot berkontraksi tidak terjadi adanya pemendekan filamen, tapi hanya pergeseran filamen-filamen aktin dan miosin.

Melalui pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan mikroskop elektron dan difraksi sinar X, keduanya menemukan dua set filamen, yaitu aktin dan miosin. Aktin dan miosin tersebut bergeser, sehingga otot dapat memendek dan memanjang ketika otot berkontraksi dan berelaksasi.

    Filamen-filamen tersebut pun terdapat di dalam sarkomer yang berada dalam sel otot. Jumlah filamen dalam satu sarkomer bisa mencapai ratusan hingga ribuan filamen, tergantung dengan jenis ototnya. Kumpulan filamen itulah yang membangun 80% massa sarkomer.



Berikut tahapan mekanisme gerak otot berdasarkan teori sliding filament Hansen dan Huxly yang diurutkan dari awal munculnya kontraksi otot, sehingga menjadi siklus mekanisme kerja otot.

1.      Impuls saraf tiba di neuromuscular junction dan menyebabkan terjadinya pembebasan zat asetilkolin yang peka terhadap rangsangan.

2.      Zat asetilkolin kemudian memicu pembebasan ion Ca dari reticulum sarkoplasma.

3.      Ion Ca lalu terikat pada troponin, sehingga terjadi adanya perubahan struktur troponin yang menyebabkan aktifnya tropomiosin.

4.      Kepala miosin akan menarik aktin pada daerah aktif tropomiosin dengan bantuan ATP (adenosine triphospate).

5.      Kepala miosin selanjutnya berubah konfirmasinya, dan berikatan dengan aktin untuk menggerakkan filamen tipis, sehingga zona H menghilang (terjadi kontraksi otot), kemudian ADP (adenosine diphospate) dan Pi dilepaskan, dan membentuk cross-bridge.

6.      Karena ATP berikatan dengan kepala miosin, maka ditahap selanjutnya bisa menyebabkan kepala miosin terpisah dari cross-bridge. Penguraian ATP menjadi ADP dan Pi lah yang kemudian menyebabkan kepala miosin kembali ke konformasi awal (terjadi relaksasi), dan siap memulai siklus mekanisme kerja otot kembali.

7.      Terakhir, supaya siklus mekanisme kerja otot bisa terus berlanjut, maka ATP dan kandungan Ca2+ pada sarkoplasma harus tinggi.

 

1.      Fungsi Otot Manusia

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, setiap otot dalam tubuh manusia punya fungsi masing-masing. Nah, berikut ini beberapa fungsi otot manusia.

§  Bergerak.

§  Bernapas.

§  Mencerna makanan.

§  Mengatur pembuangan air.

§  Membentuk postur tubuh.

§  Melihat.

§  Membantu peredaran darah manusia.

§  Mengatur keseimbangan.

§  Persalinan.

 

2.      Gangguan pada Otot Manusia

§  Hipertrofi: otot berkembang jadi lebih besar.

§  Atrofi: otot mengecil.

§  Distrofi: penurunan fungsi otot karena kelainan genetik.

§  Tetanus: kejang otot.

§  Kram: otot terasa tegang, sulit digerakkan, dan nyeri.

§  Otot robek: robeknya serabut otot.

§  Miastenia gravis: melemahnya otot secara perlahan-lahan hingga lumpuh sampai kematian.

§  Otot terkilir: robeknya otot pada bagian tendon.

§  Kaku leher: gangguan pada otot trapesius hingga leher terasa kaku.

§  Hernia abdominalis: sobeknya otot dinding perut hingga usus turun ke bawah dan masuk dalam rongga perut.

 

SOAL

1.      Apa saja tiga kategori otot?

a.    Tendon, Ligamen, Sendi

b.   Jantung, Halus, Rangka

c.    Fleksi, Halus, Ekstensi

d.   rangka, berserat, halus

 

2.      Otot polos bertanggung jawab untuk

a.       Gerakan tubuh yang disengaja.

b.      Melaksanakan sebagian besar proses tak sadar seperti pencernaan serta memompa darah melalui arteri.

c.       Kontrol semua gerakan tak sadar

d.      Tidak ada yang di atas

 

3.      Otot rangka bertanggung jawab untuk

a.       Melaksanakan sebagian besar proses tak sadar seperti pencernaan serta memompa darah melalui arteri.

b.      Pengendalian sebagian besar gerakan tak sadar

c.       Gerakan tubuh yang disengaja.

d.      Tidak ada yang di atas.

 

4.      Berapa jumlah otot dalam tubuh manusia?

a.       340

b.      560

c.       640

d.      860

 

5.      Tendon menghubungkan tulang dan

a.       Tulang

b.      Ligamen

c.       Otot

d.      Tulang rawan

 

6.      Manakah dari berikut ini yang dihubungkan oleh ligamen? 

a.       Tulang rawan ke tulang

b.      Otot sampai ke tulang

c.       Tulang ke Tulang

d.      Tendon ke otot

 

7.       Ada berapa jenis otot dalam tubuh?

a.       4

b.      2

c.       3

d.      5

 

8.      Di mana otot jantung ditemukan?

a.       Kulit

b.      Paru-paru

c.       Tulang

d.      Jantung

 

9.      Otot volunter adalah

a.       Kontrol atas otot 

b.      Tidak ada kontrol atas otot

c.       Fungsi otot secara otomatis

d.      Otot-otot menyatu

 

10.  Kumpulan jaringan elastis yang melakukan berbagai fungsi disebut

a.       Tendon

b.      Ligamen

c.       Sendi

d.      Otot

 

11.  Pernapasan tanpa oksigen adalah

a.       Anaerobik

b.      Aerobik

c.       Pengunyahan

d.      Tidak ada yang di atas

 

12.  Apa yang membuat otot menjadi kuat?

a.       Diet

b.      Sedang tidur

c.       Makanan

d.      Olahraga

 

13.   Cairan yang dihasilkan selama kontraksi otot karena pemecahan anaerobik adalah

a.       Glukosa

b.      Oksigen

c.       Asam Laktat

d.      Gula


14.  Penggunaan oksigen untuk memecah makanan untuk pembentukan energi adalah

a.       Respirasi anaerobic

b.      Respirasi aerobic

c.       Respirasi Seluler

d.      Oksigen

 

15.  Otot adalah suatu?

a.       Sistem besar

b.      Sistem organ

c.       Sistem yang unik

d.      Sistem kecil

Komentar