Sistem Gerak (Struktur Otot)
Nama Guru : Ayu Dwi Apriliana, S.Pd.
Mata Pelajaran : Biologi
Kelas : XI 5,2 dan 3
Pertemuan :1
Capaian Pembelajaran
Pada akhir fase F, peserta didik memiliki kemampuan mendeskripsikan bioproses yang terjadi dalam sel, dan menganalisis keterkaitan struktur organ pada sistem organ dengan fungsinya serta kelainan atau gangguan yang muncul pada sistem organ tersebut. Selanjutnya peserta didik memiliki kemampuan menerapkan konsep pewarisan sifat, pertumbuhan dan perkembangan dalam kehidupan sehari-hari dan mengevaluasi gagasan baru mengenai evolusi. Konsep-kosep yang dipelajari diterapkan untuk memecahkan masalah kehidupan yang diselesaikan dengan keterampilan proses secara mandiri hingga menciptakan ide atau produk untuk mengatasi permasalah tersebut. Melalui keterampilan proses juga dibangun sikap ilmiah dan profil pelajar pancasila khususnya mandiri, bernalar kritis, kreatif dan bergotong royong.
Tujuan Pembelajaran 1. Menjelaskan fungsi Otot. 2. Menjelaskan struktur Otot. Materi : Struktur Otot Metode : Cooperative/Learning Strategi : Diskusi/Tanya Jawab Langkah-langkah Pembelajaran : 1. Peserta didik memberi salam, berdoa, (menyanyikan lagu Mars Al Azhar dan Lagu Indoneisa Raya pada jam ke 1) 2. Guru mengecek kehadiran peserta didik dan memberi motivasi 3. Guru menyampaikan tujuan dan manfaat pembelajaran tentang topik yang akan diajarkan 4. Guru menanyakan materi yang telah dipelajari siswa sebelumnya pada pertemuan sebelumnya 5. Guru memberikan beberapa soal mengenai gambar pada struktur otot 6. Guru memberikan pembahasan soal Mengenai gambar pada struktur otot 7. Guru menanyakan soal yang sulit difahami 8. Guru dan siswa berdiskusi mengerjakan soal yang sulit dikerjakan dan difahami 9. Siswa menarik kesimpulan -Mengenai bagian bagian yang terdapat pada struktur otot -Menganalisis dan mengamati Gambar (Menghafal) 10. Untuk penguatan siswa diminta mengerjakan latihan latihan soal essay Mengenai gambar pada struktur otot MATERI 1.
Pengertian
& Klasifikasi Otot Manusia
Otot merupakan sebuah jaringan dalam
tubuh manusia dan hewan yang memiliki fungsi sebagai penggerak aktif yang
menggerakkan tulang yang dilekatinya. Bila kamu sedang beraktivitas, otot akan
memendek, atau keadaan ini bisa juga disebut kontraksi. Sedangkan
kalau kamu sedang istirahat, otot akan memanjang atau kembali ke ukuran semua,
yang disebut juga dengan relaksasi. Otot diklasifikasikan jadi 3 jenis,
yakni otot lurik atau otot rangka (skeletal muscle), otot polos atau
otot halus (smooth muscle), dan otot jantung (cardiac muscle). Lantas,
apa perbedaan tiga otot ini? § Otot
rangka Otot rangka te beratnya mencapai 40%
dari total berat tubuh. Gerakan fisik seperti menulis, bicara, berjalan, dan
berlari itu ternyata hasil kerja otot rangka, Quipperian. Jaringan otot rangka
ini biasanya ada di rmasuk dalam alat gerak aktif. Otot ini melekat pada tulang
penyusun rangka tubuh dan dua tulang sepanjang persendian tubuh. § Otot
polos Otot ini bisa ditemukan dalam
pembuluh darah, sistem reproduksi, saluran pencernaan, saluran udara, dan
bagian dalam mata. Otot ini bekerja dengan pengaturan dari sistem saraf tak
sadar. Otot polos hanya punya satu inti tunggal dan sel-selnya terbentuk dari
gelendong dengan dua ujung meruncing. § Otot
jantung Jaringan otot yang satu ini bekerja
secara otomatis setiap saat tanpa perlu kamu perintahkan. Fungsinya yakni
membuat jantung terus memompa darah ke seluruh tubuh. Pergerakan otot jantung
tidak dipengaruhi sinyal saraf pusat tetapi bisa dipengaruhi interaksi saraf
simpatetik atau parasimpatetik sehingga memperlambat atau mempercepat laju
denyut jantung. 2.
Cara
Kerja Otot Manusia
Tahu
enggak sih kalau sistem otot manusia itu terdiri dari sekitar 650 otot berbeda
yang masing-masing punya jaringan otot yang berbeda-beda pula, lho. Otot
sendiri terbentuk dari sel-sel khusus yang kita kenal sebagai serabut otot dan
melekat pada tulang atau organ dalam serta pembuluh darah. Tiap
jenis otot punya fungsi masing-masing, tapi yang paling utama ialah menciptakan
gerakan. Jadi, kamu bisa berjalan dan berlari itu karena ada kombinasi
kontraksi antara sendi, tulang, dan otot rangka, Quipperian. Keren banget, kan?
Tak hanya bikin kamu bisa jalan dan lari, kontraksi otot pun ikut mengatur
postur tubuhmu, stabilitas sendi, serta produksi panas tubuh. Hampir
semua gerakan yang ada di badan kamu adalah hasil kontraksi otot, kecuali
gerakan sel darah putih, gerakan silia di saluran napas, dan gerakan sel
sperma. Cara
kerja otot-otot ini ialah dengan memperpendek panjangnya, menarik tendon (pita
elastis kuat dari jaringan ikat), serta menggerakkan tulang-tulang jadi lebih
dekat. 3.
Bagian
yang Berperan dalam Kerja Otot
Berikut ini adalah bagian-bagian
otot yang berperan dalam kinerja otot. Yuk, kepoin di bawah! 1. Miofibril: sel-sel otot yang
berbentuk silindris panjang, tersusun dari aktin dan miosin. 2. Sarkomer: unit struktural dan fungsional
terkecil dari kontraksi otot pada miofibril, terdiri dari pita A, pita I, dan
zona H. 3. Aktin: filamen tipis penyusun
miofibril, terdapat sisi aktif dan sisi pengikatan. 4. Miosin: filamen tebal penyusun
miofibril, terdapat penonjolan yang disebut kepala miosin. 5. Tropomiosin: sebuah protein aktin
pengikat yang mengatur kontraksi otot. 6. Troponin: protein kompleks yang
melekat pada tropomiosin. 7. 4.
Mekanisme
Kerja Otot ·
Apa
itu mekanisme kerja otot?Mekanisme kerja otot merupakan cara kerja otot dalam
menggerakan alat gerak pada tubuh, seperti tangan dan kaki, serta organ-organ
lainnya di dalam tubuh. Mekanismenya, otot dalam tubuh akan berkontraksi
apabila mendapatkan rangsangan. Proses kontraksi otot didahului dengan datangnya impuls
saraf. Kemudian, ribuan filamen aktin disusun sejajar satu sama lain di
sepanjang sel otot, yang diselingi dengan filamen yang lebih tebal, yang
terbentuk dari protein (miosin). Kontraksi sel otot pun lalu terjadi, akibat
filamen aktin dan miosin yang saling meluncur melewati bagian-bagian lain, yang
selanjutnya dapat memperpendek sel otot untuk berkontraksi. Dalam sel otot, filamen aktin umumnya terletak sejajar dengan
filamen miosin tebal. Miosin akan bertindak sebagai molekul motor dengan
bantuan lengan yang “menggerakan” kedua jenis filamen itu untuk saling melewati
bagian yang lainnya. Kerja sama dari banyaknya filamen yang meluncur seperti
ini lah yang membuat seluruh sel otot dapat memendek, sehingga otot dapat
melakukan kontraksi. ·
Bagaimana
cara kerja otot?Seperti yang telah dijelaskan tadi, otot bekerja dengan cara
berkontraksi ketika mendapat sebuah rangsangan. Kontraksi otot biasanya
ditandai dengan otot yang memendek, menegang, dan menggembung pada bagian
tengahnya. Otot akan melakukan kontraksi karena adanya pengaruh dari zat
asetilkolin yang peka terhadap rangsangan. Asetikolin tersebut kemudian akan
membebaskan ion kalsium → ion kalsium menyebabkan protein otot (aktin + miosin)
membentuk aktomiosin → otot menjadi memendek = otot berkontraksi. Sebaliknya,
ketika ion kalsium masuk ke plasma sel → aktomiosin pecah menjadi aktin +
miosin lagi → otot menjadi lemas = otot relaksasi. Adanya kontraksi otot lah yang kemudian menyebabkan tulang
tertarik, sehingga terjadi gerakan. Bila otot tidak lagi berkontraksi, maka ion
kalsium akan kembali ke dalam plasma sel, sehingga menyebabkan lepasnya
pelekatan aktin dan myosin, dan otot dapat kembali memanjang, mengendur, dan
melemas ke ukuran semula atau disebut juga dengan relaksasi. Untuk melakukan
relaksasi, otot juga perlu bantuan gerakan otot-otot lain yang memiliki sifat
kerja berlawanan, yaitu otot antagonis dan otot sinergis. ·
Bagaimana
sifat kerja otot?a.
Kerja otot berlawanan
(antagonis)Sifat kerja otot yang antagonis ini adalah dua otot yang
kerjanya berlawanan, yaitu ketika satu otot berkontraksi, maka otot yang
lainnya melakukan relaksasi. Salah satu contoh otot antagonis adalah otot
lengan atas, yang terdiri dari otot bisep dan otot trisep. Arah gerak kerja otot antagonis lainnya, yaitu: 1.
abduktor (gerak menjauhkan) dan adduktor
(gerak mendekatkan tungkai dari sumbu tubuh). 2.
depresor (gerak gerak ke arah bawah) dan
elevator ( gerak ke arah atas) 3.
supinator (gerak menengadah) dan
pronator (gerak menelungkup).
b. Kerja otot bersamaan (sinergis)Sifat kerja otot yang sinergis adalah dua otot yang bekerja
secara bersamaan. Salah satu contoh kerja otot sinergis terjadi pada dua otot
pronator yang terletak pada lengan bawah, yaitu otot pronator teres dan otot
pronator kuadratus. Kedua otot itu akan bekerja sama untuk menggerakkan telapak
tangan agar bergerak menelungkup dan menengadah. ·
Apa
saja faktor-faktor yang mempengaruhi mekanisme kerja otot?Faktor yang mempengaruhi mekanisme kerja otot agar dapat
berlangsung, yaitu karena melibatkan ion kalsium (Ca2+), protein regulator
tropomiosin, dan protein troponin yang mengontrol posisi tropomiosin pada
filamen halus. Selain itu, berbagai faktor lainnya, seperti jumlah protein,
jenis protein, dan waktu konsumsi protein, berperan dalam penguatan dan
pembentukan otot-otot tubuh. Tak hanya itu, kebiasaan makan dan tingkat
aktivitas, komposisi tubuh, serta usia dan jenis kelamin juga merupakan
faktor-faktor yang dapat mempengaruhi mekanisme kerja otot untuk penguatan dan
pembentukan otot. Menurut Suharno, adapun faktor-faktor penentu kekuatan otot seseorang
terdiri dari: 1.
Besar kecilnya potongan melintang
(overlapping) filamen aktin dan miosin. 2.
Jumlah fibril otot yang ikut bekerja
dalam melawan beban yang emban. Semakin banyak fibril otot yang bekerja, maka
kekuatan kontraksi otot juga bertambah besar. 3.
Tergantung dari besar kecilnya rangka
tubuh. Semakin besar tulang rangka seseorang, maka semakin besar kekuatan
ototnya. 4.
Innervasi otot, baik pusat maupun
perifer. 5.
Keadaan zat kimia dalam otot (glikogen
dan ATP). 6.
Keadaan tonus otot saat istirahat. Jika
tonus otot keika istirahat semakin rendah, maka kekuatan otot tersebut pada
saat bekerja akan semakin besar. 7.
Umur dan jenis kelamin. Kedua hal ini
tentunya menentukan baik tidaknya kekuatan otot. ·
Mekanisme kerja otot
biseps dan trisepsOtot bisep dan otot trisep merupakan dua otot yang bekerja
secara antagonis, dan terdapat pada lengan atas. Otot bisep terletak di lengan
atas bagian depan, dan otot trisep berada pada lengan atas bagian belakang. Mekanisme kerja kedua otot ini, yaitu dengan bekerja secara
berlawanan. Saat otot bisep berkontraksi, maka otot trisep akan melakukan
relaksasi, sehingga lengan bawah dapat tertarik ke atas. Sebaliknya, bila otot
trisep yang berkontraksi, maka otot bisep yang akan relaksasi, sehingga lengan
bawah kembali lurus. Dalam melakukan gerakan tersebut, otot bisep merupakan otot
fleksor (otot yang dapat melakukan gerak membengkokkan) dan otot trisep
merupakan otot ekstensor (untuk meluruskan). ·
Tahapan
mekanisme kerja ototTahapan mekanisme kerja otot dapat dijelaskan melalui teori
sliding filament (filamen yang bergeser) yang ditemukan oleh Hansen dan Huxly
pada tahun 1955 dalam otot lurik. Hansen dan Huxly menjelaskan, bahwa saat otot
berkontraksi tidak terjadi adanya pemendekan filamen, tapi hanya pergeseran
filamen-filamen aktin dan miosin. Melalui pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan
mikroskop elektron dan difraksi sinar X, keduanya menemukan dua set filamen,
yaitu aktin dan miosin. Aktin dan miosin tersebut bergeser, sehingga otot dapat
memendek dan memanjang ketika otot berkontraksi dan berelaksasi. Filamen-filamen tersebut pun terdapat di dalam sarkomer yang berada dalam sel otot. Jumlah filamen dalam satu sarkomer bisa mencapai ratusan hingga ribuan filamen, tergantung dengan jenis ototnya. Kumpulan filamen itulah yang membangun 80% massa sarkomer. Berikut tahapan
mekanisme gerak otot berdasarkan teori sliding filament Hansen dan Huxly yang
diurutkan dari awal munculnya kontraksi otot, sehingga menjadi siklus mekanisme
kerja otot. 1.
Impuls saraf tiba di neuromuscular
junction dan menyebabkan terjadinya pembebasan zat asetilkolin yang peka
terhadap rangsangan. 2.
Zat asetilkolin kemudian memicu
pembebasan ion Ca dari reticulum sarkoplasma. 3.
Ion Ca lalu terikat pada troponin,
sehingga terjadi adanya perubahan struktur troponin yang menyebabkan aktifnya
tropomiosin. 4.
Kepala miosin akan menarik aktin pada
daerah aktif tropomiosin dengan bantuan ATP (adenosine triphospate). 5.
Kepala miosin selanjutnya berubah
konfirmasinya, dan berikatan dengan aktin untuk menggerakkan filamen tipis,
sehingga zona H menghilang (terjadi kontraksi otot), kemudian ADP (adenosine
diphospate) dan Pi dilepaskan, dan membentuk cross-bridge. 6.
Karena ATP berikatan dengan kepala
miosin, maka ditahap selanjutnya bisa menyebabkan kepala miosin terpisah dari
cross-bridge. Penguraian ATP menjadi ADP dan Pi lah yang kemudian menyebabkan
kepala miosin kembali ke konformasi awal (terjadi relaksasi), dan siap memulai
siklus mekanisme kerja otot kembali. 7.
Terakhir, supaya siklus mekanisme kerja
otot bisa terus berlanjut, maka ATP dan kandungan Ca2+ pada sarkoplasma harus
tinggi.
1.
Fungsi
Otot Manusia Seperti yang sudah dibahas
sebelumnya, setiap otot dalam tubuh manusia punya fungsi masing-masing. Nah,
berikut ini beberapa fungsi otot manusia. § Bergerak. § Bernapas. § Mencerna makanan. § Mengatur pembuangan air. § Membentuk postur tubuh. § Melihat. § Membantu peredaran darah manusia. § Mengatur keseimbangan. § Persalinan.
2.
Gangguan
pada Otot Manusia § Hipertrofi: otot berkembang jadi
lebih besar. § Atrofi: otot mengecil. § Distrofi: penurunan fungsi otot
karena kelainan genetik. § Tetanus: kejang otot. § Kram: otot terasa tegang, sulit
digerakkan, dan nyeri. § Otot robek: robeknya serabut otot. § Miastenia gravis: melemahnya otot
secara perlahan-lahan hingga lumpuh sampai kematian. § Otot terkilir: robeknya otot pada
bagian tendon. § Kaku leher: gangguan pada otot
trapesius hingga leher terasa kaku. § Hernia abdominalis: sobeknya otot
dinding perut hingga usus turun ke bawah dan masuk dalam rongga perut.
SOAL 1. Apa saja tiga kategori otot? a.
Tendon,
Ligamen, Sendi b.
Jantung,
Halus, Rangka c.
Fleksi,
Halus, Ekstensi d.
rangka,
berserat, halus
2.
Otot
polos bertanggung jawab untuk a.
Gerakan
tubuh yang disengaja. b.
Melaksanakan
sebagian besar proses tak sadar seperti pencernaan serta memompa darah melalui
arteri. c.
Kontrol
semua gerakan tak sadar d.
Tidak
ada yang di atas
3.
Otot
rangka bertanggung jawab untuk a.
Melaksanakan
sebagian besar proses tak sadar seperti pencernaan serta memompa darah melalui
arteri. b.
Pengendalian
sebagian besar gerakan tak sadar c.
Gerakan
tubuh yang disengaja. d.
Tidak
ada yang di atas.
4.
Berapa
jumlah otot dalam tubuh manusia? a.
340 b.
560 c.
640 d.
860
5.
Tendon
menghubungkan tulang dan a.
Tulang b.
Ligamen c.
Otot d.
Tulang
rawan
6.
Manakah
dari berikut ini yang dihubungkan oleh ligamen? a.
Tulang
rawan ke tulang b.
Otot
sampai ke tulang c.
Tulang
ke Tulang d.
Tendon
ke otot
7.
Ada berapa jenis otot dalam tubuh? a.
4 b.
2 c.
3 d.
5
8.
Di
mana otot jantung ditemukan? a.
Kulit b.
Paru-paru c.
Tulang d.
Jantung
9.
Otot
volunter adalah a.
Kontrol
atas otot b.
Tidak
ada kontrol atas otot c.
Fungsi
otot secara otomatis d.
Otot-otot
menyatu
10.
Kumpulan
jaringan elastis yang melakukan berbagai fungsi disebut a.
Tendon b.
Ligamen c.
Sendi d.
Otot
11.
Pernapasan
tanpa oksigen adalah a.
Anaerobik b.
Aerobik c.
Pengunyahan d.
Tidak
ada yang di atas
12.
Apa
yang membuat otot menjadi kuat? a.
Diet b.
Sedang
tidur c.
Makanan d.
Olahraga
13.
Cairan yang dihasilkan selama kontraksi otot
karena pemecahan anaerobik adalah a.
Glukosa b.
Oksigen c.
Asam
Laktat d.
Gula
14.
Penggunaan
oksigen untuk memecah makanan untuk pembentukan energi adalah a.
Respirasi
anaerobic b.
Respirasi
aerobic c.
Respirasi
Seluler d.
Oksigen
15. Otot adalah suatu? a.
Sistem
besar b.
Sistem
organ c.
Sistem
yang unik d.
Sistem
kecil
|

Komentar