Sistem Gerak (Susunan Rangka Manusia)
Nama Guru : Ayu Dwi Apriliana, S.Pd.
Mata Pelajaran : Biologi
Kelas : XI 1
Pertemuan :3
Capaian Pembelajaran
Pada akhir fase F, peserta didik memiliki kemampuan mendeskripsikan bioproses yang terjadi dalam sel, dan menganalisis keterkaitan struktur organ pada sistem organ dengan fungsinya serta kelainan atau gangguan yang muncul pada sistem organ tersebut. Selanjutnya peserta didik memiliki kemampuan menerapkan konsep pewarisan sifat, pertumbuhan dan perkembangan dalam kehidupan sehari-hari dan mengevaluasi gagasan baru mengenai evolusi. Konsep-kosep yang dipelajari diterapkan untuk memecahkan masalah kehidupan yang diselesaikan dengan keterampilan proses secara mandiri hingga menciptakan ide atau produk untuk mengatasi permasalah tersebut. Melalui keterampilan proses juga dibangun sikap ilmiah dan profil pelajar pancasila khususnya mandiri, bernalar kritis, kreatif dan bergotong royong.
Tujuan Pembelajaran 1. Menjelaskan fungsi rangka. 2. Menjelaskan struktur rangka. Materi : Susunan Rangka Manusia Metode : Cooperative/Learning Strategi : Diskusi/Tanya Jawab Langkah-langkah Pembelajaran : 1. Peserta didik memberi salam, berdoa, (menyanyikan lagu Mars Al Azhar dan Lagu Indoneisa Raya pada jam ke 1) 2. Guru mengecek kehadiran peserta didik dan memberi motivasi 3. Guru menyampaikan tujuan dan manfaat pembelajaran tentang topik yang akan diajarkan 4. Guru menanyakan materi yang telah dipelajari siswa sebelumnya pada pertemuan sebelumnya 5. Guru memberikan beberapa soal mengenai gambar pada rangka manusia 6. Guru memberikan pembahasan soal Mengenai gambar pada rangka manusia 7. Guru menanyakan soal yang sulit difahami 8. Guru dan siswa berdiskusi mengerjakan soal yang sulit dikerjakan dan difahami 9. Siswa menarik kesimpulan -Mengenai bagian bagian yang terdapat pada rangka manusia -Menganalisis dan mengamati Gambar (Menghafal) 10. Untuk penguatan siswa diminta mengerjakan latihan latihan soal essay Mengenai gambar pada rangka manusia Susunan rangka pada manusia A. Bagian Kepala 1.
Tulang Ubun-Ubun
(Parietal) = 2 2.
Tulang Dahi (Frontal)
= 1 3.
Tulang Pelipis
(Temporal) = 2 4.
Tulang Baji (Sphenoid)
= 2 5.
Tulang Kepala Belakang
(Oksipital) = 1 6.
Tulang Tapis
(Ethomoid) = 2 B. Bagian Muka 1.
Rahang Atas (Maksila)
= 2 2.
Rahang Bawah
(Mandibula) = 2 3.
Tl. pipi (zigomatik) =
2 4.
Tl. langit-langit
(palatum) = 2 5.
Tl. hidung (nasal) = 2 Fungsi
Rangka Berikut Ini Merupakan Fungsi Rangka Manusia.
Rangka menyediakan kerangka bagi tubuh
sehingga menyokong dan menjaga bentuk tubuh.
Tulang-tulang yang menyusun rangka tubuh
manusia menjadi tempat melekatnya otot. Tulang dan otot ini bersama-sama
memungkinkan terjadinya pergerakan pada manusia.
Pergerakan pada hewan bertulang belakang
(vertebrae) bergantung kepada otot rangka, yang melekat pada rangka tulang.
Sumsum tulang menghasilkan beberapa sel-sel
imunitas. Contohnya adalah limfosit B yang membentuk antibodi.
Rangka tubuh melindungi beberapa organ vital
yakni :
Rangka tubuh adalah tempat terjadinya
haematopoiesis, yaitu tempat pembentukan sel darah. Sumsum tulang merupakan
tempat pembentukan sel darah 6.Penyimpanan Matriks tulang dapat menyimpan kalsium dan
terlibat dalam metabolisme kalsium. Sumsum tulang mampu menyimpan zat besi
dalam bentuk ferritin dan terlibat dalam metabolisme zat besi. Susunan Rangka Pada Manusia Kerangka tubuh manusia terdiri dari susunan
berbagai macam tulang yang satu sama lainnya saling berhubungan, terdiri dari:
Tulang kepala/Tengkorang (cranium)
Tulang tengkorak terdiri atas dua
bagian, yaitu tengkorak otak (neuro cranial) dan tengkorak wajah (fasial
cranial).
Tengkorak otak terdiri dari tulang-tulang yang
dihubungkan satu sama lain oleh tulang bergerigi yang disebut sutura, banyaknya
8 buah dan terdiri dari bagian yaitu: 1) Kubah tengkorak, terdiri dari:
2) Dasar tengkorak, terdiri dari:
3) Samping tengkorak (os temporal): tulang
pelipis. Pada neuro cranial terdapat celah yang
memisahkan antara tulang yang disebut sutura. Ada 3 buah sutura yaitu:
Di neuro cranial juga terdapat fontanel yaitu
rongga pada ubun-ubun. Fontanel ini akan tertutup sempurna pada usia 18 bulan.
Terdapat 2 fontanel, yaitu fontanel anterior (fontanel depan) dan fontanel posterior
(fontanel belakang).
Pada manusia bentuknya lebih kecil dari neuro
cranial, di dalalmnya terdapat rongga-rongga yang membentuk rongga mulut (kavum
oris), rongga hidung (kavum nasi) dan rongga rongga mata (kavum orbita). Fasial cranial dibagi atas 2 bagian, yaitu: 1)
Bagian hidung (nasalis)
2) Bagian rahang
Kerangka
Dada (Torax)
Kerangka dada dibentuk oleh
susunan tulang yang melindungi rongga dada yang terdiri dari :
Tulang dada menjadi tonggak dinding depan dari
toraks (rongga dada) bentuknya gepeng dan sedikit melear, yang terdiri
atas 3 bagian yaitu:
Os kosta banyaknya 24 buah, kiri dan kanan,
bagian depan berhubungan dengan tulang sternum dan bagian belakang berhubungan
dengan ruas-ruas tulang belakang (veterbra torakalis). Tulang iga dibagi 3
macam:
Jumlanya sesuai dengan jumlah kosta, dan
menjadi tempat melekatnya kosta. Tulang Belakang (Os Vertebrae) Bagian dari ruas tulang-tulang belakang
terdiri dari:
Diantara ruas-ruas tulang
belakang tedapat sebuah bantalan yang berasal dari tulang rawan fibrosa yang
disebut discus intevetebralis. Gelang
Panggul (Ol Pelvis)
Tulang pelvis adalah penghubung
antara badan dan anggota bawah yaitu tualng sacrum dan koksigis yang bersendi
satu dengan yang lainnya pada simfisis pubis. Tulang
pelvis dibentuk dari :
Pada gelang panggul terdapat
pintu panggul yang dibagi atas 2 bagian, yaitu:
Kerangka Anggota Gerak Atas (Extremitas Superior)
Extremitas superior dikaitkan
dengan kerangka bada dengan perantaraan gelang bahu yang terdiri dari scapula
dan klavikula. Tulang-tulang yang membentuk kerangka lengan antara lain:
Yaitu persendian yang
menghubungkan lengan dengan badan. Bagian ini dibentuk oleh dua buah tulang
yaitu os scapula (tulang belikat) dan os klavikula (tulang selangka).
Merupakan tulang pangkal lengan
yang mempunyai tulang panjang seperti tongkat. Bagian yang mempunya hubungan
dengan bahu bentuknya bundar berbentuk kepala sendi yang disebut kaput humeri.
Pada kaput humeri ini terdapat tonjolan yang disebut tuberkel mayor dan minor.
Pada bagian bawah terdapat lekukan yang disebut kolumna humeri.
Yaitu tulang bawah yang
lekukannya sejajar dengan tulang jari kelingking arah ke siku mempunyai taju
yang disebut prosesus olekrani, gunanya ialah tempat melekatnya otot dan
menjaga agar siku tidak membengkok ke belakang. ·
Radius
(tulang pengumpil)
Letaknya bagia lateral, sejajar
dengan ibu jari. Di bagian yang berhubungan dengan humerus dataran sendinya
berbentuk bundar yang memungkinkan lengan bawah dapat berputar atau terlungkup.
Terdiri dari 8 tulang tersusun
dalam dua bari:
Terdiri dari tulang pipa pendek,
banyaknya 5 buah setiap batang. Mempunyai dua ujung yang bersendi dengan tulang
karpalia dan bersendi dengan falangus atau tulang jari.
Terdiri dari tulang pipa pendek
yang banyaknya 14 buah, dibentuk dalam 5 bagian tulang yang berhubungan dengan
metakarpalia perantaraan persendian. Kerangka Anggota Gerak Bawah (Ektremitas Inferior)
Tulang ini dikaitkan pada batang
tubuh dengan perantaraan gelang panggul, terdiri dari 31 pasang tulang koksa
(tulang pangkal paha), femur (tulang paha), tibia (tulang kering), fibula
(tulang betis), patela (tempurung lutut), tarsalia (tulang pangkal kaki), metatarsalia
(tulang telapak kaki), dan falang (ruas jari kaki).
Tulang koksa membentuk gelang
panggul. Letaknya di setiap sis dan di depan bersatu dengan simpisis pubis dan
membentuk sebagian besar tulang pelvis. Os koksa terdiri dari os ilium (tulang
usus), os pubis (tulang kemaluan) dan os iski (tulang duduk).
Merupakan tulang pipa terpanjang
dan terbesar. Kepala sendinya disebut kaput femoris, pada kolumna femoris
terdapat taju yang disebut trokanter mayor dan minor. Dibagian ujung membentuk
persendian lutut, terdapat dua buah tonjolan yang disebut kondilus medialis dan
kondilus lateralis. Os tibia dan fibularis merupakan
tulang yang bentuk persendian lutut dengan os femur. Pada ujungnya tedapat
tonjolan yang disebut os maleolus atau mata kaki luar. Os tibia bentuknya lebih
kecil, pada bagian pangkal meletak os fibula, pada bagian ujung mementuk
persendian dengan tulang pangkal kaki dan terdapat taju yang disebut os
maleolus medialis.
Os tarsalia dihubungkan dengan
tulang bawah oleh sendi pergelangan kaki. Terdiri dari tulang-tulang kecil yang
banyaknya 5 buah yaitu :
Metatarsalia (tulang
telapak kaki)
Terdiri dari tulang-tulang pendek
yang banyaknya 5 buah, yang masing-masing berhubungan dengan tarsus dan
falangus dengan perantaraan persendian. Falangus (ruas jari tangan)
Ruas jari kaki merupakan
tulang-tulang pendek yang masing-masing terdiri atas 3 ruas kecuali ibu jari
kaki banyaknya 2 ruas. Lengkung kaki tedapat 4 lengkung medial terbentuk dari
belakang ke depan kalkaneus. Langkung lateralis oleh kalkaneus kuboidea dan 2
tulang metatarsal. Lengkung melingkang dibentuk oleh tulang tarsal, dan lengkung
tranversal anterior dibentuk oleh kepala tulang metatarsal pertama dan kelima. LATIHAN SOAL 1.
Rangka merupakan alat gerak pasif pada manusia yang
terdiri atas kumpulan tulang pada manusia. secara umum fungsi rangka yang benar
adalah ... 2.
Jaringan tubuh (somatis) merupakanjaringan yang terdapat
pada tubuh hewan sepanjang hidupnya. jaringan tubuh pada hewan dibagi menjadi 4
jaringan utama diantaranya ... 3.
Perhatikan ciri-ciri jaringan hewan berikut ini : 1) Sel-selnya tersusun
rapat. Dari ciri-ciri tersebut,
merupakan jaringan ... 4.
Perhatikan macam-macam tulang manusia berikut ini : 1. emporal Yang termasuk kedalam rangka aksial (tulang yang
melindungi organ) ditunjukkan oleh nomor ... 5.
Rangka aksial terbagi atas 3 bagian yaitu tulang
tengkorak, tulang belakang dan tulang dada + rusuk. tulang belakang terdiri
atas 33 ruas yang terbagi atas ...
|


Komentar