Sistem Gerak (Osifikasi)
Nama Guru : Ayu Dwi Apriliana, S.Pd.
Mata Pelajaran : Biologi
Kelas : XI 1
Pertemuan :2
Capaian Pembelajaran
Pada akhir fase F, peserta didik memiliki kemampuan mendeskripsikan bioproses yang terjadi dalam sel, dan menganalisis keterkaitan struktur organ pada sistem organ dengan fungsinya serta kelainan atau gangguan yang muncul pada sistem organ tersebut. Selanjutnya peserta didik memiliki kemampuan menerapkan konsep pewarisan sifat, pertumbuhan dan perkembangan dalam kehidupan sehari-hari dan mengevaluasi gagasan baru mengenai evolusi. Konsep-kosep yang dipelajari diterapkan untuk memecahkan masalah kehidupan yang diselesaikan dengan keterampilan proses secara mandiri hingga menciptakan ide atau produk untuk mengatasi permasalah tersebut. Melalui keterampilan proses juga dibangun sikap ilmiah dan profil pelajar pancasila khususnya mandiri, bernalar kritis, kreatif dan bergotong royong.
Tujuan Pembelajaran 1. Menjelaskan fungsi rangka. 2. Menjelaskan struktur rangka. 3. Menjelaskan osifikasi 4. Membedakan tulang rawan dan tulang keras. 5. Mengidentifikasi jenis tulang berdasarkan bentuknya. 6. Menguraikan hubungan antartulang Materi : Osifikasi (Pembentukan Tulang ) Metode : Cooperative/Learning Strategi : Diskusi/Tanya Jawab Langkah-langkah Pembelajaran : 1. Peserta didik memberi salam, berdoa, (menyanyikan lagu Mars Al Azhar dan Lagu Indoneisa Raya pada jam ke 1) 2. Guru mengecek kehadiran peserta didik dan memberi motivasi 3. Guru menyampaikan tujuan dan manfaat pembelajaran tentang topik yang akan diajarkan 4. Guru menanyakan materi yang telah dipelajari siswa sebelumnya pada pertemuan sebelumnya 5. Guru memberikan beberapa soal mengenai gambar pada rangka manusia 6. Guru memberikan pembahasan soal Mengenai gambar pada rangka manusia 7. Guru menanyakan soal yang sulit difahami 8. Guru dan siswa berdiskusi mengerjakan soal yang sulit dikerjakan dan difahami 9. Siswa menarik kesimpulan -Mengenai bagian bagian yang terdapat pada rangka manusia -Menganalisis dan mengamati Gambar (Menghafal) 10. Untuk penguatan siswa diminta mengerjakan latihan latihan soal essay Mengenai gambar pada rangka manusia Osifikasi Osifikasi (proses pembentukan tulang) adalah proses dimana sel-sel mesenkim dan kartilago diubah menjadi tulang selama perkembangan. Awal pembentukan rangka berupa tulang rawan, pada manusia terbentuk secara sempurna pada akhir bulan kedua atau awal bulan ketiga pembentukan embrio. Pembentukan tulang ini bertahap dari dalam ke luar. Sel-sel osteoblas juga menempati jaringan pengikat yang ada di sekeliling rongga. Sel-sel tulang ini mengelilingi saluran haversi yang berisi pembuluh darah kapiler arteri, vena, dan serabut saraf membentuk satu sistem yang disebut sistem havers. Pembuluh darah sistem havers mengangkut zat fosfor dan kalsium menuju matriks sehingga matriks tulang menjadi keras. Kekerasan tulang diperoleh dari kekompakan sel-sel penyusun tulang. Apabila matriks tulang berongga, maka akan membentuk tulang spons, contohnya tulang pipih. Sedangkan, jika matriks tulang menjadi padat dan rapat, maka akan terbentuk tulang keras atau tulang kompak, contohnya tulang pipa berbentuk tabung dengan kedua ujung membulat. Rongga sumsum tulang dan rongga tulang spongiosa mengandung sumsum tulang kuning (terdiri atas sel lemak) dan sumsum tulang merah (tempat pembentukan sel darah merah). Proses osifikasi pada tulang pipa terjadi dalam beberapa tahap, yaitu: a. Penulangan diawali dari tulang rawan yang banyak mengandung osteoblas. Bagian yang paling banyak mengandung osteoblas adalah epifisis dan diafisis. b. Tulang rawan yang telah dihasilkan memiliki rongga yang akan terisi osteoblas. c. Kemudian osteosit dibentuk ke arah luar, atau berbentuk konsentris (saluran Havers). d. Di sekitar osteosit, dibentuk matriks tulang dari senyawa protein yang mengandung kalsium dan fosfor. e. Pembentukan pusat osifikasi sekunder muncul pada setiap epifisis. Osifikasi sekunder ini menyebabkan pemanjangan tulang. Gambar 1.12 Proses Osifikasi Sumber: Reece et al. 2012 5. Hubungan Antartulang Hubungan antartulang di dalam tubuh disebut artikulasi. Agar artikulasi dapat bergerak, diperlukan struktur khusus yang disebut sendi. Terbentuknya sendi dimulai dari kartilago di daerah sendi. Mula-mula kartilago akan membesar lalu kedua ujungnya akan diliputi jaringan ikat. Kemudian kedua ujung kartilago membentuk sel-sel tulang, keduanya diselaputi oleh selaput sendi (membran sinovial) yang liat dan menghasilkan minyak pelumas tulang yang disebut cairan sinovial. Di dalam sistem rangka manusia, terdapat tiga jenis hubungan antartulang yaitu sinartrosis, amfiartrosis, dan diartrosis. a. Sinartrosis Sinartrosis adalah hubungan hubungan antartulang yang direkatkan oleh suatu jaringan ikat yang mengalami osifikasi sehingga tidak memungkinkan adanya gerakan. b. Amfiartrosis Amfiartosis adalah hubungan antartulang yang dihubungkan oleh kartilago sehingga memungkinkan terjadinya sedikit gerakan. c. Diartrosis. Diartrosis adalah hubungan antartulang yang memungkinkan terjadinya gerakan tulang secara lebih bebas Jenis hubungan antartulang yang bersifat diartrosis adalah sebagai berikut: 1) Sendi Engsel Sendi engsel merupakan hubungan antara bonggol tulang yang masuk ke dalam mangkuk tulang yang tidak terlalu dalam dan adanya bagian pengganjal. Pada sendi engsel, gerakannya satu arah seperti gerak engsel pintu. Contohnya sendi pada siku, lutut, mata kaki, dan ruas antarjari. Gamnbar 1.13. Sensi Engsel https://www.wattpad.com/ 2) Sendi Putar Pada sendi putar, ujung tulang yang satu dapat mengitari ujung tulang yang lain. Bentuk seperti ini memungkinkan gerakan rotasi dengan satu poros. Contohnya sendi antara tulang hasta dan tulang pengumpil dan sendi antara tulang atlas dengan tulang tengkorak. Pada sendi putar, ujung tulang yang satu dapat mengitari ujung tulang yang lain. Bentuk seperti ini memungkinkan gerakan rotasi dengan satu poros. Contohnya sendi antara tulang hasta dan tulang pengumpil dan sendi antara tulang atlas dengan tulang tengkorak. Gamnbar 1.14 Sensi Putar https://www.wattpad.com/ 3) Sendi Pelana Sendi pelana merupakan hubungan antartulang yang memungkinkan terjadinya gerakan dua arah. Contohnya adalah sendi antara tulang telapak tangan dengan pergelangan tangan dan dengan ruas jari tangan. 4) Sendi Peluru Pada sendi peluru, kedua ujung tulang berbentuk lekuk dan bongkol. Bentuk ini memungkinkan gerakan bebas ke segala arah. Misalnya sendi antara tulang gelang bahu dan lengan atas, antara tulang gelang panggul dan paha. Tulang Humerus Tu;ang Gelang Bahu 5) Sendi Luncur atau Sendi Geser Pada sendi ini, kedua ujung tulang agak rata sehingga menimbulkan gerakan menggeser. Contohnya sendi antartulang pergelangan tangan dan antartulang pergelangan kaki. Pada sendi ini, kedua ujung tulang agak rata sehingga menimbulkan gerakan menggeser. Contohnya sendi antartulang pergelangan tangan dan antartulang pergelangan kaki. Gamnbar 1.17. Sensi Luncur https://www.wattpad.com/ 6) Sendi Kondoloid Sendi kondiloid terjadi di antara dua tulang yang permukaannya berbentuk oval. Berupa gerak ke samping dan gerak maju mundur, tetapi tidak mengitari poros. Contohnya sendi pada tulang pergelangan tangan. Tulang Pergelangan Tangan C. Rangkuman Gamnbar 1.18. Sensi Kondoloid https://www.wattpad.com/ 1. Sistem gerak pada manusia terbagi dua, yaitu sistem gerak aktif dan sistem gerak pasif. Tulang sebagai alat gerak pasif dan otot sebagai alat gerak aktif. 2. Fungsi tulang rangka sebagai berikut. a. Alat gerak pasif. b. Memberibentuktubuh. c. Melindungi alat-alat atau bagian tubuh yang lunak. d. Tempat melakatnya otot-otot rangka. e. Tempat pembentukan sel darah dan penimbunan mineral. 3. Pada manusia rangka tubuh dibagi menjadi dua yaitu rangka aksial dan apendikular. Rangka aksial terdiri atas tulang tengkorak, tulang belakang, tulang rusuk dan tulang dada. Rangka apendikular terdiri atas tulang gelang bahu, tulang gelang panggul dan tulang anggota gerak. 4. Menurut jenisnya, tulang dibedakan menjadi tulang rawan dan tulang keras. 5. Menurut bentuknya, tulang dibedakan menjadi tulang pipih, tulang pendek, dan tulang pipa. 6. Hubungan antartulang disebut artikulasi (persendian) yang dikelompokkan menjadi sinartrosis, amfiartrosis, dan diartrosis. Latihan Soal Pilihlah satu jawaban yang paling benar 1. Tulang merupakan jaringan elastis yang hidup, yang dipecah dan dibangun untuk menyusun rangka manusia selama kehidupan. Fungsi rangka tubuh sebagai berikut, kecuali .... A. tempat melekatnya otot-otot B. tempat pembentukan sel-sel darah C. penyokongdanpenopangtubuh D. dapat melakukan gerak aktif E. tempatpenimbunanmineral 2. Perhatikan gambar rangka pada manusia berikut ini! Anggota tulang aksial ditunjukkan oleh nomor..... A. 1,3,4,dan9 B. 1,3,4,5,dan9 C. 3,5,6,dan10 D. 2,5,6,dan10 E. 3,8,9,,dan10 3.Osifikasiadalahpembentukantulangrawanmenjaditulang.Prosesosifikasisesuai urutan yang benar adalah .... A. osteoblas-osteosit-mineralisasi P dan Ca-pengisian matriks B. osteoblas-osteosit-pengisian matriks-mineralisasi P dan Ca C. osteosit-osteoblas-pengisianmatriks-mineralisasiPdanCa D. osteosit-osteoblas-mineralisasi P dan Ca-pengisian matriks E. osteoblas-pengisianmatriks-osteosit-mineralisasiPdanCa 4. Tulang rawan dan tulang keras mempunyai perbedaan. Hal yang membedakan kedua macam tulang tersebut adalah .... A. tulang rawan banyak mengandung kalsium, tulang keras lebih sedikit B. tulang rawan keras dan kaku sedangkan tulang keras lunak, dan lentur C. tulangrawantersusunolehselkondrosit,sedangkantulangkerastersusunoleh sel osteosit D. tulang rawan tersusun oleh sel osteosit, sedangkan tulang keras tersusun oleh sel kondrosit E. tulangrawanbanyakmengandungkalsium,sedangkantulangkerasbanyak mengandung kolagen 5. Tulang-tulang berikut yang merupakan contoh tulang pendek pada manusia adalah .... A. tulangtengkorakdantulangekor B. tulang belikat dan tulang dada C. tulangpergelangankakidantulangbelakang D. tulang betis dan tulang dada E. tulangpergelangankakidantulanghasta 6. Hubungan antara tulang yang tidak memungkinkan terjadinya gerak seperti tulang-tulang penyusun tengkorak disebut... A. Diartrosis B. Amfiartrosis C. Sinartrosis D. Artikulasi E. Thrombosis |
Komentar