SISTEM REPRODUKSI
Nama Guru
: Ayu Dwi Apriliana, S.Pd.
Mata Pelajaran
: Biologi
Kelas
: XI IPA 1,2 dan 3
Pertemuan
:1
Kode KD
3. 12.
Menganalisis hubungan struktur jaringan penyusun organ reproduksi dengan
fungsinya dalam sistem reproduksi manusia
4. 12.
Menyajikan hasil analisis tentang dampak pergaulan
bebas, penyakit dan kelainan pada struktur dan fungsi organ yang menyebabkan
gangguan sistem reproduksi manusia serta teknologi sistem reproduksi
Tujuan Pembelajaran
1.
Peserta
didik mampu mengidentifikasi dan menjabarkan struktur fungsi jaringan dan
sistem reproduksi pada laki-laki dengan baik.
2.
Peserta
didik mampu dan menjabarkan struktur fungsi jaringan, mengidentifikasi juga
menganalisis hubungan struktur jaringan dengan fungsinya dalam proses
reproduksi dan sistem reproduksi pada wanita, mendeskripsikan proses oogenesis,
fertilisasi, kelahiran.
3.
Peserta
didik diharapkan kalian mampu
mengidentifikasi, menganalisis dan mendeskripsikan gangguan/ penyakit pada
sistem reproduksi disertai upaya penangannanya.
Materi : Alat-alat Reproduksi Pria, Alat-alat Reproduksi Wanita Dan Gangguan kelainan/penyakit pada sistem reproduksi
Metode :
Cooperative/Learning
Strategi : Diskusi/Tanya Jawab
Langkah-langkah
Pembelajaran :
1. Peserta
didik memberi salam, berdoa, (menyanyikan lagu Mars Al Azhar dan Lagu Indoneisa
Raya pada jam ke 1)
2. Guru
mengecek kehadiran peserta didik dan memberi motivasi
3.
Guru menyampaikan tujuan dan manfaat pembelajaran tentang topik yang
akan diajarkan
4. Guru menanyakan
materi yang telah dipelajari siswa sebelumnya pada pertemuan sebelumnya
5. Guru
memberikan beberapa soal mengenai gambar pada Sistem Reproduksi
6.
Guru memberikan pembahasan soal Mengenai gambar pada Sistem Reproduksi
7. Guru
menanyakan soal yang sulit difahami
8. Guru
dan siswa berdiskusi mengerjakan soal yang sulit dikerjakan dan difahami
9. Siswa
menarik kesimpulan
-Mengenai bagian bagian yang terdapat pada Sistem Reproduksi
-Menganalisis dan mengamati Gambar (Menghafal)
10. Untuk
penguatan siswa diminta mengerjakan latihan latihan soal essay
Mengenai gambar pada Sistem Reproduksi
Pengembangan Materi
Alat-alat Reproduksi Pria
A.
Uraian Materi
Sistem
reproduksi pada seorang
laki-laki, terbentuknya hormon testosteron biasanya dimulai
ketika mulai akil baligh antara 9
sampai dengan 12 tahun. Pada usia ini, testis
sudah mulai memproduksi hormon testosteron yang mempengaruhi pemasakan sel
kelamin dan mempengaruhi timbulnya sifat-sifat kelamin skunder, misalnya
tumbuhnya rambut kelamin, suara semakin membesar, terbentuknya jakun dan bahu
yang melebar:
1.
Alat-Alat
Reproduksi pada Laki-laki
Sistem
reproduksi laki-laki tersusun dari organ-organ yang terletak di luar tubuh
yaitu penis dan skrotum dan organ reproduksi
yang terletak di dalam tubuh sluran
pengeluaran dan kelenjar yang menghasilkan hormon-hormon kelamin, untuk
jelasnya kalian pelajari uraian selanjutnya.
a.
Alat reproduksi bagian
dalam :
Testis berfungsi penghasil sperma dan hormon
kelamin yang pembentukannya terjadi
di dalam tubulus seminiferus. Di
antara tubulus seminiferus terdapat sel-sel Leydig penghasil hormon testosteron dan hormon androgen.
b.
Saluran reproduksi
1) Epididimis
, saluran dalam
skrotum dan keluar
dari kedua testis.
Disini, sel sperma disimpan sementara hingga matang.
2) Vas deferens , saluran tempat bergeraknya sperma dari epididimis ke kantung semen (vesikula seminalis).
Uretra, saluran
dalam penis, berfungsi
sebagai ekskresi urine dari
kandung kemih.
a.
Hormon pada laki-laki
Di bawah kontrol hipotalamus, sebuah hormon dikeluarkan untuk merangsang
hipofisis anterior yaitu hormon gonadotropin.
Hormon ini
merangsang hipofisis anterior untuk menghasilkan hormon LH (Luitenizing Hormon) dan hormon FSH (Follicle Stimulating Hormon). Hormon LH menstimulasi sel-sel Leydig
untuk menyekresikan hormon testosteron, yang
berfungsi saat spermatogenesis, pematangan sperma, mencegah pengeroposan
tulang dan pertumbuhan kelamin sekunder pada pria. Sementara itu, hormon FSH
berperan merangsang sel-sel sertoli dalam tubulus
seminiferus untuk mengubah sel-sel spermatid menjadi sperma saat terjadi
spermatogenesis
b.
Kelenjar-kelenjar aksesoris
3)
Vesikula
seminalis (kantung mani), menghasilkan cairan kental kekuning-kuningan,
bersifat basa, mengandung mukus,
enzim koagulasi, asam askorbat,
prostaglandin dan gula fruktosa (sumber energi sperma).
4)
Kelenjar
prostat , penghasil getah kelamin
bersifat encer, mengandung enzim antikoagulan, penyuplai nutrisi, dan berasa
agak asam.
5)
Kelenjar
bulbouretralis ( kelenjar Cowper). Kecil
jumlahnya sepasang. Hasil sekresinya cairan
bening, menetralkan urine asam pada uretra. Membawa sejumlah sperma bebas
sebelum dikeluarkan dari dalam tubuh.
c.
Alat reproduksi bagian Luar
6)
Penis merupakan
adalah alat senggama (kopulasi / sarana mengalihkan cairan sperma ke alat
reproduksi wanita). Secara struktural, penis tersusun atas tiga rongga berisi jaringan erektil berspons. Dua rongga terletak di tengah
dinamakan korpus kavernosa. Korpus spongiosum berada dibawah korpus kavernosa,
dan terdapat saluran reproduksi yakni uretra. Di bagian ujung penis terdapat kepala penis (gland penis),
yang tertutup oleh lipatan kulit (preputium). Di dalam rongga penis terdapat
jaringan erektil berisi banyak pembuluh darah dan saraf. Saat terjadi
rangsangan seksual, rongga akan penuh
terisi darah. Akibatnya, penis mengembang dan menegang ( ereksi). Apabila
rangsangan ini terusmenerus terjadi, sperma akan keluar melalui uretra
(ejakulasi). Jumlah sperma yang dikeluarkan sekitar 2 hingga 5 mL semen ( 1
mililiter = 50- 130 juta sperma).
7) Skrotum Oleh karena temperatur tubuh
yang terlalu tinggi tidak sesuai dengan perkembangan sperma, skrotum yang
berisi testis berada di luar tubuh. Testis dua buah, letaknya di kanan dan
kiri, dipisahkan oleh otot polos
penyusun sekat skrotum, sehingga bisa mengendur dan mengerut (otot dartos).
Terdapat pula otot yang bertindak sebagai pengatur kondisi suhu testis agar
stabil( otot kremaster)
c.
Spermatogenesis
Darimanakah
sperma dihasilkan? Bagaimana proses pembentukannya? Nah sekarang kita akan mempelajarinya pada kegiatan pembelajaran ini. Semangat
ya peserta didik yang hebat.
Proses
pembentukan sperma ini dinamakan spermatogenesis,
berada pada tubulus seminiferus di dalam testis. Di dalamnya terdapat
dinding yang terlapisi oleh sel germinal disebut spermatogonium (jamak = spermatogonia).
Setelah
mengalami pematangan, spermatogonium membelah memperbanyak diri (mitosis).
Sedangkan sebagian spermatogonium yang lain melakukan spermatogenesis
Proses spermatogenesis :
1) Pada
fase awal spermatogenesis, spermatogonium bersifat diploid (2n atau mengandung
23 pasang kromosom).
2) Spermatogonium
akan berubah menjadi spermatosit primer (2n)
Seacara mitosis.
3) Berikutnya,
spermatosit primer membelah menjadi spermatosit
sekunder (biasa dinamakan meiosis I). Jumlah spermatosit sekunder ada dua,
sama besar dan bersifat haploid (n = 23 kromosom).
4) Melalui
fase meiosis II, spermatosit sekunder membelah diri menjadi empat spermatid yang sama bentuk dan
ukurannya. Selanjutnya, spermatid berkembang menjadi sperma matang yang
bersifat haploid (n).
5) Setelah
matang, sperma menuju saluran epididimis. Proses ini terjadi kurang lebih 17 hari. Energi yang
digunakan proses spermatogenesis berasal
dari selsel sertoli.
d.
Spermatozoa
Seperti apakah
Sperma itu ? Kita bahas yuk disini. Sperma terdiri dari kepala, leher, bagian
tengah, dan ekor. Kepala sperma terlindungi akrosom (haploid) yang mengandung enzim hialurodinase dan proteinase,
yang berfungsi saat penembusan lapisan sel telur. Pada tengahnya terdapat mitokondria kecil,
berfungsi menyediakan energi untuk menggerakkan ekor sperma.
C. Latihan
Soal
Pilihlah satu jawaban yang paling tepat
!
1. Pada pria terdapat alat-alat
reproduksi sebagai berikut:
1. Vas deferens 4. Epididimis
2. Testis 5. Penis
3. Uretra
Jalannya sperma
dari mulai di bentuk sampai
di keluarkan dari tubuh
(ejakulasi) adalah….
A. 1 – 2 – 3 – 4 – 5
B. 2 – 4 – 1 – 3 – 5
C. 1 - 4 – 2 – 3 – 5
D. 4 – 2 – 1- 3 – 5
E. 2 – 1 – 4 – 3 – 5
2. Saluran reproduksi internal pada laki-laki yang berfungsi untuk pemasakan
sperma adalah…
A.
Epidimis
B.
Kelenjar
prostat
C.
Tubulus seminiferus
D.
Vas deferens
E. Vesicular seminalis
3.
Hormon yang berperan
merangsang sel-sel sertoli dalam tubulus seminiferus untuk mengubah
sel-sel spermatid menjadi
sperma saat terjadi
spermatogenesis adalah hormon....
A. LH
B. FSH
C. Androgen
D. Testosteron
E. Estrogen
4. Perhatikan gambar
spermatogenesis ini! Tahapan
yang bersifat diploid?
A.
1 dan 2
B.
1 dan 3
C.
2 dan 4
D.
3 dan 5
E.
4 dan 5
5. Untuk soal nomor 5, perhatikan gambar
dibawah ini!
Bagian
yang berfungsi sebagai
pelindung dan menghasilkan enzim pada gambar
struktur sperma diatas, ditunjukkan oleh kode huruf apa . . . .
A. .A
B. B
C. C
D. D
E. A dan C
Alat-alat Reproduksi Wanita
A. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik
yang hebat, Melalui kegiatan pembelajaran kedua ini, diharapkan
kalian mampu dan menjabarkan struktur fungsi jaringan, mengidentifikasi juga
menganalisis hubungan struktur jaringan dengan fungsinya dalam proses
reproduksi dan sistem reproduksi pada wanita, mendeskripsikan proses oogenesis,
fertilisasi, kelahiran.
B. Uraian Materi
1.
Alat-Alat Reproduksi pada Wanita
Sistem
reproduksi wanita terdiri dari organ
yang terdapat dalam ( ovarium, tuba fallopi,
(tuba uterine/oviduk), uterus
dan vagina. Organ
yang terletak di luar tubuh terdiri dari vulva (pudendum)
a.
Alat Reproduksi Dalam Wanita
1)
Ovarium
Ovarium
atau indung telur, berbentuk seperti telur dan berjumlah sepasang. Ovarium
terlindungi kapsul keras dan terdapat folikel-folikel. Setiap folikel mengandung satu sel telur,
berfungsi memberikan makanan dan melindungi sel telur yang sedang berkembang
hingga matang. Setelah sel telur matang, folikel akan mengeluarkannya dari
ovarium (ovulasi).
2)
Uterus (rahim)
Uterus adalah
organ tebal dan berotot yang dapat mengembang selama masa kehamilan. Bentuknya
seperti buah pir. berfungsi sebagai tempat pertumbuhan dan perkembangan janin
Pada bagian bawah
uterus terdapat struktur yang
mengecil. Bagian ini disebut serviks atau
leher rahim.
Lapisan
penyusun uterus, yakni lapisan terluar (perimetrium), lapisan tengah yang
berotot (miometrium), dan selaput rahim/lapisan terdalam (endometrium). Lapisan
endometrium mengandung banyak pembuluh darah dan lendir.
3)
Vagina
Vagina
merupakan saluran dengan dinding dalam berlipatlipat dan memanjang dari leher
rahim ke arah vulva ( 7-10 cm). Bagian luar vagina berupa selaput yang
menghasilkan lendir dari kelenjar
Bartholini. Vagina berfungsi sebagai saluran kelahiran yang dilalui
bayi saat lahir juga berfungsi sebagai tempat kopulasi.
b.
Saluran Reproduksi
Saluran
reproduksi wanita yang berfungsi sebagai jalur sel telur menuju uterus (rahim) dinamakan saluran telur (oviduk) atau tuba Fallopi. Pada bagian pangkalnya terdapat bagian
mirip corong yang dinamakan infundulum, yang
berjumbai-jumbai (fimbrae).
Fungsinya penangkap sel telur (ovum)
yang lepas dari ovarium. melalui gerakan peristaltik, lalu disalurkan melalui
oviduk menuju uterus.
a.
Alat Reproduksi Luar Wanita
1)
Vulva bagian paling luar organ kelamin wanita
yang bentuknya berupa
celah.
2)
Pubic
bone (Mons pubis) bagian atas dan
terluar vulva yang tersusun atas
jaringan lemak . Saat masa pubertas, bagian ini banyak ditumbuhi oleh rambut.
3)
Bibir
besar (Labia mayora) lipatan yang jumlahnya sepasang
dibawah mons pubis.
4)
Bibir
Kecil (Labia minora) bagian
dalam labia mayora terdapat lipatan berkelenjar, tipis, tidak berlemak, dan
berjumlah sepasang. Fungsi kedua bagian
ini adalah sebagai pelindung vagina.
5)
Klitoris tonjolan kecil yang mengandung banyak
ujung-ujung saraf perasa sehingga sangat sensitive. Seperti halnya penis
laki-laki, klitoris akan bereaksi bila ada rangsangan (mengandung banyak
jaringan erektil).
6)
Orificium erethrae, muara saluran kencing.
7)
selaput
dara atau hymen bagian yang mengelilingi tepi ujung
vagina, yang berselaput mukosa dan mengandung banyak pembuluh darah.
b.
Hormon pada Sistem Reproduksi Wanita
Hipotalamus akan
menyekresikan hormon gonadotropin. Hormon gonadotropin merangsang kelenjar
pituitari untuk menghasilkan hormon FSH. Hormon FSH merangsang pertumbuhan dan
pematangan folikel di dalam ovarium.
Pematangan folikel ini merangsang kelenjar ovarium mensekresikan hormon
estrogen.
Hormon estrogen
berfungsi membantu pembentukan kelamin sekunder seperti tumbuhnya payudara,
panggul membesar, dan ciri lainnya. Selain itu, estrogen juga membantu pertumbuhan lapisan endometrium pada dinding
ovarium. Pertumbuhan endometrium memberikan tanda pada kelenjar pituitari agar
menghentikan sekresi hormon FSH dan berganti dengan sekresi hormon LH.
Oleh stimulasi
hormon LH, folikel yang sudah matang pecah menjadi korpus luteum. Saat seperti
ini, ovum akan keluar dari folikel dan ovarium menuju uterus (terjadi ovulasi).
Korpus luteum yang terbentuk segera menyekresikan hormon progesteron.
Progesteron
berfungsi menjaga pertumbuhan endometrium seperti pembesaran pembuluh darah dan
pertumbuhan kelenjar endometrium yang menyekresikan cairan bernutrisi. Apabila
ovum pada uterus tidak dibuahi, hormon estrogen akan berhenti. Berikutnya,
sekresi hormon LH oleh kelenjar pituitari juga berhenti. Akibatnya, korpus
luteum tidak bisa melangsungkan sekresi hormon progesteron. Oleh karena hormon
progesteron tidak ada, dinding rahim sedikit demi sedikit meluruh bersama
darah. Darah ini akan keluar dari tubuh dan kita biasa menamakannya dengan siklus menstruasi.
2.
Proses Pembentukan Sel Telur (Oogenesis)
Oogenesis
merupakan proses pembentukan sel telur di dalam ovarium. Sebelum sel telur
(ovum) terbentuk, di dalam ovarium terlebih dahulu terdapat sel indung telur
atau oogonium (oogonia = jamak) yang
bersifat diploid (2n = 23 pasang kromosom). Melalui pembelahan mitosis,
oogonium menggandakan diri membentuk oosit
primer. Menginjak masa pubertas, oosit primer melanjutkan fase pembelahan
meiosis I. Pada fase ini, oosit primer membelah menjadi dua sel yang berbeda
ukuran dan masing-masing bersifat haploid. Satu sel yang berukuran besar dinamakan oosit
sekunder, sedangkan sel yang lain dengan ukuran lebih kecil dinamakan badan kutub primer. Pada fase
berikutnya, oosit sekunder akan melanjutkan pada fase meiosis II. Fase ini
dilakukan apabila ada fertilisasi. Apabila tidak terjadi fertilisasi, oosit
sekunder mengalami degenerasi. Namun, apabila ada fertilisasi, fase meiosis II
dilanjutkan. Indikasi nya, oosit sekunder membelah menjadi dua sel, yakni satu
berukuran besar dan satu berukuran lebih kecil. Sel yang berukuran besar di
namakan ootid, sementara sel
berukuran kecil dinamakan badan kutub
sekunder. Secara bersamaan, badan kutub primer juga membelah menjadi dua. Oleh
karenanya, fase meiosis II menghasilkan satu ootid dan tiga badan kutub
sekunder. Kemudian, satu ootid yang dihasilkan tersebut berkembang menjadi sel
telur (ovum) yang matang. Sementara itu, badan kutub hancur atau polosit (mengalami kematian).
Supaya oosit
dalam oogonium tumbuh dengan baik, pada permukaannya diselubungi oleh lapisan
yang disebut folikel. Di dalam
folikel terdapat cairan yang
memberikan makanan untuk perkembangan oosit. Folikel ini akan terus berubah
hingga masa ovulasi. Awalnya oosit primer diselubungi oleh folikel primer.
Selanjutnya, folikel primer berubah menjadi folikel sekunder yang membungkus
oosit sekunder (fase meiosis I). Setelah
itu, folikel sekunder berubah menjadi folikel tersier hingga
folikel de Graff (folikel matang). Folikel de Graff terbentuk saat masa
ovulasi. Kemudian, oosit sekunder lepas dari folikel, dan segera folikel
menjadi korpus luteum. Korpus luteum
akan menjadi korpus albikan, jika
sel telur tidak ada yang membuahi.
3.
Siklus Menstruasi
Peserta didik
yang hebat, kita lanjutkan ya pembelajaran selanjutnya, yaitu tentang menstruasi, fertilisasi, proses
kehamilan dan persalinan. Siap dan selalu semangat. Saat seorang wanita masih
subur, siklus menstruasi merupakan suatu hal yang wajar. Siklus ini berlangsung
kira-kira 28 hari pada setiap bulan. Pada wanita, siklus menstruasi melalui
empat fase :
1)
Fase Menstruasi
Pada fase
menstruasi, hormon yang berperan ialah hormon estrogen dan progesterone mengalami reduksi pada sekitar
lima hari pertama
menstruasi. Akibatnya, sel telur yang berada dalam lapisan endometrium
pada uterus dilepas bersamaan dengan robeknya endometrium melalui pendarahan.
Hasilnya, dinding uterus berubah menjadi sangat tipis.
2)
Fase Praovulasi
Mulai
hari kelima sampai ke empat belas, fase praovulasi dimulai. Pada fase ini,
hormon yang berperan yakni hormon FSH dan hormon LH. Kedua hormon tersebut
menstimulasi sel-sel folikel untuk menghasilkan hormon estrogen dan
progesterone yang membuat lapisan endometrium yang luruh terbentuk kembali.
1)
Fase Ovulasi
Fase ovulasi
terjadi sekitar hari keempat belas dari total keseluruhan waktu siklus
menstruasi terjadi (kurang lebih 28 hari). Pada fase ini, sekresi hormon
estrogen sangat banyak, maka sekresi hormon FSH mulai menurun dan digantikan
dengan sekresi hormon LH. Adanya stimulasi hormon LH menjadikan folikel semakin
matang dan menyebabkan sel telur keluar dari folikel (ovulasi).
2)
Fase Pascaovulasi
Fase
pascaovulasi berlangsung pada hari kelima belas hingga hari kedua puluh
delapan. Pada fase ini, folikel yang pecah berubah menjadi badan padat berwarna
kuning ( Korpus luteum ) yang menghasilkan
hormon progesteron. Bersama hormon estrogen, hormon progesteron ini berperan
dalam memelihara pertumbuhan endometrium sehingga siap untuk penanaman embrio.
Tetapi, apabila sel telur pada uterus tidak dibuahi, korpus luteum mengalami
degenerasi menjadi korpus albikan. Akibatnya, sekresi hormon estrogen dan progesteron semakin menurun dan sebaliknya sekresi hormon FSH dan LH naik
kembali. Karena darah tidak mengandung hormon estrogen dan hormon progesteron,
endometrium tidak bisa bertahan dan luruh bersama darah. Ini menunjukkan fase
pascaovulasi berganti menjadi fase menstruasi.
4.
Fertilisasi,
Selain
mengalami siklus menstruasi, dalam sistem reproduksi wanita dapat pula
mengalami fertilisasi, gestasi (kehamilan), dan persalinan.
Fertilisasi merupakan proses terjadinya pembuahan
sel telur oleh sel sperma dan ditandai dengan bergabungnya
inti kedua sel kelamin tersebut. Berlangsung di dalam oviduk. Sebelum terjadi fertilisasi, terlebih dahulu terjadi proses
kopulasi atau persetubuhan.
Sperma yang bercampur dengan air mani (semen) masuk ke dalam saluran reproduksi
wanita (vagina). Oleh enzim proteolitik, sperma yang berada dalam vagina
terlihat sangat motil. Kemudian, sperma bergerak menuju uterus hingga oviduk (tuba fallopi). Di bagian atas oviduklah fertilisasi terjadi.Agar sel telur dapat dibuahi oleh sperma, sperma
mengeluarkan enzim hialuronidase dan enzim proteinase. Oleh kedua enzim
tersebut, sel telur dapat ditembus oleh sperma. Sperma harus menembus tiga
lapisan sel telur berturut-turut : korona
radiata, zona pelusida, dan membran plasma.Setelah sel telur
dibuahi oleh satu sel sperma, segera sel telur mengeluarkan senyawa tertentu
menuju zona pelusida. Senyawa
tersebut berfungsi untuk melidungi sel telur supaya tidak tertembus kembali
oleh sperma lainnya. Sperma bersifat haploid (n = 23 kromosom) dan sel telur
juga bersifat haploid (n = 23 kromosom). Akibatnya, pembuahan sperma pada sel
telur akan menghasilkan sebuah zigot yang bersifat diploid (2n = 23 pasang
kromosom). Zigot bergerak menuju uterus
melalui oviduk dan sembari membelah secara mitosis. Pada saat ini juga zigot
sudah mulai berkembang menjadi embrio. Pembelahan zigot menghasilkan sel-sel
yang bentuknya sama dan fasenya dinamakan morula.
Pembelahan morula menghasilkan blastosit
dan fasenya dinamakan blastula.
Kurang lebih lima hari setelah fertilisasi, blastosit menempel pada endometrium
dan prosesnya dinamakan implantasi.
Implantasi ini dapat menyebabkan kehamilan.
Terjadinya anak kembar
•
Kembar fraternal (dizigotik)
Proses
ovulasi dapat menghasilkan lebih dari satu ovum yang matang, dibuahi oleh
sperma, sehingga terbentuk lebih dari satu zigot. Janin memiliki plasenta, tali
pusar, dan kantung ketuban yang berbeda.
•
Kembar identik
(monozigotik)
Zigot
hasil fertilisasi membelah dan berkembang menjadi dua embrio yang berbeda,
kemudian menjadi dua janin yang berbagi amnion atau plasenta yang sama tapi
tali pusar dan kantung ketubannya berbeda.
5.
Gestasi atau Kehamilan
Kehamilan
terjadi apabila implantasi blastosit dapat dilakukan dengan sukses. Pada
manusia berlangsung kira-kira 266 hari atau 38 bulan. Awalnya, blastosit
terbagi menjadi tiga bagian, antara lain tropoblas (sel-sel terluar),
embrioblas (sel-sel bagian dalam), dan blastocoel (rongga yang berisi cairan). Tropoblas merupakan sel-sel terluar
dari blastosit yang mengeluarkan enzim
proteolitik sehingga mampu terjadi implantasi pada endometrium. Sementara, embrioblas merupakan sel-sel bagian
dalam blastosit yang terdapat bintik
benih sebagai hasil pembelahan selnya. Antara tropoblas dan bintik benih
dipisahkan oleh bagian berisi cairan yang disebut selom. Fase blastula akan segera berlanjut menuju fase gastrula.
Pada fase ini, bintik benih tumbuh dan membelah menjadi lapisan yang berbeda.
Lapisan tersebut yakni lapisan luar (ektoderma),
lapisan tengah (mesoderma), dan
lapisan dalam (endoderma). Kemudian,
masing-masing lapisan tersebut akan berkembang menjadi organ- organ yang
dimiliki embrio atau mengalami organogenesis.
Ektoderma mengalami perkembangan menjadi kulit, hidung, mata, dan sistem saraf.
Mesoderma membentuk tulang, peritoneum otot, pembuluh darah, jantung, ginjal, limpa, kelenjar kelamin dan
jaringan ikat. Sedang kan endoderma menjadi organ-organ yang terkait sistem
pencernaan dan sistem pernapasan. Setelah minggu kedelapan, embrio membentuk
berbagai organ tersebut dengan pesat. Embrionya dinamakan sebagai janin atau
fetus. Selain itu, pada sisi luar tropoblas terdapat bagian yang
membentuk membran ekstraembrionik.
Terlebih dahulu kita ikuti bahasannya berikut. Membran ekstraembrionik
berfungsi sebagai pelindung embrio dari berbagai tekanan yang berasal dari
luar. Selain itu, membran ini juga berfungsi memberi makanan bagi embrio.
Dengan kata lain, semua fungsi yang menyokong kelangsungan hidup embrio
dilakukan semua oleh membran ini. Membran ekstraembrionik yang dimaksud adalah
kantung kuning telur, amnion, korion, dan alantois.
1). Kantung Kuning Telur
Kantung kuning
telur atau sakus vitelinus merupakan sebuah membran yang terbentuk dari
perluasan lapisan endoderma. Di dalamnya pembuluh darah dan sel darah merah
terbentuk pertama kali. Oleh karena itu, pada tahapan selanjutnya kantung ini
berhubungan dengan tali pusar.
2). Amnion
Amnion merupakan
membran yang ber fungsi sebagai pelindung embrio baik dari gesekan ataupun
tekanan. Selain itu, amnion juga berperan dalam proses pengaturan suhu tubuh embrio.
Di dalam amnion terdapat ruangan
yang berisi cairan amnion.
Kita biasa menyebut cairan amnion sebagai ketuban.
3). Korion
Karion merupakan
membran yang berasal dari perluasan ektoderma dan mesoderma tropoblas. Korion
memiliki bagian yang berbentuk jonjot–jonjot
atau vili korion. Di dalam vili
korion terdapat pembuluh darah embrio yang berhubungan secara langsung dengan
pembuluh darah ibu dalam endometrium. Fungsi vili korion adalah sebagai tempat
masuk dan keluarnya makanan dan oksigen dari ibu ke embrio. Korion adalah cikal
bakal plasenta. Nantinya, plasenta
berfungsi sebagai pemberi nutrisi makanan bersama darah bagi perkembangan dan
pertumbuhan embrio.
4). Alantois
Alantois
merupakan membran yang mem bentuk tali
pusar atau ari-ari. Adanya tali
pusar menjadikan plasenta pada lapisan endometrium terhubung dengan embrio.
Bagi embrio, alantois dapat menyalurkan berbagai nutrisi dan oksigen dari ibu
lewat pembuluh darah. Sebaliknya, alantois juga berguna sebagai saluran
pengeluaran sisa metabolisme embrio.
6. Persalinan
Persalinan atau kelahiran terjadi
akibat serangkaian kontraksi uterus yang kuat dan berirama.
Proses terjadinya :
a.
Pembukaan dan pemipihan serviks (leher rahim),
dilanjutkan dengan
b.
dilatasi
sempurna.
c.
Ekspulsi (pengeluaran bayi), kontraksi yang kuat dan terus-menerus
mengakibatkan bayi mulai turun dari uterus menuju vagina.
d. Keluarnya bayi yang berplasenta. Plasenta bayi ini akan dipotong
dan dijepit sehingga menjadi
pusar.
hormon
yang berperan pada proses kelahiran bayi:
a.
Relaksin diproduksi korpus luteum dan plasenta, berfungsi
melunakkan serviks dan melonggarkan tulang panggul saat terjadi
kelahiran.
b. Estrogen
dihasilkan oleh plasenta dengan fungsi menurunkan jumlah hormon progesteron
sehingga kontraksi dinding rahim bisa berlangsung.
c. Prostaglandin dihasilkan oleh membran ekstraembrionik dengan fungsi meningkatkan kontraksi dinding rahim.
d. Oksitosin dihasilkan oleh kelenjar hipofisis
ibu dan janin. Fungsinya juga meningkatkan
kontraksi dinding rahim
C.
Latihan Soal
1.
Alat reproduksi wanita
terdiri atas:
1). Vagina 3). Tuba
fallopi
2). Ovarium 4). Uterus
Jalannya sel telur sejak
di bentuk sampai
menjadi embrio secara berurutan di mulai dari….
A. 2, 3 ,4
B. 2, 1, 4
C. 2, 4, 3
D. 3, 1, 4
E. 1, 2, 4
2.
Peranan hormon progesteron….
A. Mempercepat pertumbuhan selaput lendir rahim
B. Merangsang pertumbuhan endometrium dinding rahim
C. Menghambat produksi
FSH oleh pituitrin
D. Memacu petruitrin untuk memproduksi hormon LH
E. Memacu folikel
dalam ovarium untk
tumbuh
3.
Pada gambar
oogenesis di bawah ini, nomor 1, 2, 3 adalah…
A.
Oosit primer
B.
Oosit sekunder
C.
Ovum
D.
Oogonium
E.
Polosit
4.
Menstruasi terjadi karena...
A.
Tingginya kadar estrogen
dan progresteron
B.
Rendahnya kadar estrogen
dan progresteron
C.
Tingginya kadar LH
D.
Rendahnya kadar FSH
E.
Kadar estrogen meningkat, sedangkan progresteron sedikit
5.
Pada proses fertilisasi, beberapa sperma
berusaha masuk melewati tiga lapisan pelindung sel telur (korona radiata, zona
palisade, dan membran plasma sel telur) menuju inti sel telur. Untuk menembus
ketiga lapisan sel telur tersebut, sperma mengeluarkan enzim-enzim khusus yang
tersimpan pada akrosom. Berikut ini enzim yang berfungsi untuk melarutkan dan
membuat lubang pada zona palisade sehingga spermatozoa dapat menembus masuk ke
inti sel telur yaitu...
A.
Hialuronidase
B.
Enzim proteolitik
C.
Pelusidase
D.
Enterokinase
E.
Akrokinase
Gangguan dan Kelainandan Penyakit
pada Sistem Reproduksi
A. Tujuan Pembelajaran
Pada kegiatan
pembelajaran ke 3, kalian yang hebat
, kita akan membahas tentang ganguan, penyakit dalam
sistem reproduksi. Pada pembelajaran ini diharapkan kalian mampu mengidentifikasi,
menganalisis dan mendeskripsikan gangguan/ penyakit pada sistem reproduksi
disertai upaya penangannanya.
B. Uraian Materi
1. Gangguan
pada sistem reproduksi wanita
a.
Gangguan Menstruasi
Gangguan menstruasi pada wanita di bedakan menjadi
2 jenis.yaitu :
a)
Amenore primer
Tidak terjadinya menstruasi sampai usia 17 tahun dengan atau tanpa
perkembangan seksual
b)
Amenore sekunder
Tidak terjadi
menstruasi selama 3-6 bulan
atau lebih pada orang yang tengah
mengalami siklus menstruasi
b.
Kanker Genetalia
Kanker genetalia
pada wanita dapat terjadi pada vagina, serviks
dan ovarium
c.
AIDS
AIDS adalah
singkatan dari acquired immune deficiency
syndrome. Virus HIV ditularkan melalui kontak langsung darah dan cairan
tubuh penderita seperti sperma, cairan vagina, dan ASI.
d.
Kanker serviks
Kanker serviks : keadaan di mana sel-sel
abnormal tumbuh diseluruh lapisan epitel serviks. Penanganannya dilakukan
dengan mengangkat uterus,oviduk,ovarium, sepertiga bagian atas vagina dan kelenjar
linfe panggul
e.
Kanker
ovarium Kanker ovarium memiliki gejala yang
tidak jelas, berupa rasa berat pada panggul perubahan fungsi saluran pencernaan
atau mengalami pendarahan vagina abnormal. Penanganan di lakukan dengan pembedahan dan kemoterapi.
2. Gangguan
Pada Sistem Reproduksi Pria
Berikut ini gangguan sistem
reproduksi pada pria
a.
Hipogonadisme
Merupakan
penurunan fungsi testis disebabkan oleh gangguan interaksi hormon (misalnya
hormon androgen dan hormon testoteron). Gangguan ini menyebabkan infertilitas
,impotensi dan tidak adanya
tanda-tanda kepriaan. Penanganan dengan cara terapi hormon
b.
Kriptokidisme
Merupakan kegagalan
dari satu atau dua testis untuk
turun dari rongga
abdomen ke dalam skrotum pada
waktu bayi. Penanganan dengan cara pemberian hormon human chorionic gonadotropin untuk merangsang terstoteron. Jika
belum turun juga, dilakukan pembedahan.
c.
Uretritis
Merupakan peradangan pada uretra dengan
gejala rasa gatal pada penis dan sering buang air kecil. Organism yang paling sering menyebabkan uretritis adalah Chlamyd
trachomatis, ureplasma urealytium atau virus herpes.
d.
Prostatis
Prostatitis adalah peradangan prostat.
Penyebabnya: Echerichia
coli maupun bakteri
lain.
e.
Epididimitis
Epididimitis adalah infeksi yang sering terjadi
pada saluran reproduksi pada pria. organisme
penyebab : E.coli dan Chlamydia.
f.
Ghonorhoe
Di bagian-bagian organ kelaminnya
terdapat benjolan-benjolan yang merah dan membengkak, terkadang pecah dengan sendirinya. Dapat juga berupa
kencing nanah.
Setiap penyakit tentu ada obatnya,
termasuk penyakit pada sistem reproduksi. Teknologi yang digunakan pada penyakit tersebut
meliputi pemberian obat-obatan, kemoterapi, bedah, sampai
dengan memanfaatkan terapi hormon.
Salah
satu alternative dalam pengobatan berbagai
penyakit sistem reproduksi adalah sebagai berikut :
1. Bedah
Laser Laser adalah kependekan dari Light
Amplification by Stimulated Emission of Radiation. Laser merupakan jenis
sinar/cahaya panas yang bisa digunakan untuk memotong kulit dan jaringan.
2. Kemoterapi
merupakan pengobatan sistemik yang bekerja pada seluruh bagian tubuh dengan
cara melenyapkan sel-sel kanker yang perkembangannya sangat cepat. Kemoterapi dapat digunakan terpisah atau dikombinasi
dengan satu sama lain. Kemoterapi
bisa dilakukan sebelum pembedahan maupun sebelum radiasi dengan maksud untuk
memperkecil ukuran tumor. Teknologi yang digunakan untuk mengobati penyakit ini
ialah: Kanker Vagina
3. Teknologi
yang digunakan untuk mengobati penyakit Ghonorhoe dengan penggunaan antibiotik
yang meliputi: Pencilin plus probenesid Ceftriaxone + (azithromycin atau doxycy cline) dalam bentuk suntikan.
4. Kanker
Serviks Teknologi yang digunakan untuk mengobati penyakit ini ialah: Bedah
Pembedahan untuk mengangkat rahim (histerektomi) biasanya digunakan untuk
mengobati tahap awal kanker serviks.
5. Radioterapi
adalah salah satu metode pengobatan menggunakan sinar radiasi untuk membunuh
sel-sel kanker.
C.
Latihan Soal
1.
Keadaan di mana jaringan endometrium terdapat di luar uterus yaitu dapat tumbuh disekitar ovarium,oviduk atau jauh
di luar uterus disebut...
A. Endometriosis
B. Kanker
ovarium
C. Infeksi vagina
D. Kanker serviks
E. Gangguan Menstruasi
2.
Apa yang dimaksud
dengan Amenore primer...
A. Tidak terjadinya menstruasi sampai usia 17 tahun dengan atau tanpa
B. Tidak terjadi
menstruasi selama 3-6 bulan
atau lebih pada orang yang tengah
mengalami siklus menstruasi
C. Mengalami haid usia 10 tahun
D. Mengalami manopause
E. Tidak terjadi
menstruasi di usia balita
3.
Seorang wanita dewasa melapor kepada
seorang dokter bahwa suaminya
mengidap penyakit kelamin. Dia menceritakan bahwa selain penyakit
HIV/AIDS, suaminya ternyata juga mengidap penyakit dimana dibagian-bagian organ
kelaminnya terdapat benjolan-benjolan
yang merah dan membengkak, dan terkadang pecah dengan sendirinya. Indikasi lain
memperlihatkan bahwa suaminya sering kencing nanah. Dari cerita laporan diatas
dapat disimpulkan bahwa seorang laki-laki (suami) tersebut menderita penyakit kelamin yaitu...
A.
Sifilis
B.
Gronuloma inguinale
C.
Herpes simplex
D.
Uleus
E.
Gonorhoe
4.
Gangguan yang terjadi
pada sistem reproduksi pria yang disebabkan oleh virus herpes
ialah..
A.
Prostatitis
B.
Uretritis
C.
Epididimis
D.
Orkitis
E.
Hipogonadisme
5.
Penyakit pada sistem
reproduksi yang disebabkan virus adalah ….
A.
Sifilis
B.
Gonore
C.
AIDS
D.
Herpes genetalis
E.
Herpes simplex
EVALUASI
6.
Pernyataan yang menunjukkan perbedaan spermatogenesis dan oogenesis:
|
|
Spermatogenesis |
Oogenesis |
|
A. |
Dihasilkan 4 sel sperma
fungsional |
Dihasilkan 1 sel ovum |
|
B. |
Ada
badan kutub |
Tidak
ada badan kutub |
|
C. |
Diketemuakan spermatid |
Tidak di ketemukan
ootid |
|
D. |
Meiosis 1 menghasilkan sel primer |
Meiosis 1 menghasilkan sel |
|
|
|
sekunder |
|
E. |
Spermatogonia terbatas |
Oogonia tidak terbatas |
7.
Pernyataan di bawah ini berkaitan dengan masa-masa reproduksi pada wanita, kecuali…
A. Menstruasi terjadi
karena tidak terjadi
peristiwa pebuahan
B. Kadar progresteron tinggi pada rahim mengjhambat
mentruasi
C. Wanita hamil, payudaranya tampak
lebih mengembang, hal ini karena pengaruh progesterone dan estrogen
D. Kadar progesterone menurun, mentruasi pun terjadi kembali
E. Pada saat hamil,mentruasi terjadi
secara tidak teratur
8.
Epididimis merupakan saluran
pada alat reproduksi laki-laki yang berfungsi untuk....
A. Mengaktifkan sperma
B. Menampung
sperma
C. Menggerakkan sperma ke
luar
D. Menyimpan dan mengaktifkan sperma
E. Menyimpan dan mematangkan sperma
9.
Pada proses pembentukan sel gamet, kromosom
2n dapat di temukan pada tahap
proleferasi….
A. Spermatogonium
B. Oogonium
C. Oosit
D. Spermatid
E. Ovum
10. Berikut ini diagram siklus menteruasi
Dari skema peranan horman diatas, pembuahan
paling tepat terjadi
pada saat…
A. Polikel masak
B. Kadar extrogen
tinggi
C. Pembentukan progesterone
D. Pembentukan FSH
E. Terbentuknya folikel
11. Perhatikan gambar organ reproduksi wanita disamping. Fungsi organ P adalah….
A.
Tempat berlangsungnya oogenesis
B.
Tempat berlangsung peristiwa
fertilisasi
C.
Tempat pertumbuhan dan perkembangan embrio
D.
Tempat nemempelnya plasenta
E.
Sebagai jalan keluar
bayi pada saat di lahirkan
12. Pembelahan miosis II terhadap
oosit sekunder pada oogenesis menghasilkan
A.
Satu polosit sekunder & satu ootid
B.
Dua polosit sekunder
C.
Dua ootid
D.
Tiga polosit
dan satu ovum
E.
Satu ootid satu ovum
13.
Hubungan estrogen dengan
proses ovulasi adalah…
A.
Merangsang hipofisis untuk mengekskresi FSH yang akan menyebaakan
folikel pecah
B.
Meransang hipofisis untuk
mengekskresi LH yang menyebabkan folikel
pecah
C.
Merangsang hipofisis unuk menghasilkan LH sehingga folikel
pecah
D.
Menyebabkan korpus luteum
untuk menghasilkan progestron yang akan menyebabkan
folekul pecah
E.
Merangsang folikel untuk menhasilkan progesteron yang tinggi sehingga folikel pecah
14. Bagian yang berfungsi
untuk tempat pengeluaran zat makanan, O2, CO, dan zat sisa antara ibu dan janin
adalah….
A. Plasenta
B. Kuning telur
C. Tali pusat
D. Korion
E. Air ketuban
15.
Kelainan pada saluran reproduksi dinamakan endometeiosis apabila
ada ....
A. Kanker pada rahim
B. Jaringan endometrium di dalam rahim
C. Kista pada endometrium
D. Jaringan endometrium di luar rahim
Tumor pada rahim
Komentar