SISTEM REPRODUKSI XI IPA 1&2

 

 SISTEM REPRODUKSI

Nama Guru            : Ayu Dwi Apriliana, S.Pd.

Mata Pelajaran     : Biologi

Kelas                      : XI IPA 1,2 dan 3

Pertemuan             :1

 

Kode KD

3.   12. Menganalisis hubungan struktur jaringan penyusun organ reproduksi dengan fungsinya dalam sistem reproduksi manusia

4.  12. Menyajikan hasil analisis tentang dampak pergaulan bebas, penyakit dan kelainan pada struktur dan fungsi organ yang menyebabkan gangguan sistem reproduksi manusia serta teknologi sistem reproduksi

Tujuan Pembelajaran

1.      Peserta didik mampu mengidentifikasi dan menjabarkan struktur fungsi jaringan dan sistem reproduksi pada laki-laki dengan baik.

2.      Peserta didik mampu dan menjabarkan struktur fungsi jaringan, mengidentifikasi juga menganalisis hubungan struktur jaringan dengan fungsinya dalam proses reproduksi dan sistem reproduksi pada wanita, mendeskripsikan proses oogenesis, fertilisasi, kelahiran.

3.      Peserta didik diharapkan kalian mampu mengidentifikasi, menganalisis dan mendeskripsikan gangguan/ penyakit pada sistem reproduksi disertai upaya penangannanya.

 

Materi :   Alat-alat Reproduksi Pria,  Alat-alat Reproduksi Wanita Dan Gangguan kelainan/penyakit pada sistem reproduksi

 

Metode : Cooperative/Learning

 Strategi : Diskusi/Tanya Jawab

Langkah-langkah Pembelajaran :

1.   Peserta didik memberi salam, berdoa, (menyanyikan lagu Mars Al Azhar dan Lagu Indoneisa Raya pada jam ke 1)

2.   Guru mengecek kehadiran peserta didik dan memberi motivasi

3.  Guru menyampaikan tujuan dan manfaat pembelajaran tentang topik yang akan diajarkan

4. Guru menanyakan materi yang telah dipelajari siswa sebelumnya pada pertemuan sebelumnya

5.   Guru memberikan beberapa soal mengenai gambar pada  Sistem Reproduksi

6.     Guru memberikan pembahasan soal Mengenai gambar pada  Sistem Reproduksi

7.      Guru menanyakan soal yang sulit difahami

8.      Guru dan siswa berdiskusi mengerjakan soal yang sulit dikerjakan dan difahami

9.      Siswa menarik kesimpulan

     -Mengenai bagian bagian yang terdapat  pada  Sistem Reproduksi

             -Menganalisis dan mengamati Gambar (Menghafal)

10.  Untuk penguatan siswa diminta mengerjakan latihan latihan soal essay Mengenai gambar pada  Sistem Reproduksi

 

Pengembangan Materi

Alat-alat Reproduksi Pria

A.      Uraian Materi

Sistem reproduksi pada seorang laki-laki, terbentuknya hormon testosteron biasanya dimulai ketika mulai akil baligh antara 9 sampai dengan 12 tahun. Pada usia ini, testis sudah mulai memproduksi hormon testosteron yang mempengaruhi pemasakan sel kelamin dan mempengaruhi timbulnya sifat-sifat kelamin skunder, misalnya tumbuhnya rambut kelamin, suara semakin membesar, terbentuknya jakun dan bahu yang melebar:

1.      Alat-Alat Reproduksi pada Laki-laki

Sistem reproduksi laki-laki tersusun dari organ-organ yang terletak di luar tubuh yaitu penis dan skrotum dan organ reproduksi yang terletak di dalam tubuh sluran pengeluaran dan kelenjar yang menghasilkan hormon-hormon kelamin, untuk jelasnya kalian pelajari uraian selanjutnya.

a.          Alat reproduksi bagian dalam :

Testis berfungsi penghasil sperma dan hormon kelamin yang pembentukannya terjadi di dalam tubulus seminiferus. Di antara tubulus seminiferus terdapat sel-sel Leydig penghasil hormon testosteron dan hormon androgen.

 

b.         Saluran reproduksi

1)   Epididimis , saluran dalam skrotum dan keluar dari kedua testis. Disini, sel sperma disimpan sementara hingga matang.

2)   Vas deferens , saluran tempat bergeraknya sperma dari epididimis ke kantung semen (vesikula seminalis).

Uretra, saluran dalam penis, berfungsi sebagai ekskresi urine dari kandung kemih.

a.       Hormon pada laki-laki

Di bawah kontrol hipotalamus, sebuah hormon dikeluarkan untuk merangsang hipofisis anterior yaitu hormon gonadotropin.

Hormon ini merangsang hipofisis anterior untuk menghasilkan hormon LH (Luitenizing Hormon) dan hormon FSH (Follicle Stimulating Hormon). Hormon LH menstimulasi sel-sel Leydig untuk menyekresikan hormon testosteron, yang berfungsi saat spermatogenesis, pematangan sperma, mencegah pengeroposan tulang dan pertumbuhan kelamin sekunder pada pria. Sementara itu, hormon FSH berperan merangsang sel-sel sertoli dalam tubulus seminiferus untuk mengubah sel-sel spermatid menjadi sperma saat terjadi spermatogenesis

 

b.        Kelenjar-kelenjar aksesoris

3)    Vesikula seminalis (kantung mani), menghasilkan cairan kental kekuning-kuningan, bersifat basa, mengandung mukus, enzim koagulasi, asam askorbat, prostaglandin dan gula fruktosa (sumber energi sperma).

4)    Kelenjar prostat , penghasil getah kelamin bersifat encer, mengandung enzim antikoagulan, penyuplai nutrisi, dan berasa agak asam.

5)    Kelenjar bulbouretralis ( kelenjar Cowper). Kecil jumlahnya sepasang. Hasil sekresinya cairan bening, menetralkan urine asam pada uretra. Membawa sejumlah sperma bebas sebelum dikeluarkan dari dalam tubuh.

 

 

c.       Alat reproduksi bagian Luar

6)        Penis merupakan adalah alat senggama (kopulasi / sarana mengalihkan cairan sperma ke alat reproduksi wanita). Secara struktural, penis tersusun atas tiga rongga berisi jaringan erektil berspons. Dua rongga terletak di tengah dinamakan korpus kavernosa. Korpus spongiosum berada dibawah korpus kavernosa, dan terdapat saluran reproduksi yakni uretra. Di bagian ujung penis terdapat kepala penis (gland penis), yang tertutup oleh lipatan kulit (preputium). Di dalam rongga penis terdapat jaringan erektil berisi banyak pembuluh darah dan saraf. Saat terjadi rangsangan seksual, rongga akan penuh terisi darah. Akibatnya, penis mengembang dan menegang ( ereksi). Apabila rangsangan ini terusmenerus terjadi, sperma akan keluar melalui uretra (ejakulasi). Jumlah sperma yang dikeluarkan sekitar 2 hingga 5 mL semen ( 1 mililiter = 50- 130 juta sperma).

7)     Skrotum Oleh karena temperatur tubuh yang terlalu tinggi tidak sesuai dengan perkembangan sperma, skrotum yang berisi testis berada di luar tubuh. Testis dua buah, letaknya di kanan dan kiri, dipisahkan oleh otot polos penyusun sekat skrotum, sehingga bisa mengendur dan mengerut (otot dartos). Terdapat pula otot yang bertindak sebagai pengatur kondisi suhu testis agar stabil( otot kremaster)

c.          Spermatogenesis

Darimanakah sperma dihasilkan? Bagaimana proses pembentukannya? Nah sekarang kita akan mempelajarinya pada kegiatan pembelajaran ini. Semangat ya peserta didik yang hebat.

Proses pembentukan sperma ini dinamakan spermatogenesis, berada pada tubulus seminiferus di dalam testis. Di dalamnya terdapat dinding yang terlapisi oleh sel germinal disebut spermatogonium (jamak = spermatogonia).

Setelah mengalami pematangan, spermatogonium membelah memperbanyak diri (mitosis). Sedangkan sebagian spermatogonium yang lain melakukan spermatogenesis

Proses spermatogenesis :

1)       Pada fase awal spermatogenesis, spermatogonium bersifat diploid (2n atau mengandung 23 pasang kromosom).

2)       Spermatogonium akan berubah menjadi spermatosit primer (2n) Seacara mitosis.

3)       Berikutnya, spermatosit primer membelah menjadi spermatosit sekunder (biasa dinamakan meiosis I). Jumlah spermatosit sekunder ada dua, sama besar dan bersifat haploid (n = 23 kromosom).

4)       Melalui fase meiosis II, spermatosit sekunder membelah diri menjadi empat spermatid yang sama bentuk dan ukurannya. Selanjutnya, spermatid berkembang menjadi sperma matang yang bersifat haploid (n).

5)       Setelah matang, sperma menuju saluran epididimis. Proses ini terjadi kurang lebih 17 hari. Energi yang digunakan proses spermatogenesis berasal dari selsel sertoli.

 

d.      Spermatozoa

Seperti apakah Sperma itu ? Kita bahas yuk disini. Sperma terdiri dari kepala, leher, bagian tengah, dan ekor. Kepala sperma terlindungi akrosom (haploid) yang mengandung enzim hialurodinase dan proteinase, yang berfungsi saat penembusan lapisan sel telur. Pada tengahnya terdapat mitokondria kecil, berfungsi menyediakan energi untuk menggerakkan ekor sperma.

C.  Latihan Soal

 

Pilihlah satu jawaban yang paling tepat !

1.       Pada pria terdapat alat-alat reproduksi sebagai berikut:

1.  Vas deferens            4. Epididimis

2.  Testis                       5. Penis

3.  Uretra

Jalannya sperma dari mulai di bentuk sampai di keluarkan dari tubuh (ejakulasi) adalah….

A.      1 2 3 4 5

B.      2 4 1 3 5

C.       1 - 4 2 3 5

D.      4 2 – 1- 3 5

E.      2 1 4 3 5

 

2.       Saluran reproduksi internal pada laki-laki yang berfungsi untuk pemasakan sperma adalah…

A.        Epidimis

B.        Kelenjar prostat

C.         Tubulus seminiferus

D.        Vas deferens

E.      Vesicular seminalis

 

3.       Hormon yang berperan merangsang sel-sel sertoli dalam tubulus seminiferus untuk mengubah sel-sel spermatid menjadi sperma saat terjadi spermatogenesis adalah hormon....

A.      LH

B.      FSH

C.       Androgen

D.      Testosteron

E.      Estrogen

 

4.       Perhatikan gambar spermatogenesis ini! Tahapan yang bersifat diploid?

A.        1 dan 2

B.        1 dan 3

C.         2 dan 4

D.        3 dan 5

E.        4 dan 5

 

5.       Untuk soal nomor 5, perhatikan gambar dibawah ini!


Bagian yang berfungsi sebagai pelindung dan menghasilkan enzim pada gambar struktur sperma diatas, ditunjukkan oleh kode huruf apa . . . .

A.   .A

B.      B

C.       C

D.      D

E.      A dan C

Alat-alat Reproduksi Wanita

A.    Tujuan Pembelajaran

Peserta didik yang hebat, Melalui kegiatan pembelajaran kedua ini, diharapkan kalian mampu dan menjabarkan struktur fungsi jaringan, mengidentifikasi juga menganalisis hubungan struktur jaringan dengan fungsinya dalam proses reproduksi dan sistem reproduksi pada wanita, mendeskripsikan proses oogenesis, fertilisasi, kelahiran.

 

B.       Uraian Materi

1.      Alat-Alat Reproduksi pada Wanita

Sistem reproduksi wanita terdiri dari organ yang terdapat dalam ( ovarium, tuba fallopi, (tuba uterine/oviduk), uterus dan vagina. Organ yang terletak di luar tubuh terdiri dari vulva (pudendum)

a.     Alat Reproduksi Dalam Wanita

1)        Ovarium

Ovarium atau indung telur, berbentuk seperti telur dan berjumlah sepasang. Ovarium terlindungi kapsul keras dan terdapat folikel-folikel. Setiap folikel mengandung satu sel telur, berfungsi memberikan makanan dan melindungi sel telur yang sedang berkembang hingga matang. Setelah sel telur matang, folikel akan mengeluarkannya dari ovarium (ovulasi).

2)        Uterus (rahim)

Uterus adalah organ tebal dan berotot yang dapat mengembang selama masa kehamilan. Bentuknya seperti buah pir. berfungsi sebagai tempat pertumbuhan dan perkembangan janin Pada bagian bawah uterus terdapat struktur yang mengecil. Bagian ini disebut serviks atau leher rahim.

Lapisan penyusun uterus, yakni lapisan terluar (perimetrium), lapisan tengah yang berotot (miometrium), dan selaput rahim/lapisan terdalam (endometrium). Lapisan endometrium mengandung banyak pembuluh darah dan lendir.

3)        Vagina

Vagina merupakan saluran dengan dinding dalam berlipatlipat dan memanjang dari leher rahim ke arah vulva ( 7-10 cm). Bagian luar vagina berupa selaput yang menghasilkan lendir dari kelenjar Bartholini. Vagina berfungsi sebagai saluran kelahiran yang dilalui bayi saat lahir juga berfungsi sebagai tempat kopulasi.

b.       Saluran Reproduksi

Saluran reproduksi wanita yang berfungsi sebagai jalur sel telur menuju uterus (rahim) dinamakan saluran telur (oviduk) atau tuba Fallopi. Pada bagian pangkalnya terdapat bagian mirip corong yang dinamakan infundulum, yang berjumbai-jumbai (fimbrae). Fungsinya penangkap sel telur (ovum) yang lepas dari ovarium. melalui gerakan peristaltik, lalu disalurkan melalui oviduk menuju uterus.

a.       Alat Reproduksi Luar Wanita

 

1)   Vulva bagian paling luar organ kelamin wanita yang bentuknya berupa celah.

2)   Pubic bone (Mons pubis) bagian atas dan terluar vulva yang tersusun atas jaringan lemak . Saat masa pubertas, bagian ini banyak ditumbuhi oleh rambut.

3)   Bibir besar (Labia mayora) lipatan yang jumlahnya sepasang dibawah mons pubis.

4)   Bibir Kecil (Labia minora) bagian dalam labia mayora terdapat lipatan berkelenjar, tipis, tidak berlemak, dan berjumlah sepasang. Fungsi kedua bagian ini adalah sebagai pelindung vagina.

5)   Klitoris tonjolan kecil yang mengandung banyak ujung-ujung saraf perasa sehingga sangat sensitive. Seperti halnya penis laki-laki, klitoris akan bereaksi bila ada rangsangan (mengandung banyak jaringan erektil).

6)   Orificium erethrae, muara saluran kencing.

7)   selaput dara atau hymen bagian yang mengelilingi tepi ujung vagina, yang berselaput mukosa dan mengandung banyak pembuluh darah.

 

b.       Hormon pada Sistem Reproduksi Wanita

Hipotalamus akan menyekresikan hormon gonadotropin. Hormon gonadotropin merangsang kelenjar pituitari untuk menghasilkan hormon FSH. Hormon FSH merangsang pertumbuhan dan pematangan folikel di dalam ovarium. Pematangan folikel ini merangsang kelenjar ovarium mensekresikan hormon estrogen.

 

Hormon estrogen berfungsi membantu pembentukan kelamin sekunder seperti tumbuhnya payudara, panggul membesar, dan ciri lainnya. Selain itu, estrogen juga membantu pertumbuhan lapisan endometrium pada dinding ovarium. Pertumbuhan endometrium memberikan tanda pada kelenjar pituitari agar menghentikan sekresi hormon FSH dan berganti dengan sekresi hormon LH.

 

Oleh stimulasi hormon LH, folikel yang sudah matang pecah menjadi korpus luteum. Saat seperti ini, ovum akan keluar dari folikel dan ovarium menuju uterus (terjadi ovulasi). Korpus luteum yang terbentuk segera menyekresikan hormon progesteron.

Progesteron berfungsi menjaga pertumbuhan endometrium seperti pembesaran pembuluh darah dan pertumbuhan kelenjar endometrium yang menyekresikan cairan bernutrisi. Apabila ovum pada uterus tidak dibuahi, hormon estrogen akan berhenti. Berikutnya, sekresi hormon LH oleh kelenjar pituitari juga berhenti. Akibatnya, korpus luteum tidak bisa melangsungkan sekresi hormon progesteron. Oleh karena hormon progesteron tidak ada, dinding rahim sedikit demi sedikit meluruh bersama darah. Darah ini akan keluar dari tubuh dan kita biasa menamakannya dengan siklus menstruasi.

 

 

 

2.      Proses Pembentukan Sel Telur (Oogenesis)

Oogenesis merupakan proses pembentukan sel telur di dalam ovarium. Sebelum sel telur (ovum) terbentuk, di dalam ovarium terlebih dahulu terdapat sel indung telur atau oogonium (oogonia = jamak) yang bersifat diploid (2n = 23 pasang kromosom). Melalui pembelahan mitosis, oogonium menggandakan diri membentuk oosit primer. Menginjak masa pubertas, oosit primer melanjutkan fase pembelahan meiosis I. Pada fase ini, oosit primer membelah menjadi dua sel yang berbeda ukuran dan masing-masing bersifat haploid. Satu sel yang berukuran besar dinamakan oosit sekunder, sedangkan sel yang lain dengan ukuran lebih kecil dinamakan badan kutub primer. Pada fase berikutnya, oosit sekunder akan melanjutkan pada fase meiosis II. Fase ini dilakukan apabila ada fertilisasi. Apabila tidak terjadi fertilisasi, oosit sekunder mengalami degenerasi. Namun, apabila ada fertilisasi, fase meiosis II dilanjutkan. Indikasi nya, oosit sekunder membelah menjadi dua sel, yakni satu berukuran besar dan satu berukuran lebih kecil. Sel yang berukuran besar di namakan ootid, sementara sel berukuran kecil dinamakan badan kutub sekunder. Secara bersamaan, badan kutub primer juga membelah menjadi dua. Oleh karenanya, fase meiosis II menghasilkan satu ootid dan tiga badan kutub sekunder. Kemudian, satu ootid yang dihasilkan tersebut berkembang menjadi sel telur (ovum) yang matang. Sementara itu, badan kutub hancur atau polosit (mengalami kematian).

Supaya oosit dalam oogonium tumbuh dengan baik, pada permukaannya diselubungi oleh lapisan yang disebut folikel. Di dalam folikel terdapat cairan yang memberikan makanan untuk perkembangan oosit. Folikel ini akan terus berubah hingga masa ovulasi. Awalnya oosit primer diselubungi oleh folikel primer. Selanjutnya, folikel primer berubah menjadi folikel sekunder yang membungkus oosit sekunder (fase meiosis I). Setelah itu, folikel sekunder berubah menjadi folikel tersier hingga folikel de Graff (folikel matang). Folikel de Graff terbentuk saat masa ovulasi. Kemudian, oosit sekunder lepas dari folikel, dan segera folikel menjadi korpus luteum. Korpus luteum akan menjadi korpus albikan, jika sel telur tidak ada yang membuahi.

3.      Siklus Menstruasi

 

Peserta didik yang hebat, kita lanjutkan ya pembelajaran selanjutnya, yaitu tentang menstruasi, fertilisasi, proses kehamilan dan persalinan. Siap dan selalu semangat. Saat seorang wanita masih subur, siklus menstruasi merupakan suatu hal yang wajar. Siklus ini berlangsung kira-kira 28 hari pada setiap bulan. Pada wanita, siklus menstruasi melalui empat fase :

1)        Fase Menstruasi

Pada fase menstruasi, hormon yang berperan ialah hormon estrogen dan progesterone mengalami reduksi pada sekitar lima hari pertama menstruasi. Akibatnya, sel telur yang berada dalam lapisan endometrium pada uterus dilepas bersamaan dengan robeknya endometrium melalui pendarahan. Hasilnya, dinding uterus berubah menjadi sangat tipis.

2)        Fase Praovulasi

Mulai hari kelima sampai ke empat belas, fase praovulasi dimulai. Pada fase ini, hormon yang berperan yakni hormon FSH dan hormon LH. Kedua hormon tersebut menstimulasi sel-sel folikel untuk menghasilkan hormon estrogen dan progesterone yang membuat lapisan endometrium yang luruh terbentuk kembali.

1)        Fase Ovulasi

Fase ovulasi terjadi sekitar hari keempat belas dari total keseluruhan waktu siklus menstruasi terjadi (kurang lebih 28 hari). Pada fase ini, sekresi hormon estrogen sangat banyak, maka sekresi hormon FSH mulai menurun dan digantikan dengan sekresi hormon LH. Adanya stimulasi hormon LH menjadikan folikel semakin matang dan menyebabkan sel telur keluar dari folikel (ovulasi).

2)        Fase Pascaovulasi

Fase pascaovulasi berlangsung pada hari kelima belas hingga hari kedua puluh delapan. Pada fase ini, folikel yang pecah berubah menjadi badan padat berwarna kuning ( Korpus luteum ) yang menghasilkan hormon progesteron. Bersama hormon estrogen, hormon progesteron ini berperan dalam memelihara pertumbuhan endometrium sehingga siap untuk penanaman embrio. Tetapi, apabila sel telur pada uterus tidak dibuahi, korpus luteum mengalami degenerasi menjadi korpus albikan. Akibatnya, sekresi hormon estrogen dan progesteron semakin menurun dan sebaliknya sekresi hormon FSH dan LH naik kembali. Karena darah tidak mengandung hormon estrogen dan hormon progesteron, endometrium tidak bisa bertahan dan luruh bersama darah. Ini menunjukkan fase pascaovulasi berganti menjadi fase menstruasi.

4.  Fertilisasi,

Selain mengalami siklus menstruasi, dalam sistem reproduksi wanita dapat pula mengalami fertilisasi, gestasi (kehamilan), dan persalinan.

Fertilisasi merupakan proses terjadinya pembuahan sel telur oleh sel sperma dan ditandai dengan bergabungnya inti kedua sel kelamin tersebut. Berlangsung di dalam oviduk. Sebelum terjadi fertilisasi, terlebih dahulu terjadi proses kopulasi atau persetubuhan. Sperma yang bercampur dengan air mani (semen) masuk ke dalam saluran reproduksi wanita (vagina). Oleh enzim proteolitik, sperma yang berada dalam vagina terlihat sangat motil. Kemudian, sperma bergerak menuju uterus hingga oviduk (tuba fallopi). Di bagian atas oviduklah fertilisasi terjadi.Agar sel telur dapat dibuahi oleh sperma, sperma mengeluarkan enzim hialuronidase dan enzim proteinase. Oleh kedua enzim tersebut, sel telur dapat ditembus oleh sperma. Sperma harus menembus tiga lapisan sel telur berturut-turut : korona radiata, zona pelusida, dan membran plasma.Setelah sel telur dibuahi oleh satu sel sperma, segera sel telur mengeluarkan senyawa tertentu menuju zona pelusida. Senyawa tersebut berfungsi untuk melidungi sel telur supaya tidak tertembus kembali oleh sperma lainnya. Sperma bersifat haploid (n = 23 kromosom) dan sel telur juga bersifat haploid (n = 23 kromosom). Akibatnya, pembuahan sperma pada sel telur akan menghasilkan sebuah zigot yang bersifat diploid (2n = 23 pasang kromosom). Zigot bergerak menuju uterus melalui oviduk dan sembari membelah secara mitosis. Pada saat ini juga zigot sudah mulai berkembang menjadi embrio. Pembelahan zigot menghasilkan sel-sel yang bentuknya sama dan fasenya dinamakan morula. Pembelahan morula menghasilkan blastosit dan fasenya dinamakan blastula. Kurang lebih lima hari setelah fertilisasi, blastosit menempel pada endometrium dan prosesnya dinamakan implantasi. Implantasi ini dapat menyebabkan kehamilan.

Terjadinya anak kembar

 

     Kembar fraternal (dizigotik)

Proses ovulasi dapat menghasilkan lebih dari satu ovum yang matang, dibuahi oleh sperma, sehingga terbentuk lebih dari satu zigot. Janin memiliki plasenta, tali pusar, dan kantung ketuban yang berbeda.

     Kembar identik (monozigotik)

Zigot hasil fertilisasi membelah dan berkembang menjadi dua embrio yang berbeda, kemudian menjadi dua janin yang berbagi amnion atau plasenta yang sama tapi tali pusar dan kantung ketubannya berbeda.

5.         Gestasi atau Kehamilan

 

Kehamilan terjadi apabila implantasi blastosit dapat dilakukan dengan sukses. Pada manusia berlangsung kira-kira 266 hari atau 38 bulan. Awalnya, blastosit terbagi menjadi tiga bagian, antara lain tropoblas (sel-sel terluar), embrioblas (sel-sel bagian dalam), dan blastocoel (rongga yang berisi cairan). Tropoblas merupakan sel-sel terluar dari blastosit yang mengeluarkan enzim proteolitik sehingga mampu terjadi implantasi pada endometrium. Sementara, embrioblas merupakan sel-sel bagian dalam blastosit yang terdapat bintik benih sebagai hasil pembelahan selnya. Antara tropoblas dan bintik benih dipisahkan oleh bagian berisi cairan yang disebut selom. Fase blastula akan segera berlanjut menuju fase gastrula. Pada fase ini, bintik benih tumbuh dan membelah menjadi lapisan yang berbeda. Lapisan tersebut yakni lapisan luar (ektoderma), lapisan tengah (mesoderma), dan lapisan dalam (endoderma). Kemudian, masing-masing lapisan tersebut akan berkembang menjadi organ- organ yang dimiliki embrio atau mengalami organogenesis. Ektoderma mengalami perkembangan menjadi kulit, hidung, mata, dan sistem saraf. Mesoderma membentuk tulang, peritoneum otot, pembuluh darah, jantung, ginjal, limpa, kelenjar kelamin dan jaringan ikat. Sedang kan endoderma menjadi organ-organ yang terkait sistem pencernaan dan sistem pernapasan. Setelah minggu kedelapan, embrio membentuk berbagai organ tersebut dengan pesat. Embrionya dinamakan sebagai janin atau fetus. Selain itu, pada sisi luar tropoblas terdapat bagian yang membentuk membran ekstraembrionik. Terlebih dahulu kita ikuti bahasannya berikut. Membran ekstraembrionik berfungsi sebagai pelindung embrio dari berbagai tekanan yang berasal dari luar. Selain itu, membran ini juga berfungsi memberi makanan bagi embrio. Dengan kata lain, semua fungsi yang menyokong kelangsungan hidup embrio dilakukan semua oleh membran ini. Membran ekstraembrionik yang dimaksud adalah kantung kuning telur, amnion, korion, dan alantois.

 

1). Kantung Kuning Telur

Kantung kuning telur atau sakus vitelinus merupakan sebuah membran yang terbentuk dari perluasan lapisan endoderma. Di dalamnya pembuluh darah dan sel darah merah terbentuk pertama kali. Oleh karena itu, pada tahapan selanjutnya kantung ini berhubungan dengan tali pusar.

2). Amnion

Amnion merupakan membran yang ber fungsi sebagai pelindung embrio baik dari gesekan ataupun tekanan. Selain itu, amnion juga berperan dalam proses pengaturan suhu tubuh embrio. Di dalam amnion terdapat ruangan yang berisi cairan amnion. Kita biasa menyebut cairan amnion sebagai ketuban.

3). Korion

Karion merupakan membran yang berasal dari perluasan ektoderma dan mesoderma tropoblas. Korion memiliki bagian yang berbentuk jonjot–jonjot atau vili korion. Di dalam vili korion terdapat pembuluh darah embrio yang berhubungan secara langsung dengan pembuluh darah ibu dalam endometrium. Fungsi vili korion adalah sebagai tempat masuk dan keluarnya makanan dan oksigen dari ibu ke embrio. Korion adalah cikal bakal plasenta. Nantinya, plasenta berfungsi sebagai pemberi nutrisi makanan bersama darah bagi perkembangan dan pertumbuhan embrio.

4). Alantois

Alantois merupakan membran yang mem bentuk tali pusar atau ari-ari. Adanya tali pusar menjadikan plasenta pada lapisan endometrium terhubung dengan embrio. Bagi embrio, alantois dapat menyalurkan berbagai nutrisi dan oksigen dari ibu lewat pembuluh darah. Sebaliknya, alantois juga berguna sebagai saluran pengeluaran sisa metabolisme embrio.

 

 

6.      Persalinan

Persalinan atau kelahiran terjadi akibat serangkaian kontraksi uterus yang kuat dan berirama.

Proses terjadinya :

a.     Pembukaan dan pemipihan serviks (leher rahim), dilanjutkan dengan

b.    dilatasi sempurna.

c.     Ekspulsi (pengeluaran    bayi), kontraksi yang kuat dan      terus-menerus mengakibatkan bayi mulai turun dari uterus menuju vagina.

d.    Keluarnya bayi yang berplasenta. Plasenta bayi ini akan dipotong dan dijepit sehingga menjadi pusar.

 

 

hormon yang berperan pada proses kelahiran bayi:

a.     Relaksin diproduksi korpus luteum dan plasenta, berfungsi melunakkan serviks dan melonggarkan tulang panggul saat terjadi kelahiran.

b.     Estrogen dihasilkan oleh plasenta dengan fungsi menurunkan jumlah hormon progesteron sehingga kontraksi dinding rahim bisa berlangsung.

c.     Prostaglandin dihasilkan oleh membran ekstraembrionik dengan fungsi meningkatkan kontraksi dinding rahim.

d.     Oksitosin dihasilkan oleh kelenjar hipofisis ibu dan janin. Fungsinya juga meningkatkan kontraksi dinding rahim

C.      Latihan Soal

1.      Alat reproduksi wanita terdiri atas:

1). Vagina        3). Tuba fallopi

2). Ovarium     4). Uterus

Jalannya sel telur sejak di bentuk sampai menjadi embrio secara berurutan di mulai dari….

A.      2, 3 ,4

B.      2, 1, 4

C.       2, 4, 3

D.      3, 1, 4

E.      1, 2, 4

 

2.      Peranan hormon progesteron….

A.      Mempercepat pertumbuhan selaput lendir rahim

B.      Merangsang pertumbuhan endometrium dinding rahim

C.       Menghambat produksi FSH oleh pituitrin

D.      Memacu petruitrin untuk memproduksi hormon LH

E.      Memacu folikel dalam ovarium untk tumbuh

 

3.      Pada gambar oogenesis di bawah ini, nomor 1, 2, 3 adalah…

A.       Oosit primer

B.        Oosit sekunder

C.         Ovum

D.       Oogonium

E.        Polosit

 

 

 

 

 

4.      Menstruasi terjadi karena...

A.        Tingginya kadar estrogen dan progresteron

B.        Rendahnya kadar estrogen dan progresteron

C.        Tingginya kadar LH

D.        Rendahnya kadar FSH

E.         Kadar estrogen meningkat, sedangkan progresteron sedikit

5.    Pada proses fertilisasi, beberapa sperma berusaha masuk melewati tiga lapisan pelindung sel telur (korona radiata, zona palisade, dan membran plasma sel telur) menuju inti sel telur. Untuk menembus ketiga lapisan sel telur tersebut, sperma mengeluarkan enzim-enzim khusus yang tersimpan pada akrosom. Berikut ini enzim yang berfungsi untuk melarutkan dan membuat lubang pada zona palisade sehingga spermatozoa dapat menembus masuk ke inti sel telur yaitu...

A.        Hialuronidase

B.        Enzim proteolitik

C.         Pelusidase

D.        Enterokinase

E.        Akrokinase

 

Gangguan dan Kelainandan Penyakit pada Sistem Reproduksi

 

A.    Tujuan Pembelajaran

Pada kegiatan pembelajaran ke 3, kalian yang hebat , kita akan membahas tentang ganguan, penyakit dalam sistem reproduksi. Pada pembelajaran ini diharapkan kalian mampu mengidentifikasi, menganalisis dan mendeskripsikan gangguan/ penyakit pada sistem reproduksi disertai upaya penangannanya.

 

B.       Uraian Materi

1.      Gangguan pada sistem reproduksi wanita

 

a.       Gangguan Menstruasi

Gangguan menstruasi pada wanita di bedakan menjadi 2 jenis.yaitu :

a)      Amenore primer

Tidak terjadinya menstruasi sampai usia 17 tahun dengan atau tanpa perkembangan seksual

b)     Amenore sekunder

Tidak terjadi menstruasi selama 3-6 bulan atau lebih pada orang yang tengah mengalami siklus menstruasi

b.       Kanker Genetalia

Kanker genetalia pada wanita dapat terjadi pada vagina, serviks dan ovarium

 

c.       AIDS

AIDS adalah singkatan dari acquired immune deficiency syndrome. Virus HIV ditularkan melalui kontak langsung darah dan cairan tubuh penderita seperti sperma, cairan vagina, dan ASI.

d.       Kanker serviks

Kanker serviks : keadaan di mana sel-sel abnormal tumbuh diseluruh lapisan epitel serviks. Penanganannya dilakukan dengan mengangkat uterus,oviduk,ovarium, sepertiga bagian atas vagina dan kelenjar linfe panggul

e.       Kanker ovarium Kanker ovarium memiliki gejala yang tidak jelas, berupa rasa berat pada panggul perubahan fungsi saluran pencernaan atau mengalami pendarahan vagina abnormal. Penanganan di lakukan dengan pembedahan dan kemoterapi.

2.      Gangguan Pada Sistem Reproduksi Pria

Berikut ini gangguan sistem reproduksi pada pria

a.     Hipogonadisme

Merupakan penurunan fungsi testis disebabkan oleh gangguan interaksi hormon (misalnya hormon androgen dan hormon testoteron). Gangguan ini menyebabkan infertilitas ,impotensi dan tidak adanya tanda-tanda kepriaan. Penanganan dengan cara terapi hormon

 

b.     Kriptokidisme

Merupakan kegagalan dari satu atau dua testis untuk turun dari rongga abdomen ke dalam skrotum pada waktu bayi. Penanganan dengan cara pemberian hormon human chorionic gonadotropin untuk merangsang terstoteron. Jika belum turun juga, dilakukan pembedahan.

 

c.     Uretritis

Merupakan peradangan pada uretra dengan gejala rasa gatal pada penis dan sering buang air kecil. Organism yang paling sering menyebabkan uretritis adalah Chlamyd trachomatis, ureplasma urealytium atau virus herpes.

 

d.     Prostatis

Prostatitis adalah peradangan prostat. Penyebabnya: Echerichia coli maupun bakteri lain.

 

e.     Epididimitis

Epididimitis adalah infeksi yang sering terjadi pada saluran reproduksi pada pria. organisme penyebab : E.coli dan Chlamydia.

 

f.      Ghonorhoe

Di bagian-bagian organ kelaminnya terdapat benjolan-benjolan yang merah dan membengkak, terkadang pecah dengan sendirinya. Dapat juga berupa kencing nanah.

Setiap penyakit tentu ada obatnya, termasuk penyakit pada sistem reproduksi. Teknologi yang digunakan pada penyakit tersebut meliputi pemberian obat-obatan, kemoterapi, bedah, sampai dengan memanfaatkan terapi hormon.

 

Salah satu alternative dalam pengobatan berbagai penyakit sistem reproduksi adalah sebagai berikut :

1.       Bedah Laser Laser adalah kependekan dari Light Amplification by Stimulated Emission of Radiation. Laser merupakan jenis sinar/cahaya panas yang bisa digunakan untuk memotong kulit dan jaringan.

2.       Kemoterapi merupakan pengobatan sistemik yang bekerja pada seluruh bagian tubuh dengan cara melenyapkan sel-sel kanker yang perkembangannya sangat cepat. Kemoterapi dapat digunakan terpisah atau dikombinasi dengan satu sama lain. Kemoterapi bisa dilakukan sebelum pembedahan maupun sebelum radiasi dengan maksud untuk memperkecil ukuran tumor. Teknologi yang digunakan untuk mengobati penyakit ini ialah: Kanker Vagina

3.       Teknologi yang digunakan untuk mengobati penyakit Ghonorhoe dengan penggunaan antibiotik yang meliputi: Pencilin plus probenesid Ceftriaxone + (azithromycin atau doxycy cline) dalam bentuk suntikan.

4.       Kanker Serviks Teknologi yang digunakan untuk mengobati penyakit ini ialah: Bedah Pembedahan untuk mengangkat rahim (histerektomi) biasanya digunakan untuk mengobati tahap awal kanker serviks.

5.       Radioterapi adalah salah satu metode pengobatan menggunakan sinar radiasi untuk membunuh sel-sel kanker.

 

C.      Latihan Soal

1.      Keadaan di mana jaringan endometrium terdapat di luar uterus yaitu dapat tumbuh disekitar ovarium,oviduk atau jauh di luar uterus disebut...

A.  Endometriosis

B.  Kanker ovarium

C.  Infeksi vagina

D. Kanker serviks

E.  Gangguan Menstruasi

 

2.      Apa yang dimaksud dengan Amenore primer...

A.    Tidak terjadinya menstruasi sampai usia 17 tahun dengan atau tanpa

B.    Tidak terjadi menstruasi selama 3-6 bulan atau lebih pada orang yang tengah mengalami siklus menstruasi

C.    Mengalami haid usia 10 tahun

D.   Mengalami manopause

E.    Tidak terjadi menstruasi di usia balita

 

3.      Seorang wanita dewasa melapor kepada seorang dokter bahwa suaminya mengidap penyakit kelamin. Dia menceritakan bahwa selain penyakit HIV/AIDS, suaminya ternyata juga mengidap penyakit dimana dibagian-bagian organ kelaminnya terdapat benjolan-benjolan yang merah dan membengkak, dan terkadang pecah dengan sendirinya. Indikasi lain memperlihatkan bahwa suaminya sering kencing nanah. Dari cerita laporan diatas dapat disimpulkan bahwa seorang laki-laki (suami) tersebut menderita penyakit kelamin yaitu...

A.        Sifilis

B.        Gronuloma inguinale

C.         Herpes simplex

D.        Uleus

E.        Gonorhoe

 

4.             Gangguan yang terjadi pada sistem reproduksi pria yang disebabkan oleh virus herpes ialah..

A.        Prostatitis

B.         Uretritis

C.         Epididimis

D.        Orkitis

E.        Hipogonadisme

5.        Penyakit pada sistem reproduksi yang disebabkan virus adalah ….

A.         Sifilis

B.         Gonore

C.          AIDS

D.         Herpes genetalis

E.         Herpes simplex

 

EVALUASI

 

6.      Pernyataan yang menunjukkan perbedaan spermatogenesis dan oogenesis:

 

 

Spermatogenesis

Oogenesis

A.

Dihasilkan 4 sel sperma fungsional

Dihasilkan 1 sel ovum

B.

Ada badan kutub

Tidak ada badan kutub

C.

Diketemuakan spermatid

Tidak di ketemukan ootid

D.

Meiosis 1 menghasilkan sel primer

Meiosis 1 menghasilkan sel

 

 

sekunder

E.

Spermatogonia terbatas

Oogonia tidak terbatas

 

7.      Pernyataan di bawah ini berkaitan dengan masa-masa reproduksi pada wanita, kecuali…

A.    Menstruasi terjadi karena tidak terjadi peristiwa pebuahan

B.    Kadar progresteron tinggi pada rahim mengjhambat mentruasi

C.    Wanita hamil, payudaranya tampak lebih mengembang, hal ini karena pengaruh progesterone dan estrogen

D.   Kadar progesterone menurun, mentruasi pun terjadi kembali

E.    Pada saat hamil,mentruasi terjadi secara tidak teratur

 

8.      Epididimis merupakan saluran pada alat reproduksi laki-laki yang berfungsi untuk....

A.      Mengaktifkan sperma

B.      Menampung sperma

C.       Menggerakkan sperma ke luar

D.      Menyimpan dan mengaktifkan sperma

E.      Menyimpan dan mematangkan sperma

 

9.      Pada proses pembentukan sel gamet, kromosom 2n dapat di temukan pada tahap proleferasi….

A.   Spermatogonium

B.   Oogonium

C.    Oosit

D.   Spermatid

E.   Ovum

10.           Berikut ini diagram siklus menteruasi Dari skema peranan horman diatas, pembuahan paling tepat terjadi pada saat…

A.      Polikel masak

B.      Kadar extrogen tinggi

C.       Pembentukan progesterone

D.      Pembentukan FSH

E.      Terbentuknya folikel


 

11.  Perhatikan gambar organ reproduksi wanita disamping. Fungsi organ P adalah….

A.        Tempat berlangsungnya oogenesis

B.        Tempat berlangsung peristiwa fertilisasi

C.         Tempat pertumbuhan dan perkembangan embrio

D.        Tempat nemempelnya plasenta

E.        Sebagai jalan keluar bayi pada saat di lahirkan

 

12.  Pembelahan miosis II terhadap oosit sekunder pada oogenesis menghasilkan

A.         Satu polosit sekunder & satu ootid

B.         Dua polosit sekunder

C.          Dua ootid

D.         Tiga polosit dan satu ovum

E.         Satu ootid satu ovum

 

13.  Hubungan estrogen dengan proses ovulasi adalah…

A.         Merangsang hipofisis untuk mengekskresi FSH yang akan menyebaakan folikel pecah

B.         Meransang hipofisis untuk mengekskresi LH yang menyebabkan folikel pecah

C.          Merangsang hipofisis unuk menghasilkan LH sehingga folikel pecah

D.         Menyebabkan korpus luteum untuk menghasilkan progestron yang akan menyebabkan folekul pecah

E.         Merangsang folikel untuk menhasilkan progesteron yang tinggi sehingga folikel pecah

 

14. Bagian yang berfungsi untuk tempat pengeluaran zat makanan, O2, CO, dan zat sisa antara ibu dan janin adalah….

A.     Plasenta

B.     Kuning telur

C.     Tali pusat

D.     Korion

E.     Air ketuban

15.     Kelainan pada saluran reproduksi dinamakan endometeiosis apabila ada ....

A.     Kanker pada rahim

B.     Jaringan endometrium di dalam rahim

C.     Kista pada endometrium

D.     Jaringan endometrium di luar rahim

Tumor pada rahim

 

 

Komentar