SISTEM INDRA
Nama Guru :
Ayu Dwi Apriliana, S.Pd.
Mata Pelajaran
: Biologi
Kelas
: XI IPA 1,2 dan 3
Pertemuan
:3
Kode KD
3.10
Menganalisis hubungan antara struktur jaringan
penyusun organ pada sistem
koordinasi (saraf, hormone dan alat
indera) dalam kaitannya dengan mekanisme koordinasi
dan regulasi serta gangguan fungsi yang dapat terjadi pada sistem
koordinasi manusia
4.10 Menyajikan
hasil analisis pengaruh pola hidup terhadap kelainan pada struktur dan
Tujuan Pembelajaran
1. Menganalisis hubungan struktur jaringan penyusun
organ sistem indra pada manusia
2.
Menyajikan hasil analisis pengaruh pola hidup
terhadap gangguan pada sistem indra pada manusia.
Materi : Sistem Indra
Metode :
Cooperative/Learning
Strategi : Diskusi/Tanya
Jawab
Langkah-langkah Pembelajaran :
1. Peserta didik memberi salam,
berdoa, (menyanyikan lagu Mars Al Azhar dan Lagu Indoneisa Raya pada jam ke 1)
2. Guru mengecek kehadiran peserta didik
dan memberi motivasi
3. Guru menyampaikan tujuan dan manfaat
pembelajaran tentang topik yang akan diajarkan
4. Guru menanyakan materi yang telah dipelajari siswa
sebelumnya pada pertemuan sebelumnya
5. Guru memberikan beberapa soal
mengenai gambar pada Sistem Indra
6. Guru memberikan pembahasan
soal Mengenai gambar pada Sistem Indra
7. Guru menanyakan
soal yang sulit difahami
8. Guru dan siswa
berdiskusi mengerjakan soal yang sulit dikerjakan dan difahami
9. Siswa menarik
kesimpulan
-Mengenai bagian bagian yang
terdapat pada Sistem Indra
-Menganalisis dan mengamati Gambar (Menghafal)
10. Untuk penguatan siswa diminta
mengerjakan latihan latihan soal essay Mengenai gambar pada Sistem Indra
Pengembangan Materi
SISTEM INDRA
Uraian Materi
Bagimana kondisi tubuh kalian hari ini? Apakah kalian dapat merasakan suhu lingkungan
saat ini? Setiap hari kita melakukan aktivitas yang tanpa kita sadari kita terkontrol
oleh sistem koordinasi kita. Pada saat temperatur udara di sekitar kita meningkat,
udara terasa panas, kita merasa gerah, kemudian kita berkeringat. Tangan kita secara
otomatis mengambil apa saja yang dapat berfungsi sebagai kipas. Jika kulit terasa
gatal, tangan langsung menggaruk kulit yang gatal tersebut. Bayangkan seandainya
bagian-bagian tubuh kita tidak bekerja dengan harmonis dan sinergis seperti yang
diceritakan di atas. Pernahkah kalian sadari ketika kita dapat mencium aroma yang
harum, kita bisa mendengar suara yang yang kecil sampai suara yang keras, kita bisa
merasakan berbagai jenis makanan dengan variasi rasa yang berbeda, tanpa kita sadari
semua diatur oleh sistem indra pada tubuh kita. Untuk memahami bagaimana struktur
indra dan gangguannya simak penjelasan berikut ini.
1. Struktur dan Jenis Sistem
Indra
Sistem indera merupakan salah satu bagian dari sistem koordinasi yang merupakan
reseptor atau penerima rangsang. Alat indera merupakan reseptor yang peka
terhadap perubahan lingkungan dan rangsangan.
Setiap reseptor hanya menerima jenis perubahan lingkungan dalam bentuk rangsangan
tertentu. Oleh karena itu, reseptor diberi nama menurut jenis rangsangan yang
diterimanya, yaitu sebagai berikut.
-
Fotoreseptor, penerima rangsang cahaya.
-
Kemoreseptor, penerima rangsang zat kimia.
-
Mekanoreseptor, menerima rangsang fisik, misalnya sentuhan.
-
Audioreseptor, penerima rangsang suara.
-
Termoreseptor, penerima rangsang panas/temperatur.
- Indra Penglihatan
Mata merupakan indera penglihatan yang bertindak sebagai fotoreseptor yang mampu
menerima rangsangan berupa cahaya. Mata manusia terdiri dari 3 bagian utama yaitu
bola mata, tulang orbita dan alat penunjang/ tambahan.
Bola mata terdiri dari tiga lapisan, yaitu:
1) Sklera (tunika fibrosa)
merupakan lapisan terluar dari bola mata yang berwarna putih dan tidak bening. Berfungsi
untuk mempertahankan bentuk mata dan melindungi bagian-bagian dalam bola mata
2) Koroid (tunika vaskulosa)
merupakan lapisan tengah yang berwarna gelap dan
banyak mengandung pembuluh
darah dan pigmen. Berfungsi
untuk mencegah pemantulan cahaya yang
masuk kedalam bola mata dan mensuplai nutrisi bagi mata berupa kebutuhan makanan
dan oksigen serta pigmen bagi retina mata sehingga mampu menyerap refleksi cahaya
pada mata.
1) Retina (tunika nervosa),
lapisan terdalam mata yang banyak mengandung sel reseptor cahaya. Ada 2 macam sel
reseptor yaitu:
a. Sel kerucut (konus), peka terhadap intensitas cahaya tinggi dan warna.
Berfungsi untuk menangkap warna. Sel konus terdiri dari sel yang peka terhadap warna
merah biru dan hijau. Sel konus mengandung senyawa
iodopsin berupa retinin untuk melihat saat terang.
b. Sel batang (basil), peka terhadap intensitas cahaya lemah dan tidak
peka terhadap warna. Sel basil menghasilkan rhodopsin berupa retinin dan opsin untuk
melihat pada saat gelap.
Jalannya rangsang pada mata diawali cahaya yang masuk kedalam bola mata melalui
lubang pupil akan menempuh 4 media meliputi cornea, humor aquous, lensa, dan vitreus
sehingga setelah mengalami 4x pembiasan, bayangan dapat jatuh di retina.
B. Indra Pembau
Hidung merupakan indera pembau yang menerima rangsangan zat kimia yang bertindak
sebagai kemoreseptor. Reseptor hidung adalah saraf olfaktori dan terletak pada langit-
langit rongga hidung yang peka terhadap molekul bau (odoran). Daerah yang sensitive
terhadap rasa bau terletak di bagian atap rongga hidung dimana terdapat dua jenis
se yaitu: sel penyokong berupa sel sel epitel dan sel-sel pembau sebagai reseptor
yang berupa sel-sel syaraf.
Urutan jalan rangsang indera pembau ke otak yaitu bau masuk ke hidung bersama
udara inspirasi dan akan diterima oleh sel-sel kemoreseptor di rongga hidung lalu
Reseptor mengirim impuls ke saraf olfaktori untuk diinterpretasikan menjadi
bau.
C. Indra Pengecap
Lidah berfungsi sebagai indra pengecap yang biasa dikenal dengan kemoreseptor
cair. Reseptor lidah adalah papilla (tonjolan) yang terletak di permukaan lidah
dan di dalamnya terdapat tunas pengecap yang peka terhadap molekul yang dapat larut
dalam air liur. Indera pengecap terdapat pada lidah, Permukaan lidah bersifat kasar
karena memiliki tonjolan-tonjolan yang disebut papilla. Papilla yang terdapat
pada lidah adalah papilla filiformis (fili: benang, papilla fungiformis (fungi:
jamur) dan papilla sircumvalata (sirkum: bulat).
Indra Peraba
Kulit berfungsi sebagai indra peraba yang biasa dikenal dengan mekanoreseptor
atau tangoreseptor.
Kulit memiliki reseptor. Reseptor kulit terdiri dari korpus-korpus pada lapisan
epidermis dan dermis yang dapat merasakan berbagai rangsangan.
1) Reseptor ujung saraf tanpa
selaput, terletak pada lapisan epidermis, merasakan sakit/nyeri.
2) Reseptor ujung rambut, terletak
di sekitar folikel rambut, merasakan gerakan
rambut.
3) Ujung saraf Paccini, merasakan
tekanan kuat.
4) Ujung saraf Ruffini, merasakan
panas.
5) Ujung saraf Krausse, merasakan
dingin.
6) Ujung saraf Meissner, merasakan
sentuhan.
7) Diskus Merkel, terletak pada
lapisan epidermis, merasakan sentuhan, tekanan ringan,
dan sakit/nyeri
8) . Indra Pendengaran
9) Telinga merupakan
indra pendengaran (fonoreseptor) dan sebagai pendeteksi keseimbangan (ekuilibrium). Telinga
menerima rangsangan berupa getaran sehingga disebut fonoreseptor. Reseptor telinga
untuk pendengaran adalah organ korti pada koklea, dan untuk keseimbangan adalah
otolith.
10) Telinga berfungsi untuk menerima
gelombang suara. Gelombang suara merupakan
11) suatu perubahan penekanan
dan peregangan dari molekul udara yang disebabkan oleh bergetarnya suatu benda. Kerasnya
suara bergantung pada besarnya getaran (amplitudo) dan tinggi nada suara
bergantung pada frekuensi (getaran/detik) dari suatu gelombang.
12) . Gangguan pada Sistem Indra
13) Berbagai aktivitas yang dilakukan
oleh tubuh tidak terlepas dari kontrol sistem koordinasi. Adanya pola hidup yang
tidak sesuai dapat mengakibatkan terjadinya gangguan/kelainan pada sistem tubuh
salah satunya pada sistem indra tubuh kita.
14) a. Gangguan/Kelainan Penglihatan
(Mata)
15) Indra penglihatan dapat mengalami
gangguan atau kelainan. Beberapa cacat mata di antaranya adalah sebagai berikut.
16) 1) Miopi (rabun dekat) yaitu
cacat mata kerna lensa mata terlalu cekung dan bola mata terlalu panjang. Hal ini
dapat dibantu dengan lensa cekung.
2) Hipermetropi (rabun jauh)
yaitu cacat mata karena lensa mata terlalu cembung dan bola mata terlalu pendek (pipih) sehingga banyangan jatuh dibelakang
bola mata. Hal ini dapat dibantu dengan
lensa cembung
3) Astigmatisme adalah
kecembungan kornea tidak merata sehingga bayangan kabur atau bayngan jatuh diatas retina
4) Presbiopi adalah mata tua
yang lensa matanya tidak teratur atau kurang elastis.
Akibatnya, ketika melihat jarak dekat maupun jarak jauh, bayangan yang terbentuk
tidak jelas.
- Gangguan/Kelainan indra Pembau (Hidung)
1) hiposmia yaitu indra penciuman
kurang mampu mencium bau
2) Hiperosmia yaitu lebih pekat
terhadap bau-bauan
3) Sinusitis yaitu radang tulang-tulang
tengkorak disekitar hidung yang berongga dan
berisi udara
4) Polip yaitu pembengkakan jaringan
yang terjadi di dalam hidung
dan mengeluarkan banyak
cairan.
- Gangguan/Kelainan pada Indra Pengecap (Lidah)
1) Hypogeusia yaitu penurunan
kemampuan untuk mengidentifikasi rasa manis, asam,
pahit, asin.
2) Dysgeusia yaitu suatu kondisi
dimana lidah merasakan rasa busuk asin, sensasi rasa tengik, atau logam yang bertahan dalam mulut.
- Gangguan/Kelainan pada Indra Peraba (Kulit)
1) Luka bakar disebabkan oleh
panas, listrik, dan zat-zat kimia
2) Jerawat disebabkan peradangan
kelenjar sebasea. Bayak terjadi didaerah wajah, leher, dada dan punggung.
3) Dermatitis yaitu peradangan
pada permukaan kulit. Ditandai dengan gatal-gatal merah, bengkak, melepuh, dan berair.
- Gangguan/Kelainan pada Indra Pendengaran (Telinga)
1) Tuli konduktif adalah gangguan
penerimaan suara ke dalam koklea akibat kotoran atau nanah yang memenuhi telinga bagian tengah.
2) Tuli saraf adalah tuli yang
terjadi akibat kerusakan pada koklea, organ korti, atau saraf pendengaran.
3) Otitis media yaitu radang
yang disebabkan oleh peradangan pada tenggorokan karena adanya saluran eustachius yang menghubungkan keduaya.
4) Motion Sickness (Mabuk perjalanan)
disebabkan oleh gangguan pada fungsi vestibula
(keseimbangan) karena rangsangan secara terus menerus oleh gerakan-
gerakan selama perjalanan.
C. Rangkuman
1. Sistem saraf mendapat bantuan
dari alat-alat indra untuk menangkap informasi dan lingkungan. Tubuh manusia memiliki lima alat indra, yaitu indra
penglihat (mata), indra pencium
(hidung), indra pendengar (telinga), indra pengecap (lidah), dan indra peraba (kulit).
2. Adanya pola hidup yang tidak sesuai dapat mengakibatkan terjadinya
gangguan/kelainan pada sistem tubuh salah satunya pada sistem indra tubuh kita.
3. Kelainan Penglihatan
(Mata) antara lain Miopi (rabun dekat), hipermetropi (rabun jauh), Astigmatisme,
Presbiopi.
4. Kelainan pada indra pembau
(hidung) antara lain hiposmia, hiperosmia, sinusitis, polip.
5. Kelainan pada Indra Pengecap
(Lidah) antara lain hypogeusia dan dysgeusia
6. Kelainan pada Indra Peraba
(Kulit) antara lain luka bakar, jerawat, dermatitis.
7. Kelainan pada Indra Pendengaran
(Telinga) antara lain tuli, otitis, dan mabuk perjalanan.
D. Penugasan Mandiri
Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan singkat dan jelas!
1. Lengkapi keterangan gambar mata dibawah
ini serta jelaskan fungsi bagian yang
ditunjukkan oleh gambar! (Di Modul)
Ketika mencium aroma makanan yang harum maka sesaat itu pula kita ingin mencicipi.
Salah satu fungsi indra adalah menerima rangsangan. Analisislah hubungan antara
indra pengecap dan indra pembau.
- Latihan
Soal
Pilihlah jawaban yang paling tepat!
1.
Fungsi dari eustachius adalah ...
- menghubungkan
telinga bagian tengah dan rongga mulut
- menghubungan
antara telinga luar dan koklea
- menghubungkan
telinga bagian dalam dan telinga luar
- menghubungkan
telinga bagian luar dan rongga mulut
- menghubungkan
telinga bagian luar dan telinga bagian tengah
2.
Perhatikan gambar lidah di bawah ini! (Di
Modul)
Daerah yang diberi tanda X dan Y peka terhadap rasa….
- asam dan
manis
- pahit dan
manis
- asin dan
pahit
- manis dan
asam
- manis dan
pahit
3.
Perhatikan
gambar penampang melintang mata manusia di bawah! (Di Modul)
Hubungan yang tepat antara nomor, bagian mata, dan fungsinya
ditunjukkan oleh…
|
Nomor |
Nama bagian mata |
Fungsi |
|
|
A. |
1 |
Kornea |
Melindungi retina |
|
B. |
2 |
Koroid |
Memfokuskan bayangan benda |
|
C. |
3 |
Pupil |
Mengatur cahaya |
|
D. |
4 |
Iris |
Tempat jatuhnya bayangan |
|
E. |
5 |
Duktus kolektivus |
Memberi warna mata |
4.
Perhatikan gambar dibawah ini ! (Di Modul)
Seorang anak menangis karena dia merasakan
rasa sakit pada kakinya yang menginjak paku. Rasa sakit diterima oleh reseptor……yang
ditunjukkan pada nomor…
A. Ruffini - nomor 1
B. Meissner – nomor 2
C. Krause – nomor 3
D. Ujung saraf tanpa selaput – nomor 4
E. Paccini – nomor 5
5.
Penerima rangsang (reseptor) pada hidung adalah
...
1.
sel olfaktori
2.
sel korti
3.
sel kerucut
4.
sel saraf
5.
sel batang
- Perhatikan
gambar telinga di bawah ini! (Di Modul)
Bagian telinga yang menjaga keseimbangan tekanan udara
dan reseptor auditori adalah…
- 1-2
- 1-3
- 2-3
- 3-5
- 3-4
Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban yang terdapat di bagian akhir
soal ini. Hitunglah jawaban yang benar. Kemudian, gunakan rumus berikut untuk mengetahui
tingkat penguasaan Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 3.
Nilai = 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑃𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ𝑎𝑛 x 100 %
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑀𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑢𝑚
Konversi tingkat penguasaan:
90 - 100% = baik sekali
80 - 89% = baik
70 - 79% = cukup
< 70% = kurang
Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda
dapat meneruskan pada materi selanjutnya. Bagus! Jika masih di bawah 80%, Anda harus
mengulangi materi Kegiatan Belajar 3, terutama bagian yang belum dikuasai.
F.
Penilaian Diri
Jawablah pertanyaan berikut dengan jujur dan bertanggung jawab!
|
No |
Pertanyaan |
Jawaban |
|
|
1 |
Saya dapat mengetahui struktur dan
fungsi indra penglihatan (mata) |
ya |
tidak |
|
2 |
Saya dapat mengetahui struktur dan
fungsi indra pembau (hidung) |
ya |
tidak |
|
3 |
Saya dapat mengetahui struktur dan
fungsi indra pengecap (Lidah) |
ya |
tidak |
|
4 |
Saya dapat mengetahui struktur dan
fungsi indra peraba (kulit) |
ya |
tidak |
|
5 |
Saya dapat mengetahui struktur dan
fungsi indra pendengaran (telinga) |
ya |
tidak |
|
6 |
Saya dapat mengetahui gangguan pada sistem indra |
ya |
tidak |
Bila ada jawaban "Tidak", maka segera lakukan review pembelajaran,
terutama pada bagian yang masih "Tidak".
Bila semua jawaban "Ya", maka Anda dapat melanjutkan ke pembelajaran
berikutnya
Komentar