SISTEM HORMON
Nama Guru : Ayu Dwi Apriliana, S.Pd.
Mata Pelajaran : Biologi
Kelas : XI IPA 1,2 dan 3
Pertemuan :2
Kode KD
3.10 Menganalisis hubungan antara struktur jaringan penyusun organ pada sistem koordinasi (saraf, hormone dan alat indera) dalam kaitannya dengan mekanisme koordinasi dan regulasi serta gangguan fungsi yang dapat terjadi pada sistem koordinasi manusia
4.10 Menyajikan hasil analisis pengaruh pola hidup terhadap kelainan pada struktur dan
Tujuan Pembelajaran
1.
Menganalisis hubungan struktur jaringan penyusun
organ sistem hormon pada manusia.
2.
Menyajikan hasil analisis pengaruh pola hidup
terhadap gangguan pada sistem hormon pada
manusia.
Materi : Sistem Hormon
Metode : Cooperative/Learning
Strategi : Diskusi/Tanya Jawab
Langkah-langkah Pembelajaran :
1. Peserta didik memberi salam, berdoa, (menyanyikan lagu Mars Al Azhar dan Lagu Indoneisa Raya pada jam ke 1)
2. Guru mengecek kehadiran peserta didik dan memberi motivasi
3. Guru menyampaikan tujuan dan manfaat pembelajaran tentang topik yang akan diajarkan
4. Guru menanyakan materi yang telah dipelajari siswa sebelumnya pada pertemuan sebelumnya
5. Guru memberikan beberapa soal mengenai gambar pada Sistem Hormon
6. Guru memberikan pembahasan soal Mengenai gambar pada Sistem Hormon
7. Guru menanyakan soal yang sulit difahami
8. Guru dan siswa berdiskusi mengerjakan soal yang sulit dikerjakan dan difahami
9. Siswa menarik kesimpulan
-
-Menganalisis dan mengamati Gambar (Menghafal)
10. Untuk penguatan siswa diminta mengerjakan latihan latihan soal essay Mengenai
Pengembangan Materi
SISTEM HORMON
Uraian Materi
Jantung kita diatur oleh sistem koordinasi tubuh. Jantung
diatur oleh sistem hormon. Kali ini kita akan membahas mengenai sistem hormon. Pernahkah
kalian merasakan detak jantung yang tiba-tiba cepat? Ketika kalian di ditunjuk oleh
guru kalian mengerjakan tugas dipapan tulis, ketika kalian berada pada kondisi khawatir
maka detak jantung kalian akan menjadi cepat? Semua itu merupakan bagian dari sistem
koordinasi yag terjadi di dalam tubuh. Yang tentunya diatur oleh aktivitas hormon
yang dihasilkan oleh tubuh kita.
Tubuh manusia dilengkapi dengan dua perangkat pengatur
seluruh kegiatan tubuh. Kedua perangkat ini merupakan sistem koordinasi yang terdiri
atas sistem saraf dan sistem hormon. sistem hormon bekerja jauh lebih lambat, tetapi
lebih teratur dan berurutan dalam jangka waktu yang lama. Pengangkutan hormon melalui
pembuluh darah. Untuk memahami lebih jauh mengenai sistem hormon yuk kita pelajari
pahami materi berikut.
- Struktur
Sistem Hormon
Sistem hormon (endokrin) adalah sekumpulan kelenjar dan
organ yang memproduksi hormon, yaitu senyawa organik pembawa pesan kimiawi di dalam
aliran darah menuju sel atau jaringan tubuh.
Sistem endokrin berinteraksi dengan sistem saraf berfungsi
mengatur aktivitas tubuh
seperti metabolisme, homeostasis, pertumbuhan, perkembangan
seksual dan siklus reproduksi, siklus tidur, serta siklus nutrisi.
Karakteristik Kelenjar Endokrin
- Tidak
memiliki saluran dan menyekresikan hormon langsung ke dalam cairan di sekitar sel.
- Menyekresi
lebih dari satu jenis hormon, kecuali kelenjar paratiroid.
- Memiliki
sejumlah sel sekretori yang dikelilingi banyak pembuluh darah dan ditopang
oleh jaringan ikat.
- Masa
aktif kelenjar endokrin dalam menghasilkan hormon berbeda-beda.
Sekresi hormon dapat distimulasi atau dihambat oleh kadar
hormon lainnya dan senyawa nonhormon dalam
darah, serta impuls saraf.
- Jenis
Sistem Hormon
Hormon dihasilkan oleh kelenjar. Kelenjar endokrin (kelenjar
buntu) adalah kelenjar yang tidak mempunyai saluran khusus yang menghasilkan hormon.
Berdasarkan aktivitasnya, kelenjar buntu dibedakan
menjadi:
1.
Kelenjar yang bekerja sepanjang hayat, misal
hormon yang memegang peranan dalam metabolisme.
2.
Kelenjar yang bekerja mulai masa tertentu,
misal hormon kelamin.
3.
Kelenjar yang bekerja sampai masa tertentu
saja, misal hormon pertumbuhan, hormon timus.
Berdasarkan aspek macam dan letaknya, kelenjar buntu
dibedakan terdiri atas:
1. Kelenjar
hipofisis, terletak di dasar otak besar
2. Kelenjar
tiroid atau kelenjar gondok, terletak di daerah leher.
3. Kelenjar
paratiroid atau kelenjar anak gondok, terletak di dekat kelenjar gondok.
4. Kelenjar
epifise.
5. Kelenjar
timus atau kelenjar kacangan.
6. Kelenjar
adrenal atau suprarenalis, terletak di atas ginjal.
7. Kelenjar
pankreas atau pulau-pulau Langerhans, terletak di sebelah bawah lambung
(ventrikulus).
8. Kelenjar
usus dan lambung.
9. Kelenjar
kelamin atau kelenjar gonad, pada wanita terletak di daerah rongga perut, pada pria
di dalam buah zakar dalam kantong skrotum.
Berikut adalah kelenjar dan hormon yang dihasilkan:
1) Kelenjar
Hipofisis, menghasilkan hormon-hormon, yaitu:
a. Pada lobi anterior (Lobi depan):
1) Hormon somatotrof (STH atau growth
hormone), menstimulasi pertumbuhan tubuh.
2) Luteotropic
Hormone (LTH) atau prolaktin atau hormon laktogen, merangsang
kelenjar susu untuk mensekresikan susu.
1) Thyroid
Stimulating Hormone (TSH) atau hormon treotrop, merangsang,
sekresi kelenjar tiroid.
2) Adrenocorticotropic
Hormone (ACTH) atau hormon adrenotropin, merangsang
dan
mengendalikan sekresi kelenjar korteks adrenal.
1) Gonadotropic
atau hormon kelenjar kelamin
a)
Folikel Stimulating Hormone (FSH),
terdapat pada wanita dan pria. berfungsi: pada
wanita merangsang pertumbuhan folikel dalam indung telur atau ovarium, dan pada pria untuk
memengaruhi proses spermatogenesis.
b)
Luteinizing Hormone (LH) atau Interstitial
Cell Stimulating Hormone (ICSH), Berfungsi:
pada wanita untuk merangsang ovulasi atau pemasakan sel telur, pada pria untuk merangsang sel interstitial leydig
di dalam testis agar menghasilkan testosteron.
- Pada
lobi intermedia (lobi tengah)
Menghasilkan hormon Melanosit Stimulating Hormone
(MSH) atau intermedin. Hormon ini berperan dalam mengatur perubahan warna kulit,
yaitu dengan mengatur penyebaran pigmen melanin pada sel sel melanofora kulit.
- Pada
lobi posterior (lobi belakang)
a)
Vasopresin untuk mempengaruhi tekanan darah
b)
Petresin
c)
Oksitosin untuk membantu proses kelahiran
2)
Kelenjar Tiroid atau Kelenjar Gondok
Hormon yang dihasilkan yaitu tiroksin, triodotironin,
kalsitonin Fungsi:
a.
Mempengaruhi metabolisme sel, proses produksi
panas, oksidasi di sel-sel tubuh, kecuali
sel otak dan sel limfa.
b.
Mempengaruhi pertumbuhan, perkembangan,
dan deferensiasi jaringan tubuh.
c.
Berpengaruh dalam mengubah tirosin.
3)
Kelenjar Paratiroid atau Kelenjar Anak Gondok
Hormon yang dihasilkan yaitu parathormon, berfungsi mengatur
pertukaran zat kapur dan fosfor dalam darah.
4)
Kelenjar Epifise
Menghasilkan hormon yang fungsinya belum jelas.
5)
Kelenjar Timus atau Kelenjar Kacangan
Hormon yang dihasilkan yaitu somatotrof atau hormon pertumbuhan
yang berfungsi untuk pertumbuhan.
6)
Kelenjar Suprarenalisa atau Kelenjar Anak
Ginjal atau Kelenjar Adrenal
a.
Bagian kulit menghasilkan:
1) Mineralo-kortikoid,
menyerap Na dari darah dan mengatur reabsorpsi air pada ginjal.
2) Gluko-kortikoid,
menaikkan kadar gula darah, pengubahan protein menjadi glikogen di hati dan selanjutnya mengubahnya menjadi glukosa.
b.
Bagian dalam menghasilkan: adrenalin dan
epineprin Fungsi:
-
Memacu aktivitas jantung dan menyempitkan
pembuluh darah kulit dan kelenjar mukosa.
-
Mengendurkan otot polos batang tenggorok
sehingga melapangkan pernapasan.
-
Mempengaruhi pemecahan
glikogen (glikogenolisis) dalam hati sehingga menaikkan
kadar gula darah.
7)
Kelenjar Langerhans Hormon yang dihasilkan:
Insulin, berfungsi antagonis dengan hormon
adrenalin, yaitu untuk mengubah gula menjadi glikogen di dalam hati dan otot.
8)
Kelenjar Usus dan Lambung Kelenjar usus menghasilkan
hormon sekretin dan kolesistokinin. Kelenjar
lambung menghasilkan hormon gastrin. Hormon-hormon
tersebut berperan dalam merangsang sekresi getah lambung.
9)
Kelenjar Kelamin
-
Kelenjar kelamin pria (testis) menghasilkan
hormon kelamin pria (androgen) dan sel sperma. Androgen yang terpenting adalah testosteron,
yang berfungsi untuk:
a) Mempertahankan
proses spermatogenesis.
b) Memberi
efek negatif terhadap sekresi LH oleh hipofisis.
-
Kelenjar kelamin perempuan (ovarium) menghasilkan
sel telur (ovum) dan hormon perempuan
yang meliputi:
a)
Estrogen dihasilkan oleh sel folikel de Graaf.
b)
Progesteron dihasilkan oleh korpus
luteum, yaitu bekas folikel yang telah
ditinggalkan sel telur.
3.
Gangguan pada Sistem Hormon
Sistem hormon dapat mengakibatkan terjadinya gangguan
atau kelainan. Pengaruh pola hidup dapat menyebabkan kelainan pada struktur dan
fungsi organ sistem hormon pada manusia. Berikut beberapa gangguan akibat kelebihan
maupun kekurangan produksi hormon pada tubuh.
- Gigantisme,
pertumbuhan raksas akibat kelebihan hormon somatotrof
- Akromegali,
pertumbuhan pada ujung-ujung tulang pipa akibat kelebihan hormon
somatotrof
- Kretinisme,
kekerdilan diakibatkan kekurangan hormon somatotrof
- Morbus
basedow, meningkatnya denyut jantung, gugup, emosional, peulupuk mata terbuka lebar, dan bola mata melotot
(eksoftalmus) diakbatkan karena kelebihan hormon tiroksin.
- Mixoedem,
kegemukan yang luar biasa serta kecerdasan menurun diakibatkan kelebihan hormon
tiroksin
- Tetanus,
kekurangan hormon parathohormon
- Akromegali,
kelebihan hormon somatotrof
- Diabetes
mellitus, kekurangan hormon insulin
C. Rangkuman
1.
Hormon merupakan suatu zat yang dihasilkan
oleh kelenjar endokrin.
2.
Jenis kelenjar endokrin meliputi kelenjar
hipofisis, tiroid, paratiroid, timus, pankreas, adrenal, ovarium, testis, dan kelenjar pencernaan.
3.
Gangguan sistem hormon diakibatkan oleh pola
hidup yang tidak teratur, sehingga dapat
mengakibatkan
terjadinya kelebihan ataupun
kekurangan produksi hormon
yang dihasilkan oleh kelenjar.
D. Penugasan Mandiri
1. Perhatikan gambar berikut!
Di modul.
Berdasarkan gambar diatas deskripsikan letak dari masing-masing
kelenjar, hormon yang dihasilkan beserta fungsinya masing-masing!
2.
Bacalah
teks berikut ini!
Ketika seseorang berada dalam situasi
yang berbahaya atau genting misalnya dikejar anjing liar, tiba-tiba ia merasakan
detak jantung yang cepat dan ritme otot meningkat sehingga dapat berlari diluar
kemampuannya.
Berdasarkan teks diatas bagaimana hubungan
antara kelenjar adrenalin dengan situasi yang dialami oleh orang tersebut?
E.
Latihan Soal
1. Berikut
ini berbagai macam hormon:
1. TSH
(thyroid Stimulating Hormon)
2. FSH
(Folicle Stimulating Hormon)
3. GH
(Growth Hormone)
4. MSH
(Melanositn Stimulating Hormon)
5. LH
(Lutheinizing Hormon)
6. ADH
(Anti Diuretic Hormone)
Hormon yang tidak disekresikan oleh
hipofisis anterior adalah...
A. 1
dan 2
B. 1
dan 3
C. 2
dan 4
D. 2
dan 5
E. 4
dan 6
2.
Hormon yang mengatur keseimbangan kalsium
dalam darah adalah...
A. Oksitosin
dan prolaktin
B. Parathoromon
dan Kalsitonin
C. Progesteron
dan Estrogen
D. Glukagon
dan Insulin
E. Adrenalin
dan Insulin
F. Denyut
jantung seseorang akan semakin cepat bila sedang marah. Hal ini disebabkan karena
kadar hormon dalam darahnya meningkat.
Hormon yang dimaksud adalah……
G. Hormon
adrenalin
H. Hormon
insulin
I. Hormon
sekretin
J. Hormon
oksitosin
K. Hormon
tiroksin
3.
Hubungan yang tepat antara hormon dan fungsinya
adalah ….
|
Nama Hormon |
Fungsi |
|
|
A |
Parathormon |
Mempengaruhi proses metabolisme |
|
B |
Tiroksin |
Mengatur keseimbangan kalsium |
|
C |
Gonadotropin |
Mempengaruhi kerja kelenjar kelamin |
|
D |
Prolaktin |
Mempengaruhi kerja kelenjar anak ginjal |
|
E |
Adenotrop |
Mempengaruhi kerja anak gondok |
5.
Hormon kalsitonin di hasilkan oleh kelenjar
tiroid. Hormon ini berfungsi untuk ....
A. Meningkatkan
laju metabolisme jaringan
B. Menurunkan
kadar ion-ion kalsium dalam darah
C. Merangsang
kontraksi uterus pada saat melahirkan
D. Meningkatkan
tekanan osmosis darah akibat dehidrasi
E. merangsang
absorbsi ion kalsium dari saluran pencernaan
6.
Hormon merupakan bentuk asam amino derivative,
protein atau steroid. Hormon diproduksi dalam
jumlah yang sangat kecil dalam tubuh dan efektif pada konsentrasi rendah. Hormon yang tidak dapat menyesuaikan
dan memulihkan kondisi homeostatis tubuh
mengakibatkan terjadinya kekurangan dan kelebihan hormon yang dihasilkan. Pasangan yang tepat antara hormon dan gangguan
kesehatan akibat kelebihan atau kekurangan
hormon tersebut adalah...
A. Insulin-diabetes
insipidus
B. Adrenalin-morbus
basedowi
C. Tiroksin-diabetes
mellitus
D. Parathoromon-osteoporosis
E. Kalsitonin-akromegali
F. Somatotropin
yang dihasilkan oleh kelenjar hipofisis memiliki fungsi untuk ....
G. mengatur
sintesis hormon tiroksin
H. penyerapan
ion kalsium darah
I. merangsang
pertumbuhan rangka dan otot
J. memacu
pembelahan sel pernbentuk jaringan
K. mengontrol
metabolisme karbohidrat, protein, dan lemak
Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci
Jawaban yang terdapat di bagian akhir soal ini. Hitunglah jawaban yang benar. Kemudian,
gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Kegiatan
Belajar 2.
Nilai = 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ
𝑆𝑘𝑜𝑟
𝑃𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ𝑎𝑛
x 100 %
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ
𝑆𝑘𝑜𝑟
𝑀𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑢𝑚
Konversi tingkat penguasaan:
90 - 100% = baik sekali
80 - 89% = baik
70 - 79% = cukup
< 70% = kurang
Apabila mencapai tingkat penguasaan
80% atau lebih, Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar 3. Bagus! Jika masih
di bawah 80%, Anda harus mengulangi materi Kegiatan Belajar 2, terutama bagian yang
belum dikuasai.
f.
Penilaian Diri
Jawablah pertanyaan berikut dengan jujur dan bertanggung
jawab!
|
No |
Pertanyaan |
Jawaban |
|
|
1 |
Saya dapat mengetahui struktur sistem hormon |
ya |
tidak |
|
2 |
Saya dapat mengetahui kelenjar yang menghasilkan
hormon |
ya |
tidak |
|
3 |
Saya dapat mengetahui fungsi hormon yang dihasilkan
oleh kelenjar |
ya |
tidak |
|
4 |
Saya dapat mengetahui gangguan pada sistem hormon |
ya |
tidak |
Bila ada jawaban "Tidak", maka segera lakukan
review pembelajaran, terutama pada bagian yang masih "Tidak".
Bila semua jawaban "Ya", maka Anda dapat melanjutkan
ke pembelajaran berikutnya
Komentar