KD.3.10. SISTEM SARAF XI IPA 3

 SISTEM REGULASI

Nama Guru            : Ayu Dwi Apriliana, S.Pd.

Mata Pelajaran     : Biologi

Kelas                      : XI IPA 1,2 dan 3

Pertemuan             :1

 

Kode KD

 3.10  Menganalisis  hubungan  antara  struktur  jaringan  penyusun  organ  pada  sistem         koordinasi (saraf, hormone dan alat indera) dalam kaitannya dengan mekanisme      koordinasi dan regulasi serta gangguan fungsi yang dapat terjadi pada sistem koordinasi   manusia

4.10 Menyajikan hasil analisis pengaruh pola hidup terhadap kelainan pada struktur dan

Tujuan Pembelajaran

 

1.      Peserta didik mampu Mengidentifikasi bagian-bagian struktur sel saraf.

2.      Peserta didik mampu Mendeskripsikan implus saraf, gerak sadar, dan refleks.

3.      Peserta didik mampu Mendeskripsikan sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi.

4.      Peserta didik mampu Menyajikan hasil analisis pengaruh pola hidup terhadap kelainan pada struktur dan fungsi organ sistem saraf pada manusia.

 

Materi :   Sistem Saraf

                      

Metode : Cooperative/Learning

 

Strategi : Diskusi/Tanya Jawab

 

 

Langkah-langkah Pembelajaran :

1.   Peserta didik memberi salam, berdoa, (menyanyikan lagu Mars Al Azhar dan Lagu Indoneisa Raya pada jam ke 1)

2.   Guru mengecek kehadiran peserta didik dan memberi motivasi

3.  Guru menyampaikan tujuan dan manfaat pembelajaran tentang topik yang akan diajarkan

4. Guru menanyakan materi yang telah dipelajari siswa sebelumnya pada pertemuan sebelumnya

5.   Guru memberikan beberapa soal mengenai gambar pada sistem saraf 

6.     Guru memberikan pembahasan soal Mengenai gambar pada sistem saraf 

7.      Guru menanyakan soal yang sulit difahami

8.      Guru dan siswa berdiskusi mengerjakan soal yang sulit dikerjakan dan difahami

9.      Siswa menarik kesimpulan

     -Mengenai bagian bagian yang terdapat  pada sistem saraf 

             -Menganalisis dan mengamati Gambar (Menghafal)

10.  Untuk penguatan siswa diminta mengerjakan latihan latihan soal essay Mengenai gambar pada sistem saraf 

 

Pengembangan Materi

  1. Struktur Sistem Saraf

Neuron atau sel saraf merupakan satuan kerja utama atau bagian dari sistem koordinasi yang berfungsi untuk mengatur aktivitas tubuh melalui rangsangan listrik secara cepat. Komponen sistem saraf terdiri atas sel saraf, sistem saraf pusat, dan sistem saraf tepi.

Untuk bereaksi terhadap rangsangan, tubuh memerlukan 3 komponen yaitu:

      1. Reseptor
      2. Sistem saraf
      3. Efektor

Berdasarkan fungsinya, sel saraf dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu:

a.       Neuron sensorik (neuron aferen): Dendritnya berhubungan dengan reseptor dan neuritnya berhubungan dengan dendrit neuron lain. Fungsinya untuk menghantarkan impuls dari reseptor ke pusat susunan saraf.

b.      Neuron motorik (neuron efektor): Dendritnya berhubungan dengan neurit neuron lain dan neuritnya berhubungan dengan efektor atau alat tubuh pemberi tanggapan terhadap         suatu rangsangan. Fungsinya untuk menghantarkan impuls motorik dari susunan saraf ke efektor.

c.       Neuron asosiasi: Penghubung antara neuron motorik dan sensorik.

Berdasarkan tempatnya, neuron asosiasi dibedakan menjadi dua, yaitu:

a.       Neuron konektor: Merupakan penghubung antara neuron yang satu dan neuron yang lain

b.      Neuron ajustor: Merupakan penghubung antara neuron sensorik dan neuron motorik    yang terdapat di dalam otak dan sumsum tulang belakang.

Impuls saraf adalah rangsangan/pesan yang diterima oleh reseptor dari lingkungan luar,

kemudian dibawa oleh neuron atau serangkaian pulsa elektrik yang menjalari serabut saraf. Impuls ini akan menyebabkan terjadinya gerakan. Gerakan dibedakan menjadi dua yaitu gerak sadar dan gerak refleks. Gerak sadar merpakan gerakan yang terjadi karena disengaja atau disadari, sedangkan gerak refleks adalah gerakan yang tidak disengaja atau tidak disadari.

Impuls akan menyebabkan terjadinya gerakan.

a.       Gerak sadar (disengaja/disadari): impuls à reseptor/indraà saraf sensorisà otakà saraf motor à efektor/otot

b.      Gerak refleks (tidak disengaja/tidak disadari): Impuls à reseptor/indra à saraf sensorisà

> sumsum tulang belakangà saraf motorà efektor/otot.

Mekanisme Penghantaran Impuls

Neuron dalam keadaan istirahat memiliki energi potensial membran untuk bekerja mengirim impuls, dalam keadaan istirahat disebut polarisasi membran. Adanya impuls menyebabkan membran sel sarafterdepolarisasi. Akibatnya ada perbedaan muatan sel saraf. perbedaan muatan sel saraf menyebabkan impuls merambat ke sepanjang akson menuju sinapsis.

2.      Jenis Sistem Saraf

Sistem saraf bekerja berdasarkan impuls elektrokimia, untuk melayani tubuh dengan berbagai macam cara. Sistem saraf berfungsi sebagai peninjau bagi tubuh dan pengumpul informasi tentang dunia diluar maupun didalam tubuh kita.  Selain itu juga berfungsi sebagai pusat komunikasi umu, pusat pemetaan strategi, dan sebagai pembuat keputusan dalam segala sesuatu yang dilakukan tubuh.

a.      Sistem saraf pusat

Sistem saraf pusat merupakan bagian sistem saraf yang mengkoodinasikan semua fungsi saraf. Sistem saraf pusat berfungsi menerima semua rangsangsaraf dari luar tubuh (eketroseptor) dan dari dalam tubuh (interoseptor). Sistem saraf pusat juga bertindak sebagai pusat integrasi dan komunikasi

 

Sistem saraf pusat terdiri atas:

1.      Otak

Otak  manusia  terdiri  atas  dua  belahan,  yaitu  otak  kiri  dan  kanan.  Otak  kiri mengendalikan tubuh bagian kanan. Sebaliknya, otak kanan mengendalikan tubuh bagian kiri. Otak dibagi menjadi empat bagian, yaitu otak besar (cerebrum), otak tengah, otak kecil (cerebellum), dan sumsum lanjutan.

-          Otak Besar (cerebrum)

Merupakan bagian terbesar otak dengan permukaan berlipat-lipat. Diduga, semakin banyak lipatannya semakin cerdas seseorang. Serebrum terdiri atas 2 belahan (hemisfer) yang dipisahkan oleh fisura longitudinal. Kedua hemisfer dihubungkan oleh sejumlah serabut saraf yang disebut korpus kalosum. Melalui serabut ini, impuls diteruskan dari satu hemisfer ke hemisfer lain.

Otak besar terdiri atas:

(a)    Otak depan (lobus frontalis), merupakan pengendali gerakan otot.

(b)   Otak belakang (lobus oksipitalis), merupakan pusat penglihatan.

(c)    Otak samping (lobus temporalis), merupakan pusat pendengaran.

 

-          Otak Tengah

Terletak di depan otak kecil. Bagian otak tengah adalah lobus optikus yang berhubungan dengan gerak refleks mata. Pada dasar otak tengah terdapat kumpulan badan sel saraf (ganglion) yang berfungsi untuk mengontrol gerakan dan kedudukan tubuh.

-          Otak Depan

Terdiri atas talamus dan hipotalamus. Talamus berfungsi menerima semua rangsang dari reseptor, kecuali bau-bauan, dan meneruskannya ke area sensorik. Hipotalamus berperan dalam pengaturan suhu tubuh, pengatur nutrisi, pengaturan agar tetap sadar, dan penumbuhan sikap agresif. Hipotalamus juga merupakan tempat sekresi hormon yang mempengaruhi pengeluaran hormon pada hipofisis.

-          Otak Kecil (Cerebellum)

Terletak di depan sumsum lanjutan (medula oblongata). Otak kecil merupakan pusat keseimbangan gerak dan koordinasi gerak otot serta posisi tubuh. Tepat di bagian bawah serebelum terdapat jembatan varol yang berfungsi menghantarkan impuls otot-otot bagian kiri dan kanan tubuh. Jembatan varol ini juga menghubungkan otak besar dengan otak kecil.

-          Sumsum Lanjutan (Medula Oblongata)

Disebut juga batang otak, merupakan lanjutan otak yang menghubungkan otak dengan sumsum tulang belakang. Fungsinya untuk mengatur denyut jantung, pelebaran dan penyempitan pembuluh darah, gerak menelan, bersin, bersendawa, batuk, dan muntah. Di sumsum lanjutan terdapat bagian yang menghubungkan otak dan sumsum tulang belakang yang dinamakan Pons.

2.      Sumsum Tulang Belakang (Medula Spinalis)

Terdapat di dalam rongga tulang belakang. Fungsinya sebagai penghubung impuls dari dan ke otak, memberi kemungkinan gerak refleks. Medula spinalis bagian luar berwarna putih dan bagian dalam kelabu.

 

b.      Sistem Saraf Tepi

Sistem saraf tepi merupakan saraf-saraf yang membawa impuls dari dan ke sistem saraf pusat. sistem saraf tepi terdiri dari sistem saraf sadar dan sistem saraf tidak sadar.

a)      Sistem Saraf Sadar (Saraf Somatis)

Saraf sadar adalah saraf yang rangsangannya disampaikan ke pusat reseptor yaitu kepusat motoris pada serebrum.

Berdasarkan asalnya, sistem saraf tepi terbagi atas saraf kranial dan saraf spinal yang masing-masing  berpasangan,  serta  ganglia  (tunggal:  ganglion).  Saraf  kranial merupakan semua saraf yang keluar dari permukaan dorsal otak. Saraf spinal ialah semua saraf yang keluar dari kedua sisi tulang belakang. Masing-masing saraf ini mempunyai karakteristik fungsi dan jumlah saraf yang berbeda. Sementara itu, ganglia merupakan kumpul an badan sel saraf yang membentuk simpul-simpul saraf dan di luar sistem saraf pusat.

b)         Sistem Saraf Tidak Sadar (Otonom)

Saraf otonom adalah saraf yang rangsangannya tidak disampaikan ke otak. Sistem saraf otonom mengontrol kegiatan organ-organ dalam.

 

3.      Gangguan pada Sistem Saraf

 

Sistem saraf pada manusia dapat mengalami kelainan atau penyakit. Penyebabnya dapat berasal dari lingkungan (luar) atau dari dalam tubuh, antara lain sebagai berikut.

a.       Epilepsi, yaitu suatu keadaan, bukan suatu penyakit, serangan muncul jika otak, atau bagian dari otak tiba-tiba berhenti bekerja sebagaimana mestinya selama beberapa saat.

a.       Meningitis merupakan radang selaput otak karena infeksi bakteri atau virus.

b.      Ensefalitis merupakan peradangan jaringan otak, biasanya disebabkan oleh virus.

c.       Neuritis merupakan gangguan saraf tepi akibat peradangan, keracunan, atau tekanan.

d.      Rasa  baal  (kebas)  dan  kesemutan,  gangguan  sistem  saraf  akibat  gangguan      metabolisme, tertutupnya aliran darah, atau kekurangan vitamin neurotropik (B1, B6,      dan B12).

e.       Epilepsi (ayan) merupakan penyakit serangan mendadak karena trauma kepala,       tumor otak, kerusakan otak saat kelahiran, stroke, dan alkohol.

f.       Alzheimer merupakan sindrom kematian sel otak secara bersamaan.

g.      Gegar otak merupakan bergeraknya jaringan otak dalam tengkorak menyebabkan   perubahan fungsi mental atau kesadaran.

h.      Stroke, merupakan penyakit yang timbul karena pembuluh darah di otak tersumbat atau pecah sehingga otak menjadi rusak. Penyebab penyumbatan ini ialah adanya penyempitan pembuluh darah (arteriosklerosis). Selain itu, bisa juga karena penyumbatan oleh suatu emboli. Ciri yang tampak dari penderita stroke misalnya wajah yang tak simetris.

i.        Amnesia, merupakan gangguan yang terjadi pada otak karena disebabkan goncangan         batin atau cidera. Ciri gangguan ini yakni hilangnya kemampuan seseorang mengenali             dan mengingat kejadian masa lampau dalam kurun waktu tertentu.

j.        Parkinson, merupakan penyakit yang terjadi karena kekurangan neurotransmiter     dopamine pada dasar ganglion. Secara fi sik, penderita ini memiliki ciri tangan gemetaran saat istirahat, gerak susah, mata sulit berkedip, dan otot kaku sehingga salah satu cirinya adalah langkah kaki menjadi kaku.

k.      Poliomielitis, ialah penyakit yang menyerang neuron-neuron motorik sistem saraf   pusat terutama otak dan medula spinalis oleh infeksi virus. Penderitanya mengalami berbagai gejala seperti panas, sakit kepala, kaki duduk, sakit otot, dan kelumpuhan.

 

D. Penugasan Mandiri

Jawablah Pertanyaan dibawah ini dengan singkat dan jelas!

1.  Perhatikan gambar dibawah ini!

Berdasarkan gambar diatas, deskripsikan bagian-bagian sel neuron beserta fungsinya dengan membuat tabel

2.      Perhatikan gambar dibawah ini

 

Berdasarkan gambar diatas deskripsikan masing-masing bagian beserta fungsinya dengan membuat tabel!

 

3.      Perhatikan gambar berikut!

 

Berdasarkan gambar diatas deskripsikan efek stimulasi sistem saraf otonom terhadap berbagai organ tersebut!

 

E.     Latihan Soal

Pilihlah jawaban yang paling tepat!

1.      Bagian sel saraf yang berfungsi menghantarkan rangsangan dari badan sel adalah ....

A.    akson

B.     dendrite

C.     badan sel

D.    synapsis

E.     selubung myelin

2.      Bagian dari lobus cerebrum yang merupakan pusat penglihatan dan dapat menyampaikan memori tentang apa yang dilihat adalah bagian nomor…

A.  1

B.  2

C.  3

D.  4

E.  5

 

3.      Struktur organ saraf dengan bagian luarnya terdiri atas substansi putih dan bagian didalamnya terdisi atas susbtasni abu-abu adalah…

A.    Otak

B.     Medula spinalis

C.     Mesensefalon

D.    Serebelum

E.     Serebrum

4.      Aktivitas organ tubuh adalah sebagai berikut:

1.      Jantung berdetak lebih cepat

2.      Pengeluaran keringat menurun

3.      Tekanan darah meningkat

4.      Glikogen dan lemak disintesis

5.      Pembuluh darah melebar

6.      Kapiler berkonstriksi (menyempit)

Respon aktivitas organ tubuh yang dipengaruhi kerja saraf simpatis, yaitu…

A.    1, 3 dan 5

B.     1, 3 dan 6

C.     2, 4 dan 6

D.    3, 4, dan 5

E.     4, 5, dan 6

5.      Sindrom kematian sel-sel otak sehingga otak tampak mengecil yang disertai penurunan      daya ingat disebut…

A.    Epilepsi

B.     Meningitis

C.     Kesemutan

D.    Neuritis

E.     Alzheimer

6.      Penyakit ini umumnya diderita oleh orang yang mengalami kecelakaan dan terjadi             gangguan pada bagian otak. Ketidakmampuan seseorang mengenali kejadian-kejadian        dalam suatu periode di masa lampau disebabkan goncangan batin atau cedera otak           sehingga lupa akan identitas dirinya atau orang lain atau kejadian-kejadian yang mula-           mula dikenalnya dengan baik adalah ....

A.    Alzheimer

B.     Meningitis

C.     Amnesia

D.    Insomnia

E.     Epilepsi

 

Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban yang terdapat di bagian akhir soal ini. Hitunglah jawaban yang benar. Kemudian, gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 1.

Nilai = 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑃𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ𝑎𝑛 x 100 %

𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑀𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑢𝑚

Konversi tingkat penguasaan: 90 - 100% = baik sekali

80 - 89% = baik

70 - 79% = cukup

< 70% = kurang

Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar 2. Bagus! Jika masih di bawah 80%, Anda harus mengulangi materi Kegiatan Belajar 1, terutama bagian yang belum dikuasai.

 

F.     Penilaian Diri

Jawablah pertanyaan berikut dengan jujur dan bertanggung jawab

No

Pertanyaan

Jawaban

1

Saya dapat mengetahui struktur neuron

ya

tidak

2

Saya dapat mengetahui struktur dan fungsi sistem saraf pusat pada manusia

ya

tidak

3

Saya dapat mengetahui struktur dan fungsi sistem saraf tepi pada manusia

ya

tidak

4

Saya dapat memahami gangguan pada sistem saraf

ya

tidak

 

Bila ada jawaban "Tidak", maka segera lakukan review pembelajaran, terutama pada bagian yang masih "Tidak".

Bila semua jawaban "Ya", maka Anda dapat melanjutkan ke pembelajaran berikutnya

Komentar