SUSUNAN RANGKA XI A 2

    

Sistem Gerak 

Nama Guru           : Ayu Dwi Apriliana, S.Pd.

Mata Pelajaran     : Biologi

Kelas                      : XI IPA 1,2 dan 3

Pertemuan             :2

 

Kode KD

 

3.5       Menganalisis hubungan antara struktur jaringan penyusun organ pada sistem gerak dalam kaitannya dengan bioproses dan gangguan fungsi yang dapat terjadi pada sistem gerak manusia 

4.5       Menyajikan karya tentang pemanfaatan teknologi dalam mengatasi gangguan sistem gerak melalui studi literatur

Tujuan Pembelajaran

 

·      Memahami mekanisme  gerak

·      Mengidentifikasi macam-macam gerak

 

 

Materi : Sistem Gerak

                      

Metode : Cooperative/Learning

 

Strategi : Diskusi/Tanya Jawab

 

 

Langkah-langkah Pembelajaran :

1.      Peserta didik memberi salam, berdoa, (menyanyikan lagu Mars Al Azhar dan Lagu Indoneisa Raya pada jam ke 1)

2.      Guru mengecek kehadiran peserta didik dan memberi motivasi

3.      Guru menyampaikan tujuan dan manfaat pembelajaran tentang topik yang akan diajarkan

4.      Guru menanyakan materi yang telah dipelajari siswa sebelumnya yaiu kd 3.4

"Apa yang dimaksud sebagai jaringan Epitel?'

        "Apa fungsi dari jaringan epitel? "

        " Jaringan epitel yang melapisi permukaan tubuh atau lapisan luar tubuh disebut apa? "

        " jaringan epitel yang membatasi rongga tubuh disebut? "

        " jaringan epitel yang membatasi organ tubuh disebut?'

        "apa ciri-ciri dari jaringan epitel?"

        " Berdasarkan bentuk sel, jaringan epitel dibedakan menjadi lima jenis yaitu?"

        " ciri ciri jaringan epitel transisional ?"

       "Bagaimana terbentuknya asal mula jaringan ikat?'

        "Apa fungsi dari jaringan Ikat? "

       "Sebutkan tiga komponen jaringan ikat? "

       "Sebutkan tiga macam serabut? "

       "sebutkan sel-sel penyususn jaringan ikat?'

“sebutkan macam-macam sel-sel darah dan fungsinya?”

“Sebutkan 5 macam  leukosit”

        "Bagaimana terbentuknya asal mula jaringan ikat?'

        "sebutkan tiga jenis macam jaringan otot?”

“apa saja ciri-ciri dari otot polos?”

“apa perbedaan dari ketiga jaringan otot?”

“sebutkan penyusun sel-sel jaringan saraf?”

“apa fungsi dari akson dan dendrit?”

              “Apa yang dimaksud sebagai sel punca ?

              “Berdasarkan kemampuaannya berdiferensiasi sel punca dibagi menjadi 4 yaitu”?

              “Berdasarkan asalanya sel punca dapat digolongkan menjadi 2 yaitu”?

              “Sel punca memiliki 2 karakteristik yang membedakannya dari sel-sel yang lain yaitu”?

5.      Guru memberikan beberapa soal mengenai mekanisme dan macam-macam system Gerak

6.      Guru memberikan pembahasan soal mengenai mekanisme dan macam-macam system Gerak

7.      Guru menanyakan soal yang sulit difahami

8.      Guru dan siswa berdiskusi mengerjakan soal yang sulit dikerjakan dan difahami

9.      Siswa menarik kesimpulan

        -Mekanisme dan macam-macam system Gerak

             -Menganalisis dan mengamati Gambar (Menghafal)

10.  Untuk penguatan siswa diminta mengerjakan latihan latihan soal essay mengenai mekanisme dan macam-macam system Gerak

 

 

Pengembangan Materi


2.      Pembentukan dan Pertumbuhan Tulang

Sebagaian besar tulang tulang penyususn tubuh bayi masih berupa tualng rawan (Kartilago). Setelah lahir, tulang-tulang tersebut akan mengalami proses osifikasi, yaitu proses perubahan kartilago menajdi tulang keras.

Tulang mulai tumbuh pada embrio yang masih berada dalam kandungan dan terus menerus tumbuh hingga seseorang mencapai umur 25 tahun. Rangka tubuh saat masih embrio masih beupa tulang rawan yang dibentuk oleh sel-sel mesenkim. Di dalam kartilago terdapat osteoblast, yaitu sel-sel pembentuk tulang keras. Osteoblast akan mengisi jaringan di sekelilingnya dan membentuk osteosit yaitu sel-sel tulang. Perbedaanya adalah osteoblast merupakan sel-sel yang aktif membelah, sedangkan osteosit adalah sel-sel tulang yang sudah berhenti membelah.

Ø  Osifikasi dan Pembentukan Tulang Pipa


Sel-sel tulang dibentuk sencara konsentris(dari arah dalam ke luar). Disekeliling sel-sel tulang terbentuk senyawa protein pembentuk matriks tulang. Matriks tulang akan mengeras karena adanya garam dapur (CaCO3) dan garam fosfat (Ca3(PO4)2).

Didalam tulang terdapat sel-sel osteoklas, yaitu sel yang berfungsi menyerap kembali sel-sel tulng yang sudah rusak dan dihancurkan. Adanya aktivitas osteoklas menyebabkan tulang akan berongga. Rongga inilah yang nantinya diisi oleh sumsum tulang.

Proses osifikasi dibedakan menjadi 2, yaitu osifikasi intramembran dan osifikasi Endokondral.

a.       Osifikasi Intramenbran

Yaitu disebut sebgai penulangan langsung (osifikasi primer). Dalam proses ini tulang terbentuk dari sel-sel mesenkim. Proses ini terjadi pada pembentukan tulang pipih, yaitu tulang tengkorak dan tulang klavikula (Tulang Selangka). Penulangan ini terjadi secara langsung dan tidak akan terulang lagi untuk selamanya.

b.      Osifikasi Endokondral

Dalam proses ini sel-sel mesenkim berdiferensiasi terlebih dahulu menjadi kartilago yang selanjutnya berubah menjjadi tulang keras. Osifikasi Endokondral bertanggung jawab atas pembentukan sebagaian besar tulang manusia. Proses osifikasi ini terjadi pada pembentukan tulang panjang, ruas-ruas tulang belakang dan pelvis.

3.      Susunan Rangka






Rangka yang menopang tubuh orang dewasa umumnya terdiri atas 206 tulang dan dapat dibagi menjadi dua kelompok utamma, yaitu rangka Aksial dan Rangka Apendikuler.

a.       Rangka Aksilar

Rangka aksial adalah tulsng-tulsng ysng membentuk sumu tubuh, yaitu tengkorak, tulang belakang, dan tulang rusuk. Rangka aksial tersusun membujur sepanjang tulang belakang. Rangka aksial tersususn atas sekitar 80 buah tulang,meliputi tengkorak, tualng wajah, ruas-ruas tulang belaknag, tulang dada dan tulang rusuk.

1) Tulang Tengkorak


Tulang tengkorak tersusun atas 28 tulang yang dapat dibagi lagi menjadi dua bagian utama, yaitu cranium dan tulang waajah. Tulang tengkorak berfungsi melindungiotak dan organ-organ indra (mata dan telinga dalam), serta memberi bentuk pada wajah. Delapan tulang yang menyususn cranium membentuk hubungan antartulang yang sangat rapat pada sendi yang disebut sutura.

2)      Tulang Wajah


Tulang wajah tersusun atas 14 tulang,temasuk tulang-tulang telinga dalam (Tulang Martil/Malleus, Tulang landasan/Incus dan tulang Sanggurdi/Stapes). Tulang-tulang wajah membentuk bagian rongga mata dan rongga hidung, serta memberi tempat pelekatan yang kuat bagi gigi dan otot.

3)      Ruas-ruas Tulang Belakang (Vertebrae)


Terdiri atas 33 tulang tak beraturan yang terpisah-pisah. Ke-33 tulang tersebut adalah 7 tulang leher (serviks), 12 tulang punggung ( toraks), 5 tulang pinggang (lumbar), 5 tulang kelangkang (Sakrum) dan 4 tulang ekor (koksi). Fungsi ruas-ruas tulang belakng adalah melindungi sumsum tulang belaknag dan sebagai penegak kepala.

4)      Tulang Dada dan Tulang Rusuk


Tulang rususk menempel pada tulang dada (Sternum) dan ruas-ruas tulang belakang (Vertebrae). Tulang rususk, tulang dada dan tulang belakang bersama-sama membentuk semacam kurungan untuk melindungi jantung dan paru. Manusia memiliki 12 pasang tulang rususk yang terdiri atas 7 pasang rusuk sejati, 3 pasang rususk palsu dan 2 pasang rususk melayang.rusuk sejati melekat pada tulang dada melalui kartilago. Rususk palsu tidak melekat langsung pada tulang dada, tetapi bersambungan dengan pasangan terbawah ruusk sejati. Sementara tulang rususk melayang tidak melekat pada tulang dada atau pada tulang rususk lainnya, tetapihanya melekat pada tulang beklakang.tulang dada tersusun atas hulu tulang, badan tulang dan taju pedang.

b.       Rangka Apendikuler

Adalah tulang-tulang anggota tubuh yang secara umumberfungsi menggerakkan tubuh. Tersusun atas 126 buah tulang yang meliputi tulang anggota gerak (Tungkai), gelang bahu dan gelang panggul.

1)   Tulang Tungkai



Terdiri atas tungkai atas (lengan), dan tungkai bawah (kaki). Tulang lengan dibagi menjadi tulang lengan atas (humerus) yang meliputi tulang pengumpil (radius), dan tulang hasta (ulna). Radius dan ulna berhubungan dengan 8 ruas tulang pergelangan tangan (karpus), 5 ruas tulang telapak tangan (metacarpus) dan 14 ruas tulang jari (falang). Ada tiga falang pada tiap jari kecuali dua falang pada ibu jari.

Bagian utama kaki terdiri atas tiga tulang, yaitu tulang paha (femur), kulang kering (tibia), dan tulang betis (fibula). Femur merupakan tulang terpanjang dan terkuat. Femur berhubungan dengan tibia dan fibula melalui tempurung lutut (patella). Adapun tibia dan fibula berhubungan dengan 7 ruas tulang pergelangan   tulang kaki (tarsus), 5 ruas tulang telapak kaki (metatarsus), dan 14 ruas tulang jari (falang). Tibia yang panjang berfungsi menyokong berat tubuh, sedangkan fibula yang ramping membantu mengatur pergerakan pergelangan kaki. Tulang pergelangan kaki yang terbesar adalah tulang tumit (Kalkaneus).

2)   Tulang Gelang Bahu dan Gelang Panggul


·         Gelang bahu (pectoral) yang terletak dipangkal humerus. Terdiri atas 2 tulang selangka (klavikula) dan dua tulang belikat (Skapula). Di klavikula tulang apendikuler berhubungan dengan tulang aksialyaitu sternum.

·         Gelang panggul (pelvis) tersusun atas 5 tulang, yaitu ilium, pubis, iskium, sacrum dan koksi, yang menyatu sehingga tampak seperti satu tulang. Ilium bergabung dengan sacrum pada dasar vertebrae. Tulang pelvis berfungsi melindungi organ-organ dalam yanglunak, seperti usus atau uterus pada perempuan. Pelvis perempuan bebeda dengan laki-laki. Rongga pelvis perempuan lebih dangkal dan beruang dibandingkan rongga pelvis laki-laki


Contoh Soal dan Pembahasan

1.Perhatikan pernyataan di bawah ini!   

1.      Alat gerak pasif

2.      Alat gerak aktif

3.      Tempat melekatnya otot

4.      Memberi bentuk tubuh

5.      Dapat menyebabkan objek mengalami perpindahan tempat

Pernyataan diatas yang berhubungan dengan fungsi tulang adalah ….

A. 2, 3 dan 4

B. 1, 3 dan 4

C. 3, 4 dan 5

D. 1, 3 dan 5

 

Pembahasan:

Tulang adalah alat gerak pasif yang memiliki struktur keras dan kaku yang membentuk kerangka manusia. Fungsi tulang antara lain :

·         Alat gerak pasif

·         Tempat melekatnya otot

·         Memberi bentuk tubuh

·         Menopang tubuh

·         Melindungi organ dalam

·         Tempat pembuatan sel darah

Dengan demikian jawaban adalah B.

 

2. Perhatikan proses osifikasi dibawah ini! 

1.      Osifikasi meluas ke seluruh bagian tulang

2.      Pusat osifikasi primer akan membentuk rongga

3.      Pembuluh darah akan membawa mineral seperti kalsium sehingga tulang menjadi keras

4.      Rongga yang terbentuk akan diisi oleh pembuluh darah

Urutan proses osifikasi yang benar adalah ….

A. 1 – 2 – 3 – 4

B. 2 – 4 – 3 – 1

C. 3 – 2 -1 – 4

D. 2 – 3 – 4 – 1

Pembahasan:

Osifikasi merupakan proses pengerasan tulang rawan menjadi tulang keras. Osifikasi diawali dari bagian tengah tulang atau yang dikenal dengan pusat osifikasi primer. Pusat osifikasi primer akan membentuk rongga, rongga ini kemudian akan diisi oleh pembuluh darah, pembuluh darah ini yang akan membawa mineral seperti kalsium sehingga tulang menjadi keras. Lalu proses osifikasi meluas ke seluruh bagian tulang sesuai dengan arah pertumbuhan tulang. Dengan demikian urutan proses osifikasi adalah 2 – 4 – 3 – 1, sehingga jawabannya adalah B

 

 

Latihan Soal kertas 1 Lembar

 

1.      Apa yang dimaksud sebagai tualng dan apa fungsi dari tulang?

2.      Berdasarkan zat penyusunnya tulang dibedakan menjadi berapa?

3.      Osteosit yaitu disebut sebagai tulang apa ?

4.      Berdasarkan strukturnya tulang keras dibedakan menjadi 2 macam tulang yaitu ?

5.      Berdasarkan bentuknya tulang dibedakan menjadi apa saja?

6.      Apa yang dimaksud sebagai proses osifikasi ?

7.      Proses osifikasi dibedakan menjadi 2 macam yaitu ?

Kesimpulan : Tercapai/Tidak tercapai !









































Komentar