Sistem Sirkulasi
Nama Guru : Ayu Dwi
Apriliana, S.Pd.
Mata Pelajaran : Biologi
Kelas
: XI IPA 1,2 dan 3
Pertemuan
:1
Kode KD
3.6
Menganalisis hubungan antara
struktur jaringan penyusun organ pada sistem sirkulasi dalam kaitannya dengan
bioproses dan gangguan fungsi yang dapat terjadi pada sistem sirkulasi manusia
4.6 Menyajikan karya
tulis tentang kelainan pada struktur dan fungsi darah, jantung, pembuluh darah
yang menyebabkan gangguan sistem sirkulasi manusia serta kaitannya dengan
teknologi melalui studi literatur
Tujuan Pembelajaran
·
Menjelaskan bagian-bagian darah: sel-sel darah
dan plasma darah
·
Menjelaskan
beberapa golongan darah
Materi : Sistem Sirkulasi
Metode : Cooperative/Learning
Strategi : Diskusi/Tanya Jawab
Langkah-langkah Pembelajaran :
1. Peserta didik memberi salam, berdoa,
(menyanyikan lagu Mars Al Azhar dan Lagu Indoneisa Raya pada jam ke 1)
2. Guru mengecek kehadiran peserta didik dan
memberi motivasi
3. Guru menyampaikan tujuan dan manfaat
pembelajaran tentang topik yang akan diajarkan
4. Guru menanyakan materi yang telah
dipelajari siswa sebelumnya yaiu kd 3.5
"Apa yang dimaksud sebagai tulang?'
"berdasarkan zat penyusunnya tulang dbedakan menjadi
apa saja ? "
" sebutkan macam-macam bentuk tulang? "
" jelaskan apa yang dimaksud tulang rawan dan
tulang keras?"
" bagaima proses pembentukan tulang atau
osifikasi?'
"ada 2 jenis osifikasi yatu?"
" sebutkan dan jelaskan 2 macam jenis rangka apa
saja?"
“bagaimana cara otot berkontraksi dan
berelakksasi?”
“penyakit apa
saja yang terdapat pada gangguan sistem gerak?
5. Guru memberikan beberapa soal mengenai bagian-bagian
darah: sel-sel darah dan plasma darah
serta jenis golongan darah
6. Guru memberikan pembahasan soal
mengenai bagian-bagian darah: sel-sel darah dan
plasma darah serta jenis golongan darah
7. Guru menanyakan soal
yang sulit difahami
8. Guru dan siswa
berdiskusi mengerjakan soal yang sulit dikerjakan dan difahami
9. Siswa menarik
kesimpulan
- menjelaskna
bagian-bagian darah: sel-sel darah dan plasma darah serta jenis golongan darah
-Menganalisis dan mengamati Gambar
(Menghafal)
10. Untuk penguatan siswa diminta mengerjakan
latihan latihan soal essay mengenai bagian-bagian
darah: sel-sel darah dan plasma darah
serta jenis golongan darah
Pengembangan
Materi
Fungsi Darah
Kalo sebelumnya kita udah tau
beberapa fungsi utama dari sistem sirkulasi atau sistem peredaran darah,
berikut fungsi dari darah itu sendiri:
- Mengangkut atau membawa oksigen
ke seluruh tubuh.
- Selain oksigen, darah juga
mengangkut atau membawa sari-sari makanan ke seluruh tubuh.
- Mengangkut sisa-sisa
metabolisme dalam tubuh.
- Mengedarkan hormon untuk
mengatur fungsi dan kinerja tubuh.
- Mengatur keseimbangan pH dan
suhu tubuh.
- Melawan penyakit atau gangguan
dari kemampuan menghasilkan antibodi.
Penyusun Jaringan Darah
Sobat Zenius tahu nggak bahwa darah manusia tersusun dari
55% plasma darah, dan 45% tersusun atas sel-sel darah.
Nah, pada bagian materi sistem peredaran darah kelas 11 ini,
gue akan membahas penyusun jaringan darah manusia secara lebih lengkap, simak
ya!
Plasma Darah
Fungsi utama dari plasma
darah kita adalah untuk mengatur tekanan osmotik, atau tekanan yang diperlukan untuk mengatur
kesetimbangan larutan.
Selain itu plasma darah
juga berfungsi untuk mendistribusikan sari-sari makanan serta sisa-sisa
metabolisme, serta mengedarkan hormon.
Plasma darah sebagian
besar tersusun atas air, dan sebagiannya lagi tersusun atas albumin yang
berperan sebagai osmoregulator, fibrinogen yang berperan pada saat proses
pembekuan darah.
Lalu ada globulin
yang berperan menghasilkan antibodi, zat makanan dan mineral seperti glukosa
dan sisa metabolisme seperti karbondioksida.
Sel-Sel Darah
Sel-sel darah ini juga
dibagi lagi menjadi 3 (tiga) jenis yaitu sel darah merah, sel darah putih atau
leukosit dan trombosit.
Eritrosit (Sel Darah Merah)
Sel darah merah atau
disebut juga eritrosit merupakan sel yang tampak atau berbentuk seperti donat
dengan cekungan di tengah yang berwarna merah dan tidak memiliki inti sel.
Penyebab sel darah merah
berwarna merah adalah karena mengandung hemoglobin, di mana hemoglobin adalah
suatu protein yang bertugas membawa oksigen yang terbagi menjadi 4 protein,
yaitu 2 alpha globin, dan 2 beta globin.
Di mana masing-masing
dari protein globin tersebut ada molekul nama nya heme, dalam heme ini terdapat
atom besi (Fe) yang berfungsi mengikat oksigen.
Atom besi (Fe) ini akan
digunakan untuk menghasilkan protein hemoglobin baru dan molekul heme baru
untuk menghasilkan sel darah merah baru. Hal ini terjadi pada sumsum tulang,
terutama pada tulang panjang seperti tulang paha.
Dalam sumsum tulang ini
terdapat yang namanya stem cell, yaitu sel yang dapat berkembang dan berubah
menjadi sel lainnya, termasuk sel darah merah, leukosit, dan trombosit.
Pada umumnya sel darah
merah berdiameter 8 μm dan ketebalan 2 μm, dan kadarnya dipengaruhi oleh usia,
jenis kelami dan juga lingkungan, serta memiliki masa hidup selama 120 hari.
Leukosit (Sel Darah Putih)
Leukosit atau sel darah
putih memiliki 5 macam, dan secara umum dibagi menjadi 2 tipe yaitu tipe
granulosit dan agranulosit.
Granulosit adalah
leukosit atau sel darah putih yang memiliki granula dalam plasmanya, dan yang
termasuk dalam granulosit yaitu neutrofil, eosinofil, dan basofil.
Sedangkan untuk
agranulosit adalah yang tidak memiliki granula dalam plasmanya, dan yang
termasuk dalam agranulosit yaitu monosit, limfosit T, dan limfosit B.
Bentuk dari leukosit
sendiri bisa berubah-ubah, memiliki inti, dan pada umumnya berukuran 10-12 μm, serta memiliki masa hidup selama 12
hari dan dibentuk di sumsum tulang belakang dan jaringan limfa.
Trombosit
Trombosit atau disebut juga keping darah, merupakan komponen
darah yang termasuk kecil dibandingkan komponen sel-sel darah lainya karena
terdiri dari gumpalan atau kepingan yang tidak memiliki inti sel.
Fungsi utama dari trombosit ini adalah membawa faktor
pembekuan darah. Sistem sirkulasi pembekuan darah adalah tugas dari
trombosit.
Jika suatu pembuluh darah mengalami kerusakan akibat luka
atau hal lainnya, maka trombosit akan mulai mengeliling luka tersebut.
Kemudian faktor pembekuan akan ikut bekerja sama dengan
vitamin K dan juga kalsium, dan mengubah protein protrombin, menjadi protein
trombin, sehingga protein trombin ini mengubah protein yang bernama fibrinogen
yang awalnya bersifat larut air dalam plasma darah.
Dan akan berubah menjadi protein fibrin yang bersifat tidak
larut air dan akan membentuk jaring-jaring, yang dalam prosesnya mampu menjebak
sel-sel darah merah yang ada di jaringan yang rusak tersebut.
Dengan adanya fibrin ini menyebabkan darah yang tadinya encer
menjadi memadat dan kemudian menggumpal, sehingga kerusakan bisa ditambal, dan
menghentikan kebocoran darah yang terjadi. Oleh karena itu proses pembekuan
darah ini sangat penting untuk penyembuhan luka.
Golongan
Darah
Elo mungkin mengenali beberapa jenis
golongan darah yang ada yaitu A, B, AB , dan O. Tapi elo tau nggak alasan
kenapa golongan darah dibagi menjadi empat golongan?
Penentuan ini disebabkan adanya
protein-protein yang bersifat penanda dari sel darah tersebut.
Contohnya, elo punya golongan darah
A, maka sel darah elo juga memiliki molekul antigen A, yang nantinya akan
dikenali oleh antibodi, begitu juga dengan yang memiliki golongan darah B.
Bagaimana dengan yang AB? artinya
darah memiliki antigen B dan antigen A. Sedangkan untuk golongan darah O,
berarti tidak memiliki antigen A maupun antigen B.
·
Golongan darah A:
– Antigen (Aglutinogen) dalam
eritrosit: A
– Zat anti/antibody (Aglutinin)
dalam serum: Anti B
·
Golongan darah B:
– Antigen (Aglutinogen) dalam
eritrosit: B
– Zat anti/antibody (Aglutinin)
dalam serum: Anti A
·
Golongan darah AB:
– Antigen (Aglutinogen) dalam
eritrosit: A dan B
– Zat anti/antibody (Aglutinin)
dalam serum: –
·
Golongan darah O:
– Antigen (Aglutinogen) dalam
eritrosit: –
– Zat anti/antibody (Aglutinin)
dalam serum: Anti A dan B
Selain antigen A dan antigen B, ada
juga antigen Rhesus, yang biasa disimbolkan dengan Rh+ dan Rh-.
Rhesus ini menandakan ada atau
tidaknya aglutinogen RhD di permukaan eritrosit atau sel darah merah.
Seseorang yang memiliki rhesus
positif (Rh+) artinya memiliki aglutinogen RhD, dan sebaliknya yang negatif
(Rh-) tidak memiliki aglutinogen RhD dalam eritrositnya.
Nah, pembagian golongan darah juga
mempengaruhi proses menyalurkan darah ke sistem peredaran darah seseorang
disebut sebagai proses donor darah.
Berikut ini adalah daftar golongan
darah resipien (penerima) dan pendonor yang cocok:
·
Jika golongan darah resipien adalah
O Rh-, maka pendonornya adalah O Rh-
·
Jika golongan darah resipien adalah
O Rh+, maka pendonornya adalah O Rh- dan O Rh+.
·
Jika golongan darah resipien adalah
A Rh-, maka pendonornya adalah O Rh- dan A Rh-
·
Jika golongan darah resipien adalah
A Rh+, maka pendonornya adalah O Rh-, O Rh+, A Rh- dan A Rh+
·
Jika golongan darah resipien adalah
B Rh-, maka pendonornya adalah O Rh- dan B Rh-
·
Jika golongan darah resipien adalah
B Rh+, maka pendonornya adalah O Rh-, O Rh+, B Rh- dan B Rh+
·
Jika golongan darah resipien adalah
AB Rh-, maka pendonornya adalah O Rh-, A Rh-, B Rh- dan AB Rh-
·
Jika golongan darah resipien adalah
AB Rh+, maka pendonornya adalah O Rh+, O Rh-, A Rh+, A Rh-, B Rh+, B Rh-, AB
Rh+ dan AB Rh-.
Organ-Organ dalam
Sistem Peredaran Darah
Elo pasti udah tau kan kalo darah yang mengalir dalam tubuh
kita ini dipompa oleh jantung dan disebarkan ke seluruh tubuh oleh pembuluh
darah.
Oleh karena itu mari bahas satu persatu dari organ yang
berperan dalam sistem peredaran darah.
Jantung
Jantung manusia memiliki 4 katup, yang terbagi sebagai
jantung sebelah kanan di ada atrium kanan (bawah), dan ventrikel atau bilik
kanan (atas) begitu juga di sebelah kirinya.
Fungsi dari serambi adalah menerima darah dari seluruh tubuh
dan fungsi dari bilik adalah memompa darah keluar jantung.
Jantung kita ini berfungsi untuk memompa darah keseluruh
tubuh kita, dan dibungkus oleh membran perikardium.
Lapisan dari dinding jantung sendiri terdiri dari 3 lapisan
yaitu lapisan epikardium, miokardium, dan endokardium, tidak hanya lapisan
dinding, jantung juga memiliki 3 katup dalam jantung kita atau yang disebut
vulva, yaitu:
- Vulva Bikuspidalis, yang terletak
diantara serambi kiri dan bilik kiri.
- Vulva Trikuspidalis, yang terletak
diantara serambi kanan dan bilik kanan.
- Vulva Semilunaris, yang terletak di
pangkal aorta dan arteri.
Berarti bisa diambil kesimpulan kalau oksigen dalam darah
disebarkan ke seluruh tubuh oleh organ jantung bersama dengan paru-paru.
Karena saat mengedarkan darah ke seluruh tubuh, darah tersebut
juga mengandung oksigen yang dibutuhkan sel dan organ lainnya di dalam tubuh.
Meskipun, yang diangkut oleh darah tidak hanya oksigen tetap
karbondioksida juga.
Pembuluh Darah
Fungsi dari pembuluh
darah secara keseluruhan adalah sebagai mengalirkan daran keluar dari jantung
hingga kembali ke jantung dan dibagi menjadi 3 pembuluh utama, yaitu:
Pembuluh darah Arteri
Pembuluh darah arteri
merupakan pembuluh darah yang pangkalnya terletak di bilik jantung dan
fungsinya membawa darah keluar dari jantung. Arteri sendiri terbagi lagi
menjadi 3 kelompok, yaitu:
- Aorta,
arteri yang pangkalnya paling besar yang berpangkal di bilik kiri.
- Arteri
pulmonalis, arteri yang mengangkut karbondioksida dari jantung ke
paru-paru.
- Arteri
koroner, arteri yang mengangkut oksigen dan sari-sari makanan untuk
sel-sel jantung.
Selain itu, ciri-ciri
dari pembuluh darah arteri adalah sebagai berikut:
- Memiliki
sebuah katup di pangkalnya yaitu vulva semilunaris.
- Memiliki
tekanan darah yang umumnya kuat yang melewati arteri.
- Denyutnya
dapat dirasakan pada saat diraba.
- Memiliki
dinding yang tebal dan elastis.
Pembuluh darah Vena
Pembuluh darah vena
merupakan pembuluh darah yang berujung di serambi jantung, dan berfungsi
membawa darah kembali ke jantung. Sama halnya dengan artersi, pembuluh darah
vena juga dikelompokkan menjadi 3, yaitu:
- Vena kava,
merupakan vena terbesar yang ujungnya di serambi kanan, berfungsi membawa
darah yang kaya akan karbondioksida ke jantung.
Vena kava ini dibagi lagi menjadi 2 yaitu vena kava superior dan vena kava inferior. - Vena
pulmonalis, merupakan vena yang membawa darah yang kaya akan oksigen dari
paru-paru ke jantung.
- Vena porta,
merupakan vena yang berfungsi membawa darah dari organ pencernaan ke hati.
Ciri-ciri dari pembuluh
darah vena adalah sebagai berikut:
- Memiliki
banyak katup disepanjang pembuluh.
- Terletak
dekat dengan permukaan tubuh.
- Memiliki
kemampuan menampung 75% darah.
- Memiliki
dinding pembuluh yang tipis dan kurang elastis.
Pembuluh darah Kapiler
Pembuluh kapiler
merupakan pembuluh yang berperan dalam pertukaran zat dalam darah. Ciri-ciri
dari kapiler adalah sebagai berikut
- Berbentuk
halus
- Memiliki
dinding sel yang sangat tipis
- Memiliki
diameter 0,008 mm.
- Pada orang
dewasa, memiliki area yang sangat luas mencapai sekitar 7.000m2.
Selain itu, fungsi dari
pembuluh darah kapiler adalah sebagai berikut:
- Menyerap
zat-zat atau sari-sari makanan dari usus
- Menyaring
darah dari dalam ginjal.
- Menjadi
tempat terjadinya atau proses pertukaran zat antara darah dan cairan dalam
jaringan.
- Mengambil
zat-zat yang diperlukan oleh kelenjar.
- Menjadi
penghubung antara arteriola (cabang dari arteri) dengan venula (cabang
dari vena).
Baca Juga: Mengenal
Sistem Pencernaan dan Organ-organ yang Terlibat di Dalamnya
Mekanisme
Siklus Peredaran Darah Besar dan Kecil
Berdasarkan pembahasan
dan penjelasan sebelumnya, kita manusia termasuk makhluk hidup yang memiliki
sistem peredaran darah tertutup dan ganda, yaitu peredaran darah besar dan
peredaran darah kecil.
Siklus
Peredaran Darah Besar
Pada siklus peredaran
darah besar merupakan sistem peredaran darah dari jantung keseluruh tubuh,
dengan siklus sebagai berikut
Bilik kiri → aorta → seluruh tubuh (kecuali paru-paru) →
vena kava → serambi kanan
Siklus Peredaran Darah Kecil
Sedangkan pada siklus
peredaran darah kecil merupakan sistem peredaran darah dari jantung ke
paru-paru dengan siklus sebagai berikut
Bilik kanan → arteri pulmonalis → paru-paru → vena
pulmonalis → serambi kiri
Sistem Limfatik
Sebagaimana sebelumnya
pada bagian sistem peredaran darah atau sistem sirkulasi, bahwa sistem
sirkulasi itu dibagi menjadi 2 (dua) yaitu sistem kardiovaskuler, dan sistem
limfatik. Nah, saat ini kita bakal bahas mengenai sistem limfatik.
Sistem limfatik adalah
suatu sistem sekunder yang memiliki peran utama dalam menghasilkan imun tubuh
(sistem kekebalan tubuh) dan mengandung limfa atau getah bening.
Sistem ini tersusun atas
organ limfa (terdiri dari nodus limfa, tonsil, kelenjar timus, dan limfa),
cairan limfa (cairan yang ada di dalam jaringan yang mampu diserap oleh kapiler
limfa), dan pembuluh limfa (pembuluh yang berupa vena kecil, berdinding tipis,
transparan, terbuka di ujung-ujungnya, serta memiliki kapiler limfa).
Oleh karena itu, berbeda
dengan sistem kardiovaskuler, sistem limfa ini memiliki sistem peredaran
terbuka.
Fungsi dari sistem limfa sebagai berikut:
- Mengembalikan
cairan yang berelebihan.
- Mengangkut
lemak dari usus ke sistem peredaran darah.
- Mengangkut
limfosit dari kelenjar limfa ke sirkulasi darah.
- Menghancurkan
dan menyaring mikroorganisme.
- Menghasilkan
antibodi.
Adapun berikut siklus dari aliran limfa
Cairan dari jaringan →
kapiler limfa → saluran penampung → pembuluh limfa (yang lebih besar) →
membentuk trunkus (batang saluran) limfa utama
Gangguan
atau Penyakit Sistem Peredaran Darah
Karena semua tubuh kita
dialiri oleh darah, tentunya gangguan atau penyakit yang berhubungan sistem
peredaran darah tidak dapat diremehkan, berikut beberapa penyakit yang
disebabkan adanya gangguan atau penyakit pada sistem peredaran darah
Gangguan atau Penyakit pada Jantung
Berikut beberapa
gangguan atau penyakit pada jantung:
- Angina,
gangguan yang terjadi akibat kurangnya pasokan darah atau pemasukan oksigen
ke otot jantung, sehingga menyebabkan dada terasa nyeri.
- Aritma,
gangguan yang terjadi di mana kondisi irama pada jantung tidak teratur,
alias tidak berdetak secara normal, bisa lebih cepat, bisa lebih lambat.
- Cardiomyopathy,
gangguan yang terjadi akibat adanya kelainan pada otot jantung baik secara
struktur dna juga fungsi, sehingga otot jantung melemah.
- Penyakit
Jantung Koroner, gangguan yang terjadi disebabkan adanya plak pada arteri
koroner, sehingga darah yang mengandung oksigen tidak sampai ke otot jantung.
Gangguan atau Penyakit pada Darah
Berikut beberapa
gangguan atau penyakit pada darah:
- Anemia,
merupakan gangguan yang terjadi akibat kurangnya hemoglobin dalam darah,
eritrosit dan volume darah itu sendiri, hal ini disebabkan oleh kekurangan
zat besi dan vitamin B12.
- Leukemia
atau kanker darah, merupakan gangguan di mana produksi sel darah putih
yang terlalu berlebihan, sehingga sel darah putih atau leukosit memakan
sel darah merah atau eritrosit, sehingga volume eritrosit menurun.
- Hemofilia,
merupakan gangguan akibat adanya kelainan darah di mana darah sulit
membeku, yang disebabkan oleh faktor keturunan.
- Thalassemia,
gangguan akibat adanya kelainan yang terjadi pada hemoglobin sehingga sel
darah merah atau eritrosit mudah rusak.
Gangguan atau Penyakit pada
Pembuluh Darah
Berikut beberapa
gangguan atau penyakit pada pembuluh darah:
- Trombus,
merupakan gangguan akibat adanya disfungsi endothel sehingga terdapat
gumpalan bekuan darah yang menyumbat pembuluh darah pada jaringan yang
terjadi kerusakan.
- Embolus,
merupakan gangguan yang terjadi akibat adanya bekuan gumpalan darah yang
bergerak pada sistem sirkulasi dan terjebak di pembuluh darah kecil.
- Varises,
merupakan gangguan di mana terjadinya pembesaran pembuluh darah vena, hal
ini sering kali terjadi pada bagian kaki.
1.
Jelaskan fungsi darah bagi tubuh ?
2.
Bagaimana susunan anatomi jantung manusia ?
3.
Berdasarkan apakah penggolongan darah system ABO?
4.
Sebutkan komponen darah dan jelaskan ?
5.
Sebutkan ciri-ciri dari leukosit Granulosit ?
Kesimpulan
: Tercapai/Tidak tercapai !
Komentar