Sistem Gerak
Nama Guru : Ayu Dwi
Apriliana, S.Pd.
Mata Pelajaran : Biologi
Kelas
: XI IPA 1,2 dan 3
Pertemuan
:3
Kode KD
3.5
Menganalisis hubungan antara
struktur jaringan penyusun organ pada sistem gerak dalam kaitannya dengan
bioproses dan gangguan fungsi yang dapat terjadi pada sistem gerak manusia
4.5 Menyajikan karya
tentang pemanfaatan teknologi dalam mengatasi gangguan sistem gerak melalui
studi literatur
Tujuan Pembelajaran
· agar peserta didik mampu memahami tentang persendian dan mekanisme kerja pada otot
Materi : Sistem Gerak
Metode : Cooperative/Learning
Strategi : Diskusi/Tanya Jawab
Langkah-langkah Pembelajaran :
1. Peserta didik memberi
salam, berdoa, (menyanyikan lagu Mars Al Azhar dan Lagu Indoneisa Raya pada jam
ke 1)
2. Guru mengecek
kehadiran peserta didik dan memberi motivasi
3. Guru menyampaikan
tujuan dan manfaat pembelajaran tentang topik yang akan diajarkan
4. Guru menanyakan materi
yang telah dipelajari siswa sebelumnya yaiu kd 3.4
"tulang rawan dan tulang keras yaitu
disenut sebagai apa ??'
"pada pertumbuan tulang rawan yaitu dimulai darisejak
kapan?? "
" apa yang dimaksud sebagai osifikasi? "
" osifikasi dibagi menajdi 2 yaitu? "
" rangka terbagi menjadi 2 yaitu?'
"ruas tulang belakang yaitu terbagi menjadi berapa
tulang tak beraturan?"
" tulang dada dan tulang rusuk terbagi mnjadi 12
pasang yaitu?"
“rangka apendikuler terbagi menjadi tiga bagian utama yaitu?"
5. Guru memberikan
beberapa soal mengenai persendian tulang, struktur dan mekanisme kontraksi otot.
6. Guru memberikan
pembahasan soal persendian tulang, mengenai struktur dan mekanisme
kontraksi otot.
7. Guru menanyakan soal
yang sulit difahami
8. Guru dan siswa
berdiskusi mengerjakan soal yang sulit dikerjakan dan difahami
9. Siswa menarik
kesimpulan
-struktur dan mekanisme
kontraksi otot.
- persendian
tulang
10. Untuk penguatan siswa diminta mengerjakan
latihan latihan soal essay persendian tulang , struktur dan mekanisme kontraksi
otot.
Pengembangan
Materi
4. Persendian Tulang
Persendian atau artikulasi merupakan hubungan antara tulang yang satu dantulang yang lain. Berdasarkan kemampuan gerak tulang yang saling berhubungan, ada tiga macam persendian, yaitu sinartrosis, amfiartrosis, dan diartrosis.
a. Sinartrosis
Yaitu hubungan antartulang yang direkatkan oleh jaringan ikat atau kartilago hialin yang kemudia mengalami penulangan (osifikasi) yang mengakibatkan persendian tidak dapat digerakkan. Oleh karena itu persendian sinartrosis disebut sendi mati. Ada dua macam sinartrosis yaitu sinartrosis sinfibrosis dan sinartrosis Sinkondrosis. Pada sinartrosis sinfibrosis tulang-tulang dihubungkan oleh jaringan ikat serabut (fibrosa). Contohnya hubunganantartulang tengkorak. Sementara pada sinartrosis sinkondrosis tulang-tulang dihubungkan oleh jaringan kartilago hialin. Contohnya hubungan antara tulang rususk dantulang dada.
b. Amfiartrosis
Merupakan hubungan antartulang yang dihubungkan oleh jaringan kartilago (tulang rawan) hialin. Pada amfiartrosis tulang-tulang yang berhubungan masih dapat digerakkan, walalupun sangat terbatas. Contoh amfiartrosis terdapat pada hbungan antartulang rususk dan ruas-ruas tulang belakang.
c. Diartrosis
Struktur jaringan ini dapat bergerak bebas. Struktur yangmembangun suatu persendian diartrosis terdiri atas kapsul persendian, ligament,dan kartilago hialin. Kapsul persendian tersusun atas 2 lapisan yaitu lapisan dalam (membrane sinoval) dan lapisan luar(membrane fibrosa).
Membrane sinoval merupakan selaput yang membatasi sendi.membrane ini berfungsi sebgai miyak sendiyang melumasi ujung-ujung tulang pada persendian. Sedangkan membrane fibrosa yaitu yang menutupi membrane synovial, membrane fibrosa berfungsi menghubungkan tulang-tulang yang berdekatan dan membantu menstabilkan persendian.
Ligament merupakan jaringan ikat yang dapat meregang dan menikat keduaujung tulang untuk mencegah bergesernya tulang-tulang.
Tulang rawan (kartilago) terdapat pada ujung-ujung tulang dipersendian. Berfungsi melindungi tulang dan mencegah ujung-ujung tulang saling berbenturan.
Berdasarkan tulang pembentuk sendi dan arah gerakannya, persendian diartrosis dibedakan menjadi sendi luncur, sendiputar, sendi pelana, sendi engsel, sendi kondiloid dan sendi peluru.
1) Sendi Luncur
Sendi luncur memungkinkan tulang bergerak dengan arah yang berbeda atau saling bergeser. Contoh sendi luncur adalah sendi antara tulang telapak kaki/tangan dan tulang pergelangan kaki/tangan, dan sendi anatar tulang rususk dan tulang dada.
2) Sendi Putar
Disebut sebagai sendi gulingyang memungkinkan tulang bergerak memutari tulang yang lain atau sumbu sendi. Contoh sendiputar adalah antara tulang hasta dan tulang pengumpil,atau sendi antara tulang atlas (tulang leher 1) dan tulang aksis (tulang leher 1)
3) Sendi Pelana
Menggerakkan tulang ke berbagai arah yakni kesamping kiri dan kanan, serta gerakan kedepan dan kebelakang.namun sendi pelana tidak dapat memutar. Sendi pelana terdapat pada bagian pangkal tulang ibu jari.
4) Sendi Engsel
Menggerakkan tulanghanya satu arah. Seperti engsel pintu. Contohnya pada siku, lutut, pergelangan kaki dan sendi pada ruas-ruas jari.
5) Sendi Kondiloid
Disebut sendi ellipsoid yang memiliki bentuk seperti senndi peluru. Tetapi tidak memiliki banyakgerakan. Gerakan yang terjjadi adalah meluncur dan menggeser. Contohnya adalah tulang punggung, sendi ruas-ruas jari, pergelangan tangan dan tulang tulang jari yang memungkinkan jari jari menekuk dan menggumpal.
6) Sendi Peluru
A.
Otot
Otot merupakan alat gerak aktif. Tanpa adanya
otot tulang tidak dapat bergerak sama sekali. Otot bekerja dengan cara
kontraksi (memendek) dan relaksasi (memanjang).
·
Struktur Otot
Otot tersusun atas serabut-serabut otot
yang terdidri atas protein yang disebut myofibril. Didalam myofibril terdapat
unit-unit kecil yang disebut miofilamen atau sarkomer. Sarkomer terdiri dari
filamen aktin yang tipis dan filament myosin yang tebal. Tiap molekul myosin
memiliki kepala seperti bongkol yang membentuk jembatan antarfilamen dan
erupakan tempat pelekatan aktin serta tempat pelekatan ATP. Di dalam sarkomer
filament aktin dan myosin tersusun secara berselang selingpola selang seling
memberikanpenampakan berlurik pada myofibril.
Gambar.
Filamin myosin terdapat hanya pada pita
A yang gelap. Sementara itu pita satu yang terang hanya menagndung filament
aktin.dibagian tengah pta A terdapat daerah terang yang disebut zona H.adapaun
Ditengan Pita 1 terdapat garis gelap yang disebut garis Z. Satu sarkomer adalah
daerah antara garis Z ke garis Z berikutnya. Bagian tengah sarkomer merupakan
tempat terdapatnya myosin.adapaun garis Z merupakan tempat tertanamnya aktin.
Otot ada yang berwarna merah da nada
yang berwarna relative putih. Perbedaan warna tersebtut disebabkan oleh
perbedaan kandungan miohhemoglobin. Otot merah mengandung miogoblin yang lebih
banyak. Fungsi miogoblin adalah untuk mengikat oksigen yang diperlukan
untukrespirasi sel-sel otot.
·
Mekanisme Kontraksi otot
Mekanisme kontraksi otot berhubungan
dengan pergeseran filament tipis(Aktin) dan
filament tebal (myosin )disebut dengan teori pergeseran filament. Untuk
membuat otot berkontraksi filament myosin bergeser dintara filament aktin
sehingga sarkomer memendek. Hal ini menjdaikan pita A dan pita I Mendekat.
Halite terjadi Karena filament aktin memasuki zona H sehingga filament aktin
saling tumpang tindih dengan filament myosin, karena semua sarkomer didalam
myofibril memendek. Akibatnya serabut otot juga ikut memendek.. pada keadaan
demikian otot berkontraksi. Ketika otot berelaksasi filament aktin dan myosin
bergeaer ke poaiai semula.
Otot rangka berkontraksi jika mendapat
rangsangan dari jaringan saraf. Bagian otot yang bersambungan langsung dengan
selsel saraf disebut sambungan neuromuskuler. Serabut otot berkontraksi apabila
ada impuls saraf yang sampai kebagian sambungan neuromuskuler. Dan mengakibatkan
aktin bergesr kebagian tengah sarkomer
Menyebabkan aktin memendek dan berkontraksi.
Untuk dapat berkontraksi, otot memrlukan
energy yang berupa senyawa ATP. Energi tersebut berasal dari senyawa kimia yang
terkandung dalam makanan, yaitu glukosa. Otot merupakan jaringan yang aktif,
sel-sel nya memiliki banyak mitokondriayang berperan sebagai respirasi dan
pembentukan energy dalam bentuk ATP, melalui proses respirsi aerob. Pada Saat
Berkontraksi, ATP menempel pada filament myosin untuk menyediakan energy yang
diperlukan untukmenarik filament aktin. Dalam keadaan tersebutenergi ATP pada
Glukosa diubah menjadi energy kinetis(gerak). Selama perubahan sebagian energy
hilang dalam bentuk panas. Panas ini membantu tubuh tetap hangat. Jika kita
melaukan olahraga yang banyakmenggunakan otot, tubuh akan mengahsilkan panas
yang terlalu banyak sehinggga kita perlu membuang kelebihan panas tersebut. Hal
itulah yang membuat tubuh terasa panas dan berkeringat sehabis berolahraga.
Dalam keadaan normal,energy untuk
kontraksi otot berasal dari respirasi aerob glikosa. Selama berolahraga,
pemasukan glukosa dan oksigen mungkin tidak cukup dan diperlukan cara lain untu
menyediakan ATP, Bergantung pada bagaimana dan berapa lama otot digunakan.
Ø
Sumber
ATP selain dari Respirasi Aerob Glukosa pada kondisi Aktivitas yang berbeda.
|
Lamanya Aktivitas/Detik |
Sistem Energi |
Sumber Energi |
|
1-4 |
Anaerob |
ATP dalam otot |
|
4-20 |
Anaerob |
ATP dan
Kreatin Fosfat |
|
20-45 |
Anaerob |
ATP, Kreatin
fosfat, & glikogen otot |
|
45-120 |
Anaerob |
glikogen otot |
|
120-140 |
Anaerob dan
Aerob |
glikogen otot |
|
140-600 |
Aerob |
glikogen otot
dan asam lemak |
Ø
Anaerob merupakan respirasi
yang tidak membutuhkan oksigen untuk menghasilkan energi
Ø
Aerob merpakan respirasi yang membutuhkan
oksigen untuk menghasilkan energi
Ø
Keratin fosfat merupakan molekul utama penyimpan fosfat berenergi tinggi di otot. berperan sebagai
simpanan kecil fosfat berenergi tinggi yang dapat menghasilkan ATP dari ADP.
Kelebihan glukosa disimpan didalam sel-sel hati
dan otot dalambentuk gikogen.ketika kebutuhan energy meningkat, glikogen diubah
kembali menajdi glukosa untuk digunakan dlam respirasi. Asam lemak juga dapat
digunakan sebagai sumber energy. Pembakaran atau oksidasi asam lemak menghasilkan energy yang
lebih tinggi daripada pembakaran atau oksidasi pada glukosa. Apabila kontraksi
otot terlalu giat dan terlalu lama mengakibatkan pasokan oksigen dari system peredaran
darah tidak mencukupi. Akibatnya terjadilah respirasi anaerob pada jaringan
otot yang mengahsilakn asam laktat. Pembentukan asam laktat akan menyebabkan
kram otot dan otot cepat mengalami kelelahan.
Contoh Soal dan Pembahasan
1.Perhatikan
pernyataan di bawah ini!
1. Alat
gerak pasif
2. Alat
gerak aktif
3. Tempat
melekatnya otot
4. Memberi
bentuk tubuh
5. Dapat
menyebabkan objek mengalami perpindahan tempat
Pernyataan
diatas yang berhubungan dengan fungsi tulang adalah ….
A.
2, 3 dan 4
B. 1, 3 dan 4
C.
3, 4 dan 5
D.
1, 3 dan 5
Pembahasan:
Tulang
adalah alat gerak pasif yang memiliki struktur keras dan kaku yang membentuk
kerangka manusia. Fungsi tulang antara lain :
·
Alat gerak pasif
·
Tempat melekatnya otot
·
Memberi bentuk tubuh
·
Menopang tubuh
·
Melindungi organ dalam
·
Tempat pembuatan sel darah
Dengan
demikian jawaban adalah B.
2. Perhatikan proses osifikasi dibawah ini!
1. Osifikasi
meluas ke seluruh bagian tulang
2. Pusat
osifikasi primer akan membentuk rongga
3. Pembuluh
darah akan membawa mineral seperti kalsium sehingga tulang menjadi keras
4. Rongga
yang terbentuk akan diisi oleh pembuluh darah
Urutan
proses osifikasi yang benar adalah ….
A.
1 – 2 – 3 – 4
B. 2 – 4 – 3 – 1
C.
3 – 2 -1 – 4
D.
2 – 3 – 4 – 1
Pembahasan:
Osifikasi
merupakan proses pengerasan tulang rawan menjadi tulang keras. Osifikasi
diawali dari bagian tengah tulang atau yang dikenal dengan pusat osifikasi
primer. Pusat osifikasi primer akan membentuk rongga, rongga ini kemudian akan
diisi oleh pembuluh darah, pembuluh darah ini yang akan membawa mineral seperti
kalsium sehingga tulang menjadi keras. Lalu proses osifikasi meluas ke seluruh
bagian tulang sesuai dengan arah pertumbuhan tulang. Dengan demikian urutan
proses osifikasi adalah 2 – 4 – 3 – 1, sehingga jawabannya adalah B
1. Sebutkan
empat fungsi rangka di dalam tubuh kita!
Jawaban
dan pembahasan:
·
Memberikan bentuk pada tubuh dan menopang tubuh
kita
·
Melindungi organ dalam tubuh
·
Contohnya, tulang rusuk yang melindungi jantung
dan paru-paru, tulang tengkorak yang melindungi otak.
·
Tempat menempelnya otot yang merupakan alat
gerak aktif sehingga dapat menggerakkan tulang
·
ada jenis tulang tertentu, seperti tulang paha
(femur) berfungsi sebagai pembentukan sel darah.
·
Sel darah dibentuk di bagian sumsum tulang,
yaitu jaringan lunak yang berada di bagian tengah tulang.
2. Sebutkan
fungsi tonjolan, lekukan, dan lubang di dalam tulang!
Jawaban
dan pembahasan:
·
Lekukan dan tonjolan tulang berfungsi
sebagai tempat menempelnya otot.
·
Lubang di dalam tulang berfungsi sebagai tempat
keluar masuknya pembuluh darah dan saraf di dalam tubuh kita.
Latihan Soal kertas 1 Lembar
1.
Apa yang dimaksud sebgai artikulasi ?
2.
Ada dua macam sinartrosis sebutkan dan jelaskan ?
3.
Apa yang dimaksud sebagai diartrosis ?
4.
Apa yang diamaksud sebagai ligament ?
5.
Berdasarkan tulang pembentuk sendi dan arah geraknya,
persendian diartrosis dibagai menjadi 6 macam yaitu?
Kesimpulan
: Tercapai/Tidak tercapai !
Tugas
: Carilah sebuah artikel mengenai gangguan dan kelainan pada system gerak ?

.jpeg)




.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
Komentar