Sistem Gerak
Nama Guru : Ayu
Dwi Apriliana, S.Pd.
Mata Pelajaran : Biologi
Kelas
: XI IPA 1,2 dan 3
Pertemuan
:1
Kode KD
3.5
Menganalisis hubungan antara
struktur jaringan penyusun organ pada sistem gerak dalam kaitannya dengan
bioproses dan gangguan fungsi yang dapat terjadi pada sistem gerak manusia
4.5
Menyajikan
karya tentang pemanfaatan teknologi dalam mengatasi gangguan sistem gerak
melalui studi literatur
Tujuan Pembelajaran
·
Memahami mekanisme gerak
·
Mengidentifikasi macam-macam gerak
Materi : Sistem Gerak
Metode :
Cooperative/Learning
Strategi : Diskusi/Tanya
Jawab
Langkah-langkah Pembelajaran :
1. Peserta
didik memberi salam, berdoa, (menyanyikan lagu Mars Al Azhar dan Lagu Indoneisa
Raya pada jam ke 1)
2. Guru
mengecek kehadiran peserta didik dan memberi motivasi
3. Guru menyampaikan
tujuan dan manfaat pembelajaran tentang topik yang akan diajarkan
4. Guru
menanyakan materi yang telah dipelajari siswa sebelumnya yaiu kd 3.4
"Apa yang dimaksud sebagai jaringan Epitel?'
"Apa fungsi dari jaringan
epitel? "
" Jaringan epitel yang
melapisi permukaan tubuh atau lapisan luar tubuh disebut apa? "
" jaringan epitel yang
membatasi rongga tubuh disebut? "
" jaringan epitel yang
membatasi organ tubuh disebut?'
"apa ciri-ciri dari jaringan
epitel?"
" Berdasarkan bentuk
sel, jaringan epitel dibedakan menjadi lima jenis yaitu?"
" ciri ciri jaringan
epitel transisional ?"
"Bagaimana
terbentuknya asal mula jaringan ikat?'
"Apa
fungsi dari jaringan Ikat? "
"Sebutkan
tiga komponen jaringan ikat? "
"Sebutkan
tiga macam serabut? "
"sebutkan
sel-sel penyususn jaringan ikat?'
“sebutkan macam-macam sel-sel darah dan
fungsinya?”
“Sebutkan 5 macam leukosit”
"Bagaimana terbentuknya asal mula jaringan ikat?'
"sebutkan
tiga jenis macam jaringan otot?”
“apa saja ciri-ciri dari otot polos?”
“apa perbedaan dari ketiga jaringan otot?”
“sebutkan penyusun sel-sel jaringan saraf?”
“apa fungsi dari akson dan dendrit?”
“Apa yang dimaksud sebagai sel punca ?
“Berdasarkan kemampuaannya berdiferensiasi sel punca dibagi
menjadi 4 yaitu”?
“Berdasarkan
asalanya sel punca dapat digolongkan menjadi 2 yaitu”?
“Sel punca memiliki 2 karakteristik yang membedakannya dari
sel-sel yang lain yaitu”?
5. Guru
memberikan beberapa soal mengenai mekanisme dan macam-macam system Gerak
6. Guru
memberikan pembahasan soal mengenai mekanisme dan macam-macam system Gerak
7. Guru
menanyakan soal yang sulit difahami
8. Guru dan
siswa berdiskusi mengerjakan soal yang sulit dikerjakan dan difahami
9. Siswa
menarik kesimpulan
-Mekanisme dan macam-macam system Gerak
-Menganalisis dan mengamati Gambar
(Menghafal)
10. Untuk penguatan siswa diminta
mengerjakan latihan latihan soal essay mengenai mekanisme dan macam-macam
system Gerak
Pengembangan Materi
#Sistem Gerak
A. Tulang
Tulang adalah jaringan ikat
keras yang membentuk rangka. Berfungsi sebagai penopang dan pemberi bentuk
tubuh, sebgai pelindung organ-organ vital tubuh, sebagai tempatpembentukan
sel-sel darah dan sebagai tempat cadangan mineral.
1. Jenis-jenis
tulang
Tulang penyususn tubuh kita
dapat dikelompokkan berdasar Kan zat penyusunnya dan berdasarkan bentuknya.
a. Berdasarkan
zat penyusunnya
Berdasarkan zat
penyusunnya, tulang dapat dibedakan menjadi tulang rawan dan tulang keras.
1) Tulang
Rawan
Tulang rawan sering disebut
juga kartilago (Tulang Muda). Penyusun tulang rawan adalah sel-sel tulang rawan
yang disebut Kondrosit. Setiap kondrosit terletak didalam rongga kecil yang disebut Lakuna. Lacuna ini
dikelilingioleh matriks tulang rawan yang berupa serabut elastin, serabut
fibrosa, dan serabut kolagen. Tulang rawan bersifat lentur, dan kuat.
Berdasarkan kandungan matriknya, tulang rawan terbagi menjadi tiga jenis yaitu
tulang rawan hialin, tulang rawan elastin dan tulang rawan fibrosa.
a) tulang
rawan hilin berfungsi untuk melapisi tulang pada persedian dan sebagai
pembentuk kerangka embrionik.
b) tulang
rawan elastin tulang yang bersifat lentur karena mengandung matriks yang
memiliki serabut elastis yang bercabang-cabang.
Berfungsi untuk memberikan kekuatan dan elastisitas pada organ dan
struktur tubuh, seperti telinga bagian luar.
c) tulang
rawan fibrosa. jaringan tulang rawan yang paling kuat. Kekuatan fibrosa berasal dari lapisan kolagen yang tebal. Berfungsi
untuk menopang tubuh manusia.
Terletak di tualng belakang.
2) Tulang Keras
Disebut sebagai Osteon atau tulang sejati, tersusun atas sel-sel tulang (osteosit) yang berasal dari sel induk tulang (osteoblast).Bersifat keras dan kuat. Osteosit terletak didalam lacuna, tersusun didalam lapisan yang disebut Lamela. Lamella mengelilingi saluran havers yang mengandung serabut saraf dan pembuluh darah. Di antara osteosit-osteosit terdapat saluran antar osteosit yang berperan dalam suplai makanan. Saluran itu dinamakan Kanalikuli. Permukaan luar tulang jkears dibungkus oleh membrane yang disebut periosteum. Periosteum berfungsi melindungi tulang keras dan menyediakan tempat pelekatan bagi tendon dan ligament. Kerusakan pada periosteum menyebabkan rasa sakit pada saat tulang patah.. tulang keras terutama berfungsi sebagai penyusun rangka tubuh.
a)
Tulang Padat
Tulang padat bersifat halus dan padat. Setiap
batang tulang padat terdapat system havers. Dibagian tengah system havers
terdapat saluran havers yang berisi pembuluh darah dan saraf. Setiap saluran
havers dikelilingi oleh osteosit. Antarosteosit dihubungkan oleh suatu saluran
kecil yang disebut kanalikuli. Dibagian tengah tulang padat terdapat rongga
yang berisi bahan seperti jeli yang disebut sumsum. Sumsum tulang dapat berupa
sumsum merah yang membentuk eritrosit dan leukosit. Dan berupa sumsum kuning
yang membentuk sel-sel lemak.
b)
Tulang Spons
Memiliki struktur berongga-rongga seperti
sarang lebag dengan bobot lebih ringan daripada tulang padat, tetapi tetap
sangat kuat. Tulang spons tidak memiliki saluuran havers, tetapi rongga-rongga
didalamnta juga berisissumsum.tulang spons terdapat pada ujung tulang panjang.
Yaitu rongga-ronnga tulang spons pada paha (Femur), rongga-ronnga tulang spons
pada lengan atas (Humerus), dan rongga-ronnga tulang spons pada dada (Sternum)
yang berisi sumsum merah.
a. Berdasarkan Bentuknya
Berdasarkan bebtuknya tulang dapat dibedakan
menjadi tulang pipa, tulang pipih,tulang pendek, tulang tak terbentuk dan
tulang sesamoid.
1)
Tulang Pipa
Tulang pipa adalah suatu tabung tulang padat
dengan tulang sponns didalamnya. Sesuai dengan namanya tulang ini berbentuk
seperti pipa, yaitu bulat, panjang, dan berongga. Rongga tulang pipa berupa
sumsum kunng dan sumsum merah. Berfungsi sebagai pengungkit dan penyokong untuk
gerak. Tulang pipa terletak pada tulang lengan atas, tulang pengumpil, tulang
paha, tulang kering dan tulang betis.
Tulang ini berbentuk pipih dan tersusun atas
2 lapis tulang padat yang dipisahkan oleh tulang spons.rongga didalamnya hanya
terdapat sumsum merah. Berfungsi sebagai pelindung organ-orrgan penting,
seperti otak, jantung, paru-paru, dan kantung kemih. Tulang pipih terletak pada
tengkorak, tulang rusuk, tulang dada dan tulang belikat.
3)
Tulang Pendek
Tulang ini berbentuk pendek, bulat,dan
menyerupai kubus. Rongga didalamnya hanya berisi sumsum merah. Tulang pendek
berfungsi untuk meredam goncnagan yang keras pada daerah persendian dan peredam
jika terjadi suatu tekanan. Tulang pendek terletak di telapak tangan dan
telapak kaki
4)
Tulang tak terbentuk (Tulang Tak Beraturan)
Dinamakan tulang tak beraturan karena bentuk
tulang ini bermacam-macam dan sulit didekskripsikan. Tulang tak beraturan
merupakan tulang yang tidak berpasangan dan terdpat pada bidang sumbu tubuh.
Fungsi tulang ini adalah sebagai pelindung, penyokong, dan tempat pelekatan
otot. Terletak pada tulang rahang, tulang kepala dan ruas-ruas tulang belakang.
5)
Tulang Sesamoid
Adalah tulang kecil yang dianggap yang
dianggap memiliki bentuk seperti biji wijen. Tulang ini terdapat didalamtendon,
yang menghubungkan tulang dan otot. Berfungsi untuk mengurangi pergeseran tendon
atau perubahan jalur tendon.
2.
Pembentukan dan Pertumbuhan Tulang
Sebagaian besar tulang tulang penyususn tubuh
bayi masih berupa tualng rawan (Kartilago). Setelah lahir, tulang-tulang
tersebut akan mengalami proses osifikasi,
yaitu proses perubahan kartilago menajdi tulang keras.
Tulang mulai tumbuh pada embrio yang masih
berada dalam kandungan dan terus menerus tumbuh hingga seseorang mencapai umur
25 tahun. Rangka tubuh saat masih embrio masih beupa tulang rawan yang dibentuk
oleh sel-sel mesenkim. Di dalam kartilago terdapat osteoblast, yaitu sel-sel
pembentuk tulang keras. Osteoblast akan mengisi jaringan di sekelilingnya dan
membentuk osteosit yaitu sel-sel tulang. Perbedaanya adalah osteoblast
merupakan sel-sel yang aktif membelah, sedangkan osteosit adalah sel-sel tulang
yang sudah berhenti membelah.
Ø
Osifikasi dan Pembentukan Tulang Pipa
Sel-sel tulang dibentuk sencara
konsentris(dari arah dalam ke luar). Disekeliling sel-sel tulang terbentuk
senyawa protein pembentuk matriks tulang. Matriks tulang akan mengeras karena
adanya garam dapur (CaCO3) dan garam fosfat (Ca3(PO4)2).
Didalam tulang terdapat sel-sel
osteoklas, yaitu sel yang berfungsi menyerap kembali sel-sel tulng yang sudah
rusak dan dihancurkan. Adanya aktivitas osteoklas menyebabkan tulang akan
berongga. Rongga inilah yang nantinya diisi oleh sumsum tulang.
Proses osifikasi dibedakan menjadi 2,
yaitu osifikasi intramembran dan osifikasi Endokondral.
a.
Osifikasi Intramenbran
Yaitu disebut sebgai penulangan
langsung (osifikasi primer). Dalam proses ini tulang terbentuk dari sel-sel
mesenkim. Proses ini terjadi pada pembentukan tulang pipih, yaitu tulang
tengkorak dan tulang klavikula (Tulang Selangka). Penulangan ini terjadi secara
langsung dan tidak akan terulang lagi untuk selamanya.
b.
Osifikasi Endokondral
Dalam proses ini sel-sel mesenkim
berdiferensiasi terlebih dahulu menjadi kartilago yang selanjutnya berubah
menjjadi tulang keras. Osifikasi Endokondral bertanggung jawab atas pembentukan
sebagaian besar tulang manusia. Proses osifikasi ini terjadi pada pembentukan
tulang panjang, ruas-ruas tulang belakang dan pelvis.
3.
Susunan Rangka
Rangka
yang menopang tubuh orang dewasa umumnya terdiri atas 206 tulang dan dapat
dibagi menjadi dua kelompok utamma, yaitu rangka Aksial dan Rangka Apendikuler.
a.
Rangka Aksilar
Rangka aksial adalah tulsng-tulsng ysng
membentuk sumu tubuh, yaitu tengkorak, tulang belakang, dan tulang rusuk.
Rangka aksial tersusun membujur sepanjang tulang belakang. Rangka aksial
tersususn atas sekitar 80 buah tulang,meliputi tengkorak, tualng wajah,
ruas-ruas tulang belaknag, tulang dada dan tulang rusuk.
Tulang tengkorak tersusun atas 28 tulang yang
dapat dibagi lagi menjadi dua bagian utama, yaitu cranium dan tulang waajah.
Tulang tengkorak berfungsi melindungiotak dan organ-organ indra (mata dan
telinga dalam), serta memberi bentuk pada wajah. Delapan tulang yang menyususn
cranium membentuk hubungan antartulang yang sangat rapat pada sendi yang
disebut sutura.
2)
Tulang Wajah
Tulang wajah tersusun atas 14 tulang,temasuk
tulang-tulang telinga dalam (Tulang Martil/Malleus,
Tulang landasan/Incus dan tulang Sanggurdi/Stapes). Tulang-tulang wajah membentuk
bagian rongga mata dan rongga hidung, serta memberi tempat pelekatan yang kuat
bagi gigi dan otot.
3)
Ruas-ruas Tulang Belakang (Vertebrae)
Terdiri atas 33 tulang tak beraturan yang
terpisah-pisah. Ke-33 tulang tersebut adalah 7 tulang leher (serviks), 12
tulang punggung ( toraks), 5 tulang pinggang (lumbar), 5 tulang kelangkang
(Sakrum) dan 4 tulang ekor (koksi). Fungsi ruas-ruas tulang belakng adalah
melindungi sumsum tulang belaknag dan sebagai penegak kepala.
4)
Tulang Dada dan Tulang Rusuk
Tulang rususk menempel pada tulang dada
(Sternum) dan ruas-ruas tulang belakang (Vertebrae). Tulang rususk, tulang dada
dan tulang belakang bersama-sama membentuk semacam kurungan untuk melindungi
jantung dan paru. Manusia memiliki 12 pasang tulang rususk yang terdiri atas 7
pasang rusuk sejati, 3 pasang rususk palsu dan 2 pasang rususk melayang.rusuk
sejati melekat pada tulang dada melalui kartilago. Rususk palsu tidak melekat
langsung pada tulang dada, tetapi bersambungan dengan pasangan terbawah ruusk
sejati. Sementara tulang rususk melayang tidak melekat pada tulang dada atau
pada tulang rususk lainnya, tetapihanya melekat pada tulang beklakang.tulang
dada tersusun atas hulu tulang, badan tulang dan taju pedang.
b.
Rangka Apendikuler
Adalah tulang-tulang anggota tubuh yang
secara umumberfungsi menggerakkan tubuh. Tersusun atas 126 buah tulang yang
meliputi tulang anggota gerak (Tungkai), gelang bahu dan gelang panggul.
1)
Tulang Tungkai
Terdiri atas tungkai atas (lengan), dan
tungkai bawah (kaki). Tulang lengan dibagi menjadi tulang lengan atas (humerus)
yang meliputi tulang pengumpil (radius), dan tulang hasta (ulna). Radius dan
ulna berhubungan dengan 8 ruas tulang pergelangan tangan (karpus), 5 ruas
tulang telapak tangan (metacarpus) dan 14 ruas tulang jari (falang). Ada tiga
falang pada tiap jari kecuali dua falang pada ibu jari.
Bagian utama kaki terdiri atas tiga tulang,
yaitu tulang paha (femur), kulang kering (tibia), dan tulang betis (fibula).
Femur merupakan tulang terpanjang dan terkuat. Femur berhubungan dengan tibia
dan fibula melalui tempurung lutut (patella). Adapun tibia dan fibula
berhubungan dengan 7 ruas tulang pergelangan
tulang kaki (tarsus), 5 ruas tulang telapak kaki (metatarsus), dan 14 ruas
tulang jari (falang). Tibia yang panjang berfungsi menyokong berat tubuh,
sedangkan fibula yang ramping membantu mengatur pergerakan pergelangan kaki.
Tulang pergelangan kaki yang terbesar adalah tulang tumit (Kalkaneus).
2)
Tulang Gelang Bahu dan Gelang Panggul
·
Gelang bahu (pectoral) yang terletak dipangkal
humerus. Terdiri atas 2 tulang selangka (klavikula) dan dua tulang belikat
(Skapula). Di klavikula tulang apendikuler berhubungan dengan tulang
aksialyaitu sternum.
·
Gelang panggul (pelvis) tersusun atas 5 tulang,
yaitu ilium, pubis, iskium, sacrum dan koksi, yang menyatu sehingga tampak
seperti satu tulang. Ilium bergabung dengan sacrum pada dasar vertebrae. Tulang
pelvis berfungsi melindungi organ-organ dalam yanglunak, seperti usus atau
uterus pada perempuan. Pelvis perempuan bebeda dengan laki-laki. Rongga pelvis
perempuan lebih dangkal dan beruang dibandingkan rongga pelvis laki-laki.
4.
Persendian Tulang
Persendian atau artikulasi merupakan hubungan antara tulang yang satu dantulang yang lain. Berdasarkan kemampuan gerak tulang yang saling berhubungan, ada tiga macam persendian, yaitu sinartrosis, amfiartrosis, dan diartrosis.
a.
Sinartrosis
Yaitu hubungan antartulang yang
direkatkan oleh jaringan ikat atau kartilago hialin yang kemudia mengalami
penulangan (osifikasi) yang mengakibatkan persendian tidak dapat digerakkan.
Oleh karena itu persendian sinartrosis disebut sendi mati. Ada dua macam sinartrosis
yaitu sinartrosis sinfibrosis dan sinartrosis Sinkondrosis. Pada sinartrosis
sinfibrosis tulang-tulang dihubungkan oleh jaringan ikat serabut (fibrosa). Contohnya
hubunganantartulang tengkorak. Sementara pada sinartrosis sinkondrosis
tulang-tulang dihubungkan oleh jaringan kartilago hialin. Contohnya hubungan
antara tulang rususk dantulang dada.
b.
Amfiartrosis
Merupakan hubungan antartulang yang
dihubungkan oleh jaringan kartilago (tulang rawan) hialin. Pada amfiartrosis
tulang-tulang yang berhubungan masih dapat digerakkan, walalupun sangat
terbatas. Contoh amfiartrosis terdapat pada hbungan antartulang rususk dan
ruas-ruas tulang belakang.
c.
Diartrosis
Struktur jaringan ini dapat bergerak
bebas. Struktur yangmembangun suatu persendian diartrosis terdiri atas kapsul
persendian, ligament,dan kartilago hialin. Kapsul persendian tersusun atas 2
lapisan yaitu lapisan dalam (membrane sinoval) dan lapisan luar(membrane fibrosa).
Membrane sinoval merupakan selaput yang
membatasi sendi.membrane ini berfungsi sebgai miyak sendiyang melumasi
ujung-ujung tulang pada persendian. Sedangkan membrane fibrosa yaitu yang menutupi
membrane synovial, membrane fibrosa berfungsi menghubungkan tulang-tulang yang
berdekatan dan membantu menstabilkan persendian.
Ligament merupakan jaringan ikat yang
dapat meregang dan menikat keduaujung tulang untuk mencegah bergesernya
tulang-tulang.
Tulang rawan (kartilago) terdapat pada
ujung-ujung tulang dipersendian. Berfungsi melindungi tulang dan mencegah ujung-ujung
tulang saling berbenturan.
Berdasarkan tulang pembentuk sendi dan
arah gerakannya, persendian diartrosis dibedakan menjadi sendi luncur,
sendiputar, sendi pelana, sendi engsel, sendi kondiloid dan sendi peluru.
1)
Sendi Luncur
Sendi luncur memungkinkan tulang
bergerak dengan arah yang berbeda atau saling bergeser. Contoh sendi luncur
adalah sendi antara tulang telapak kaki/tangan dan tulang pergelangan
kaki/tangan, dan sendi anatar tulang rususk dan tulang dada.
2) Sendi Putar
Disebut sebagai sendi gulingyang
memungkinkan tulang bergerak memutari tulang yang lain atau sumbu sendi. Contoh
sendiputar adalah antara tulang hasta dan tulang pengumpil,atau sendi antara
tulang atlas (tulang leher 1) dan tulang aksis (tulang leher 1)
3)
Sendi Pelana
Menggerakkan tulang ke berbagai arah
yakni kesamping kiri dan kanan, serta gerakan kedepan dan kebelakang.namun
sendi pelana tidak dapat memutar. Sendi pelana terdapat pada bagian pangkal
tulang ibu jari.
4)
Sendi Engsel
Menggerakkan tulanghanya satu arah. Seperti
engsel pintu. Contohnya pada siku, lutut, pergelangan kaki dan sendi pada
ruas-ruas jari.
5)
Sendi Kondiloid
Disebut sendi ellipsoid yang memiliki
bentuk seperti senndi peluru. Tetapi tidak memiliki banyakgerakan. Gerakan yang
terjjadi adalah meluncur dan menggeser. Contohnya adalah tulang punggung, sendi
ruas-ruas jari, pergelangan tangan dan tulang tulang jari yang memungkinkan
jari jari menekuk dan menggumpal.
6)
Sendi Peluru
Contoh Soal dan Pembahasan
1.Perhatikan
pernyataan di bawah ini!
1. Alat
gerak pasif
2. Alat
gerak aktif
3. Tempat
melekatnya otot
4. Memberi
bentuk tubuh
5. Dapat
menyebabkan objek mengalami perpindahan tempat
Pernyataan
diatas yang berhubungan dengan fungsi tulang adalah ….
A.
2, 3 dan 4
B. 1, 3 dan 4
C.
3, 4 dan 5
D.
1, 3 dan 5
Pembahasan:
Tulang
adalah alat gerak pasif yang memiliki struktur keras dan kaku yang membentuk
kerangka manusia. Fungsi tulang antara lain :
·
Alat gerak pasif
·
Tempat melekatnya otot
·
Memberi bentuk tubuh
·
Menopang tubuh
·
Melindungi organ dalam
·
Tempat pembuatan sel darah
Dengan
demikian jawaban adalah B.
2. Perhatikan proses osifikasi dibawah ini!
1. Osifikasi
meluas ke seluruh bagian tulang
2. Pusat
osifikasi primer akan membentuk rongga
3. Pembuluh
darah akan membawa mineral seperti kalsium sehingga tulang menjadi keras
4. Rongga
yang terbentuk akan diisi oleh pembuluh darah
Urutan
proses osifikasi yang benar adalah ….
A.
1 – 2 – 3 – 4
B. 2 – 4 – 3 – 1
C.
3 – 2 -1 – 4
D.
2 – 3 – 4 – 1
Pembahasan:
Osifikasi
merupakan proses pengerasan tulang rawan menjadi tulang keras. Osifikasi
diawali dari bagian tengah tulang atau yang dikenal dengan pusat osifikasi
primer. Pusat osifikasi primer akan membentuk rongga, rongga ini kemudian akan
diisi oleh pembuluh darah, pembuluh darah ini yang akan membawa mineral seperti
kalsium sehingga tulang menjadi keras. Lalu proses osifikasi meluas ke seluruh
bagian tulang sesuai dengan arah pertumbuhan tulang. Dengan demikian urutan
proses osifikasi adalah 2 – 4 – 3 – 1, sehingga jawabannya adalah B
Latihan Soal kertas 1 Lembar
1. Apa
yang dimaksud sebagai tualng dan apa fungsi dari tulang?
2. Berdasarkan
zat penyusunnya tulang dibedakan menjadi berapa?
3. Osteosit
yaitu disebut sebagai tulang apa ?
4. Berdasarkan
strukturnya tulang keras dibedakan menjadi 2 macam tulang yaitu ?
5. Berdasarkan
bentuknya tulang dibedakan menjadi apa saja?
6. Apa
yang dimaksud sebagai proses osifikasi ?
7. Proses
osifikasi dibedakan menjadi 2 macam yaitu ?
Kesimpulan
: Tercapai/Tidak tercapai !








.jpeg)








.jpeg)

.jpeg)
.jpeg)

.jpeg)




.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
Komentar